Gejala dan Penyebab Asam Urat yang Perlu Diketahui

Oleh: Dewi Adhitya S. Koesno - 29 Agustus 2019
Dibaca Normal 2 menit
Gejala asam urat, penyebab dan pengobatan yang bisa dilakukan.
tirto.id - Jika mengalami nyeri sendi yang parah dan terjadi secara tiba-tiba khususnya pada pagi hari, sebaiknya perlu diwaspadai, karena bisa jadi itu awal penyakit asam urat melanda.

Asam urat merupakan produk limbah alami yang mengandung purin yang dihasilkan tubuh. Purin biasanya ditemukan dalam beberapa makanan berkadar tinggi seperti jeroan, ikan sarden, dan kacang-kacangan.

Seperti dilansir laman Healthline, asam urat pada kondisi normal biasanya terbuang melalui urine dan feses. Tingkat asam urat yang tinggi dikenal sebagai hiperurisemia dan menyebabkan penyakit yang disebut gout (asam urat) di mana membuat darah dan urine terlalu asam.

Situs MayoClinic menyebutkan beberapa gejala yang patut diwaspadai di antaranya:

1. Nyeri sendi yang intens.

Asam urat awalnya dirasakan pada nyeri sendi jempol, pergelangan dan lutut kaki, serta siku, pergelangan dan jari tangan. Nyeri ini kemungkinan menjadi yang paling parah dalam empat hingga 12 jam pertama setelah dimulai.

2. Rasa tak nyaman di sekitar persendian selama beberapa waktu

Meskipun nyeri sendi telah mereda, tapi rasa tidak nyaman di sendi masih tetap berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu ke depan. Serangan nyeri selanjutnya pun cenderung berlangsung lebih lama di persendian.

3. Peradangan dan kemerahan.

Sendi yang nyeri biasanya akan menjadi bengkak, lunak, hangat dan berwarna kemerahan.

4. Gerak tubuh jadi terbatas.

Saat asam urat kambuh, maka bisa dipastikan gerakan tubuh menjadi terbatas, karena sendi tidak bisa bergerak normal seperti biasanya.



Penyakit lanjutan akibat asam urat


Batu Ginjal

Akibat asam yang urat tinggi, bisa memungkinkan terjadinya penyakit batu ginjal. Menurut laman Chemocare, sekitar 20 persen penderita asam urat mengalami batu ginjal akibat penumpukan kristal urat di tubuhnya.

Batu ginjal akan menyebabkan penderita mengalami sulit buang air kecil dan merasakan sakit luar biasa saat beraktivitas.

Sakit persendian

Kumpulan kristal asam urat di persendian terutama jari dan kaki akan mengakibatkan sendi rusak dan rapuh, sehingga sangat memungkinkan sakit persendian terjadi, di antaranya pengapuran sendi atau biasa dikenal dengan osteoarthritis.

Risiko ini pun akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia, rentan terjadi pada wanita usia 40-60 tahun. Radang sendi ini menimbulkan keluhan bengkak dan nyeri sendi, serta sendi terasa kaku.

Penyakit jantung koroner

Penyakit lain yang perlu diwaspadai karena kadar asam urat yang tinggi adalah pembuluh darah dan jantung koroner.

Hal ini karena adanya penyumbatan purin atau kristal di urat pembuluh darah yang dibawa oleh darah itu sendiri, akibatnya jantung sulit mengalirkan darah ke penjuru tubuh sehingga sistem kerjanya menjadi lebih berat. Jantung pun rentan mengalami kerusakan, sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner.

Pengobatan


Berikut ini beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mencegah asam urat semakin tinggi, seperti dilansir MedicalNewsToday:

Minum banyak air

Untuk mengurangi pembengkakan bisa dilakukan dengan memperbanyak minum air putih. Meningkatkan konsumsi cairan dapat memicu ginjal seseorang untuk melepaskan cairan berlebih sehingga mengurangi terjadinya pembengkakan sendi.

Mengompres sendi yang bengkak dengan es

Kompres sendi yang bengkak dengan es yang dibungkus di handuk tipis selama 10-15 menit, hal ini dapat membantu meredakan rasa sakit.

Hindari stres

Stres yang meningkat dapat memperburuk gejala asam urat. Untuk menghindari stres bisa dilakukan beberapa cara, seperti olahraga ringan, melakukan hobi yang menyenangkan, meditasi dan istirahat yang cukup.

Perbanyak konsumsi ikan tuna

Beberapa penelitian menyebutkan, mengonsumsi ikan tuna bisa mengurangi kadar asam urat, karena tuna mengandung senyawa anti-inflamasi yang membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Selain tuna, sejumlah ikan lain yang mengandung purin tingkat tinggi termasuk ikan teri, sarden, dan ikan cod.

Makan lebih banyak ceri

Ceri mengandung anthocyanin tingkat tinggi, yang merupakan senyawa anti-inflamasi. Para peneliti menemukan, penderita yang makan ceri utuh atau jus ceri, serta orang yang mengonsumsi suplemen ekstrak ceri bisa mengurangi risiko serangan asam urat hingga 75 persen.

Asam urat memang terasa menyakitkan dan melelahkan. Meski begitu, pencegahan bisa dilakukan untuk mengurangi gejalanya.

Mempertahankan berat badan yang sehat dan berolahraga secara teratur juga dapat membantu seseorang mengelola kondisinya.

Namun, jika tidak membaik setelah 48 jam, sebaiknya segera periksa ke dokter.


Baca juga artikel terkait ASAM URAT atau tulisan menarik lainnya Dewi Adhitya S. Koesno
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dewi Adhitya S. Koesno
Editor: Agung DH
DarkLight