Menuju konten utama

Garuda Rombak Direksi dan Komisaris, Thomas Oentoro Jadi Dirut

Garuda rombak jajaran direksi dan komisaris dalam RUPSLB hari ini, Kamis (8/10/2026). Thomas Oentoro jadi Dirut baru.

Garuda Rombak Direksi dan Komisaris, Thomas Oentoro Jadi Dirut
Dirut baru Garuda Indonesia Thomas Oentoro. Doc: Instagram.com/Thomas.oentoro
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id -

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyetujui Thomas Sugiarto Oentoro sebagai Direktur Utama baru pada Kamis (8/10/2026). Thomas yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama sejak Oktober 2025 kini resmi menggantikan Glenny H. Kairupan. Sementara itu, Glenny bergeser menduduki posisi Komisaris Utama menggantikan Fadjar Prasetyo.
Perombakan manajerial ini dilakukan guna mempercepat tren pemulihan kinerja maskapai plat merah tersebut. Sepanjang semester I-2026, Garuda Indonesia Group membukukan pendapatan 1,80 miliar dolar AS atau naik 16 persen secara tahunan.
Pada periode yang sama, pangkasan rugi bersih tercatat mencapai 23,2 persen menjadi 113 juta dolar AS, di tengah lonjakan beban operasional avtur sebesar 43,6 persen.
Adapun, sebelum masuk jajaran direksi, lulusan MBA dari University of Chicago Booth School of Business dan NYU Stern School of Business ini sempat menjabat Komisaris Independen Garuda (2023-2024) serta Chief Risk Officer di Indonesia Investment Authority (INA) pada 2024-2025.
Perjalanan kariernya juga mencakup posisi Vice President Mezzanine Capital Unit di OCBC dan Managing Director di KV Asia Capital.
Selain menunjuk Dirut baru, RUPSLB juga merombak susunan direksi dan komisaris dengan menggandeng sejumlah profesional bertaraf internasional dan berpengalaman di industri penerbangan global.
Direktur Komersial diisi oleh Alan McIntyre, mantan Executive Manager Strategy Qantas Group dan Chief Customer and Commercial Officer Jetstar.
Komisaris Independen dijabat oleh Jaan Albrecht (eks CEO Saudia Airlines, Austrian Airlines, dan Star Alliance) serta Trey Urbahn (mantan penasihat Spirit Airlines, Etihad Airways, dan TAP Air Portugal).
Direktur Operasi dipercayakan kepada Eric Ferdinand Sofyal, yang sebelumnya menjabat Direktur Operasi Citilink. Sementara direktur Human Capital & Corporate Service diisi oleh Dina Sandri Fani.

Susunan direksi sebelum RUPSLB

  • Direktur Utama: Glenny H. Kairupan
  • Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
  • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
  • Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
  • Direktur Teknik sekaligus Plt. Direktur Niaga: Mukhtaris
  • Direktur Human Capital & Corporate Service: Frans Dicky Tamara
  • Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills

Susunan direksi setelah RUPSLB

  • Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
  • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
  • Direktur Operasi: Eric Ferdinand Sofyal
  • Direktur Teknik: Mukhtaris
  • Direktur Komersial: Alan McIntyre
  • Direktur Human Capital & Corporate Service: Dina Sandri Fani
  • Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills

Susunan dewan komisaris setelah RUPSLB

  • Komisaris Utama: Glenny H. Kairupan
  • Komisaris: Sugito Anjasmoro
  • Komisaris: Chairal Tanjung
  • Komisaris Independen: Mawardi Yahya
  • Komisaris Independen: Jaan Albrecht
  • Komisaris Independen: Trey Urbahn

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana