Periksa Fakta

Foto Viral Bencana Palu Ini Bukan Benar-Benar Foto dari Palu

Oleh: Frendy Kurniawan - 2 Oktober 2018
Dibaca Normal 1 menit
Akun penyebar foto yang menjadi viral ini mencatut nama Arifin Ilham.
tirto.id - RUMOR: Tidak lama berselang setelah gempa bumi dan tsunami melanda wilayah Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah, media sosial ramai dengan kabar dan kiriman gambar yang mencoba menggambarkan situasi bencana. Salah satunya adalah akun Facebook dengan nama Ustadz Arifin Ilham.

Klaim

Akun itu mengunggah foto penampakan pesawat jatuh di lautan. Unggahan itu menyebut bahwa kejadian dalam foto berhubungan dengan bencana tsunami di wilayah Palu dan Donggala:

“Ada penampakan pesawat jatuh. gempar menggoncang beserta tsunami tadi sore. Luangkan 1 detik komen aamiin semoga selamat semua dn tabah bagi yg trkena musibah. Aamiin...bagikan..ke grup kalian! Saya bersumpah akan bagikan gambar ini. Ucapan adalah doa."

Sampai 2 Oktober 2018 pukul 12.00 WIB, unggahan mendapatkan catatan dibagikan ulang (share) sebanyak 3,5 ribu kali dan mendapatkan 3,3 ribu komentar.

Akun yang sama kembali membagi foto lain dan masih bercerita soal situasi bencana di wilayah Palu dan Donggala. Unggahan itu memperlihatkan kegiatan petugas penyelamat saat mengurus jenazah korban. Jenazah-jenazah itu sebagian besar telah berkain kafan. Dalam teks, jenazah-jenazah itu disebut sebagai korban gempa di Palu.

“Innalillahi.. Inilah korban yang terkena MUSIBAH gempar di palu.. Mohon 1 detik sejenak aamiin. Semoga mereka semua husnul khatimah masuk Surga..Yg bagikan semoga dijauhkan dari marabahaya!!! Aamiin. Saya bersumpah akan bagikan gambar ini. Ucapan adalah doa”.

Unggahan tersebut sampai 2 Oktober 2018, pukul 12.00 WIB telah mendapatkan catatan dibagikan ulang (share) sebanyak 79 ribu kali dan mendapat 15 ribu komentar.

Pertanyaannya, benarkah klaim dari unggahan bahwa foto-foto situasi kejadian di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah?

Fakta

Salah satu alat bantu dalam memeriksa asal-usul sebuah foto di internet adalah melalui teknik reverse image. Pengguna tinggal memasukkan foto yang hendak dicari tahu. Setelahnya, berbagai informasi dan konteks atas foto yang serupa dapat ditelusuri lebih lanjut.

Penelusuran reverse image atas foto-foto dengan ilustrasi pesawat jatuh di lautan memperlihatkan hasil yang menyanggah bahwa itu adalah kejadian di wilayah Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Foto ternyata adalah pesawat Air Niugini dari Papua Nugini yang jatuh di sebuah laguna setelah lepas landas dari Bandara Internasional Chuuk di Mikronesia. BBC News melaporkan bahwa kejadian itu berlangsung pada 28 September 2018.

Begitu pula dengan reverse image foto kedua. Hasilnya adalah foto yang memperlihatkan kegiatan petugas penyelamat saat mengurus jenazah korban adalah foto lama. Jenazah-jenazah itu memang korban tsunami, tapi korban tsunami 26 Desember 2004.

Foto yang sama dapat ditemukan dalam laporan New Scientist dengan keterangan: “Near Khao Lak, about 100 kilometres north of Phuket, Thailand, volunteers sort bodies and place them into bags before taking them to the morgue, where a DNA sample is taken (Image: Leon Schadeberg/Rex Features)”.

Dengan demikian, sekali lagi, foto itu bukanlah foto yang sesuai dengan konteks dan koneksi dengan informasi yang hendak diberikan: memberitahu situasi bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Yang patut diperhatikan, akun Facebook dengan nama Ustadz Arifin Ilham bukan akun resmi Ustadz Arifin Ilham. Akun resmi Ustadz Arifin Ilham sudah bertanda centang biru dengan alamat sebagai berikut, dengan nama K.H. Muhammad Arifin Ilham. Dalam akun resmi Ustadz Arifin Ilham tidak ada uanggahan berisi informasi seperti dimuat akun Facebook yang menjadi asal-muasal rumor ini. Bisa dikatakan bahwa akun Facebook itu mencatut nama Ustadz Arifin Ilham.

Karena tidak tepatnya konteks dan koneksi dari penggunaan foto-foto di atas sebagai ilustrasi situasi bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, maka informasi yang diberikan oleh akun Facebook dengan nama Ustadz Arifin Ilham masuk dalam kategori disinformasi. Artinya, informasi yang diberikan adalah salah.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan menarik lainnya Frendy Kurniawan
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Frendy Kurniawan
Editor: Maulida Sri Handayani