Djajang Nurjaman Korban Kesembilan Pelatih Mundur di Liga 1

Djajang Nurjaman Korban Kesembilan Pelatih Mundur di Liga 1
Djajang Nurjaman. [Foto/antaranews]
17 Juli, 2017 dibaca normal 2:30 menit
Djajang Nurjaman akhirnya mundur dari Persib. Ia peltih kesembilan yang terdepak sebagai pelatih di GoJek Traveloka Liga 1.
tirto.id - Djadjang Nurjaman akhirnya mengundurkan diri dari Persib Bandung usai kegagalannya membawa Michael Essien dan kawan-kawan meraih hasil positif di tiga pertandingan terakhir GoJek Traveloka Liga 1 2017. Djanur mengumumkan pengunduran dirinya pada sesi jumpa pers usai pertandingan melawan Mitra Kukar di Tengarong, Sabtu (15/7/2017) kemarin.

"Dengan kekalahan hari ini, untuk sementara saya ingin istirahat dulu. Artinya saya mundur dari pelatih Persib. Itu keputusan bulat, saya sudah bicarakan dengan manajer tim tadi, tetapi dengan manajemen lain belum. Insya Allah mereka akan mengizinkan saya untuk kali ini, karena saya tidak bisa mengangkat performa tim yang terus-terusan seperti ini," ujarnya sebagaimana dikutip Antara.

Sementara itu, melalui situs resminya Persib mengumumkan bahwa mereka menerima pengunduran diri Djanur. Pihak klub juga mengucapkan rasa terima kasih kepada sang pelatih atas prestasi, profesionalisme, dedikasi, serta loyalitas yang ditunjukkannya sepanjang menjadi pelatih.

“Persib sangat berterima kasih atas prestasi, profesionalisme, dedikasi dan loyalitas yang ditunjukkan coach Djadjang kepada Persib sejak awal tahun 2013 atau hampir selama lima tahun terakhir,” tulis pihak klub melalui rilis resminya.

Ini bukan kali pertama Djanur mengajukan pengunduran diri kepada pihak PT Persib Bermartabat. Sebelumnya, pelatih yang turut membawa Persib Bandung menjuarai Liga Super Indonesia (ISL) tahun 2014 serta Piala Presiden 2015 ini juga sempat mengajukan permohonan mundur. Permohonan tersebut ia ajukan usai klubnya ditekuk oleh Bhayangkara FC pada Minggu (4/6/2017). Namun, saat itu pihak klub menolak pengunduran diri sang pelatih dan berkeras untuk tetap memberikan peluang bagi Djanur.

Kepergian Djanur membuat Maung Bandung untuk sementara akan dilatih oleh asisten pelatih Herrie Setyawan. Herrie akan menahkodai Persib Bandung setidaknya hingga putaran pertama berakhir, sebelum pihak klub secara resmi menunjuk siapa pengganti Djanur.

Djanur Jadi Korban Kesembilan
Mundurnya Djanur menempatkan pelatih kelahiran Majalengka ini sebagai pelatih kesembilan yang dilepas klub sepanjang kompetisi Liga 1 Gojek Traveloka 2017. Uniknya, dari kesembilan pelatih yang dilepas klub tersebut, enam diantaranya merupakan pelatih berdarah mancanegara. Hal ini tentu menunjukkan bahwa kegemilangan para pemain asing di Liga 1 Gojek Traveloka masih belum diikuti oleh performa apik beberapa “pelatih bule.” 

Berikut daftar para pelatih yang dilepas oleh pihak klub selama gelaran Liga 1 Gojek Traveloka 2017 :

Hans-Peter Schaller (Bali United)
Pelatih berkebangsaan Austria yang pernah melatih Timnas Indonesia tersebut dipecat oleh pihak Bali United setelah deretan hasil buruk yang diperoleh Serdadu Tridatu dalam dua pekan awal Liga 1 Gojek Traveloka 2017. Dua hasil buruk tersebut adalah kekalahan 2-0 dari Madura United serta 1-2 dari tuan rumah Persipura Jayapura. 

Hans resmi menanggalkan statusnya sebagai pelatih pada Rabu (26/4/2017) lalu. Pendepakan Hans terbilang mengejutkan, mengingat dirinya baru saja ditunjuk sebagai pelatih Bali United pada bulan Februari 2017.

Timo Scheunemann (Persiba Balikpapan)
Sempat tenar pada masa kepelatihannya di Persema Malang beberapa musim lalu, Pelatih berdarah Jerman itu dilepas Persiba Balikpapan karena rentetan kekalahan yang diderita tim berjuluk Beruang Madu di pekan awal Liga 1. Keputusan mundur itu diumumkan Timo setelah skuatnya takluk 0-1 dari Arema FC pada laga kandang, Senin (1/5/2017). 

Sebelumnya, Timo juga gagal meraih poin untuk Beruang Madu setelah takluk 2-1 dari Perseru Serui dan dipermalukan di kandang sendiri oleh Persija Jakarta dengan skor 0-2. Timo sempat diultimatum manajemen dan diberikan pilihan untuk mundur sebagai pelatih atau dipecat. Ia akhirnya memilih mundur dan digantikan oleh Milomir Seslija.

Laurent Hatton (PS TNI)
Pemecatan pelatih asal Prancis tersebut sebenarnya terbilang aneh. Pasalnya, selama melatih klub sekelas PS TNI, Hatton menunjukkan performa yang apik. Ia dipaksa hengkang oleh manajemen PS TNI setelah kedatangan sosok mantan pelatih Timnas Indonesia, Ivan Kolev yang dianggap lebih mumpuni. Faktanya, hingga saat ini di tangan Kolev performa PS TNI tidak mengalami peningkatan signifikan. Transisi Hatton ke Kolev sendiri diresmikan pada Senin (1/5/2017).

Angel Alfredo Vera (Persipura Jayapura)
Vera dilepas oleh manajemen Persipura setelah gagal memiliki lisensi kepelatihan yang memenuhi kriteria. Sebelumnya, ia sempat melatih Persipura pada turnamen Piala Presiden. Kabar terakhir menyebutkan bahwa kini Vera telah menjadi pelatih Persebaya Surabaya.

Oswaldo Lessa (Sriwijaya FC)
Lessa merupakan pelatih kedua yang didepak manajemen Sriwijaya FC pada tahun 2017. Sebelumnya, pada pertandingan pramusim, Laskar Wong Kito terlebih dahulu mendepak Widodo Cahyono Putro. 

Lessa didepak usai dinilai gagal memberikan hasil positif untuk Sriwijaya FC. Pelepasan Lessa diumumkan oleh pihak klub pada bulan Juni lalu. Hingga saat ini, untuk sementara Sriwijaya FC dilatih oleh mantan asisten pelatih Hartono Ruslan. 

Lestiadi (Persipura Jayapura)
Pelatih asal Medan ini sebenarnya masuk ke Persipura untuk menggantikan peran yang ditinggalkan mantan pelatih Angel Alfredo Vera. Namun, seiring performa kurang mumpuni, ia lantas memilih mundur. Lestiadi resmi menanggalkan jabatan pelatih kepala Persipura Jayapura pada Senin (10/7/2017) lalu.

Yusak Sutanto (Perseru Serui)
Alasan dipecatnya Yusak bisa dibilang merupakan yang paling logis. Ia didepak karena gagal mengangkat posisi Perseru Serui yang bahkan hingga kini masih terjebak di zona degradasi. Posisi Yusak kemudian digantikan oleh Agus Yuwono.

Dragan Djukanovic (Borneo FC)
Djukanovic kehilangan posisinya sebagai pelatih Borneo FC terhitung sejak Kamis (13/7/2017) kemarin. Keputusan ini diambil lantaran pihak klub menganggap kinerja pelatih asal Montenegro tersebut jauh dari kata memuaskan. Sepanjang kompetisi Liga 1 Gojek Traveloka 2017, Borneo FC belum sekalipun memenangi pertandingan tandang.

Baca juga artikel terkait LIGA 1 2017 atau tulisan menarik lainnya Herdanang Ahmad Fauzan
(tirto.id - zan/agu)

Keyword