Daftar 5 Wisata Laut Indonesia yang Cocok Jadi Tujuan Berlibur

Oleh: Febri Eka Pambudi - 8 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Daftar 5 wisata bawah laut Indonesia yang bisa menjadi rekomendasi wisata bahari.
tirto.id - Memiliki kekayaan alam bawah laut yang melimpah, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan potensi pariwisata yang baik.

Ada lebih dari 17.000 pulau dengan 2 per 3 wilayahnya terdiri dari perairan, membuat Indonesia terkenal dengan wisata bawah lautnya.

Banyaknya biota laut dan terumbu karang yang hidup, membuat wisata bawah laut Indonesia sebagai salah satu yang terbaik didunia sehingga memiliki daya tarik wisatawan asing atau lokal.

Dilansir dari web resmi Kementerian Pariwisata terdapat beberapa wisata Taman Laut di Indonesia yang bisa dijadikan tujuan wisata, mulai dari pesisir laut sampai bawah laut.

1. Taman Laut Siladen

Pulau ini berada di wilayah kota Manado dan sebelah arah timur laut Pulau Bunaken. Pulau Siladen menjadi pulau yang sangat dikenal dan menjadi ikon wisata laut terdepan yang sangat diminati oleh pungunjung, baik wisatawan domestik maupun asing.

Taman Laut pulau Siladen memiliki keindahan pasir putih dan terumbu karangnya. Selain itu, keanekaragaman biota laut dengan berbagai jenis, bentuk serta warna juga menghiasi bagian bawah laut.

Snorkling tentunya menjadi aktivitas paling menarik yang bisa dilakukan oleh wisawatan saat berada pulau ini.

2. Taman Laut Bunaken

Memiliki luas area sebesar 89.065 hektar yang terdiri dari lima pulau yakni Pulau Bunaken, Pulau Mentehage, Pulau Siladen, Pulau Naen dan Pulau Manado Tua, membuat Taman Nasional Bunaken memiliki lebih dari 20 titik tempat penyelaman (diving spot) yang bisa dijelajahi.

Selain itu, terdapat under water great walls atau biasa dikenal dengan hanging walls yang terdiri dari dinding-dinding karang besar berbentuk vertikal dan melengkung ke atas yang menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di sana. Hal inilah yang menyebabkan lebih dari 3000 spesies ikan hidup di sana.

3. Taman Laut Togean

Terletak di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Taman Laut Togean memiliki lebih dari 300 titik penyelaman.

Tidak hanya dihiasi oleh koral warna-warni, atol, barier (tebing bawah laut), ikan karang hingga ikan hiu, pemandangan bawah laut Togean juga dihiasi oleh bangkai pesawat B24 yang tenggelam pada masa Perang Dunia II.

Bangkai pesawat selebar 17 meter dan panjang 22 meter itu, kini menjadi tempat tinggal biota laut.

Selain itu, terdapat spot unggulan yakni bernama Appolo berada di pulau Una-una yang di dalam perairannya terdapat ribuan ikan barracuda.

Berenang bersama ikan baraccuda dengan arus yang tenang, tentu menjadi aktivitas yang sering dilakukan oleh wisawatawan di pulau ini.

4. Taman Laut Takabonerate

Memiliki kawasan atol (kumpulan terumbu karang yang berbentuk melingkar) terbesar ketiga di dunia, taman laut Takabonerate menjadi destinasi wisata bawah laut yang sangat populer oleh wisatawan domestik maupun asing.

Taman Laut yang memiliki 25 pulau kecil ini menyimpan banyak keindahan biota laut, sehingga pada tahun 2005 Taman Laut Takabonerate dicalonkan ke UNESCO sebagai situs warisan dunia.

Di sini, snorkeling, berjemur, dan memancing menjadi aktivitas yang sering dilakukan oleh wisatawan.

5. Taman Laut Pulau Pantar

Dihiasi oleh ragam terumbu karang warna-warni dan ragam spesies ikan seperti yang paling populer di sana yakni flasher, karang, dan pelagis pada bawah lautnya, membuat aktivitas diving menjadi sangat diminati oleh wisatawan domestik maupun asing.

Taman Laut Pantar sendiri memiliki 18 titik penyelaman, di antaranya Baruna's, Cave Point, Three Coconut, hingga Rahim's Point.

Sementara itu, di Selat Pantar sendiri memiliki 26 titik penyelaman yakni Fallt Line, Peter's Prize, Crocodile Rock, Cave Point, Baeylon, The Edge, The Arch, The Pacth, Nite Delht, Kal,s Dream, The Ball, Trip Top, The Mlai Hall, No Man's Land, Half Moon Bay dan The Cathedral.


Baca juga artikel terkait WISATA INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Febri Eka Pambudi
(tirto.id - )

Kontributor: Febri Eka Pambudi
Penulis: Febri Eka Pambudi
Editor: Yandri Daniel Damaledo
DarkLight