BPS Catat Juli 2020 Terjadi Deflasi 0,1 Persen

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 3 Agustus 2020
Deflasi pada Juni 2020 ini disebabkan oleh turunnya harga komoditas pangan.
tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Juli 2020 terjadi deflasi 0,1 persen secara month to month (mtom). Nilai ini tercatat lebih rendah dari inflasi Juni 2020 yang berkisar 0,18 persen secara mtom. Inflasi Juli 2020 secara year on year (yoy) mencapai 1,54 persen.

Deflasi pada Juni 2020 ini disebabkan oleh turunnya harga komoditas pangan yang didominasi oleh bawang merah, bawang putih, dan daging ayam ras hingga tiket angkutan udara.

“Juli 2020 deflasi 0,10 persen. Pada Juni 2020 lalu inflasi 0,18 persen dan angka Juli 2020 deflasi ini jauh di bawah posisi inflasi juli 2019,” ucap Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Senin (3/8/2020).

Suhariyanto mengatakan dari 90 kota IHK yang dipantau BPS, 61 kota mengalami deflasi. Hanya 29 kota yang mengalami inflasi.

Deflasi tertinggi terjadi di daerah Manokwari dengan kisaran 1,09 persen. Sementara itu deflasi terendah terjadi di wilayah di Bogor, Bekasi, Luwuk, Bulukumba, dan Gunungsitoli di kisaran 0,01 persen. Dalam catatan BPS ada sejumlah wilayah mengalami inflasi tertinggi yaitu Timika dengan nilai 1,45 persen.

Komponen, barang inti pada Juli 2020 mengalami inflasi 0,16 persen. Nilai ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya dan mulai mencapai posisi April 2020 0,17 persen. Meski demikian nilainya masih jauh lebih rendah dari periode yang sama di 2019 dengan kisaran 0,33 persen.

“Inflasi inti masih lemah meski ada peningkatan di Juni 2020. Menunjukkan kita harus berupaya untuk terus meningkatkan daya beli masyarakat,” ucap Suhariyanto.

Komponen harga diatur pemerintah pada Juli 2020 mengalami deflasi 0,07 persen. Sumbangan deflasinya 0,01 persen.

Lalu komponen bergejolak tercatat mengalami deflasi paling dalam di antara ketiganya. Nilainya mencapai 1,19 persen dan menyumbang deflasi 0,2 persen.


Baca juga artikel terkait DEFLASI atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti
DarkLight