Menuju konten utama

Bersenang-senang dalam Perjalanan Mudik dengan Bayi

Bagi mereka yang memiliki bayi dan harus mudik dengan mobil pribadi, ada banyak yang harus diperhatikan dan dipersiapkan. Apalagi jika jarak yang ditempuh cukup jauh dan memakan waktu berhari-hari.

Bersenang-senang dalam Perjalanan Mudik dengan Bayi
Ilustrasi mudik bersama anak. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Lebaran tahun lalu, Siti Sabrina—seorang ibu rumah tangga—mudik dari Jakarta ke Malang. Perjalanan sekitar 857 kilometer itu ditempuh dengan mengendarai mobil pribadi. Sabrina tidak sendiri, ia bersama suami, seorang anak yang masih bayi, dan keluarga kakaknya yang terdiri dari tiga orang.

Dalam keadaan normal, Jakarta-Malang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 17 jam. Tetapi saat mudik lebaran, waktu yang dibutuhkan tentu lebih dari itu, bahkan bisa dua atau tiga kali lipat. Mereka berangkat Sabtu pagi, baru sampai Malang Senin pagi karena terjebak kemacetan parah di pintu keluar Tol Brebes Timur. Bayi laki-laki Sabrina berusia 18 bulan saat itu. Ia beberapa kali menangis dan merengek saat mobil terjebak kemacetan.

Dua tahun lalu, Sabrina dan keluarganya mudik ke Lampung. Perjalanan lebih singkat, sekitar 12 jam. Saat itu, usia bayinya baru sekitar 6 bulan dan baru saja dikenalkan dengan MPASI. Membawa bayi dalam keadaan seperti itu bukan perkara mudah. Bayi akan terus menangis jika merasa tidak nyaman.

Di masa mudik lebaran, tentu banyak sekali pasangan yang membawa bayi mereka dalam perjalanan mudik dengan mobil pribadi. Usia bayi-bayi itu beragam, ada yang masih hanya mengkonsumsi ASI, ada yang sudah mulai mengkonsumsi makanan pendukung ASI (MPASI), ada pula yang sudah bisa berjalan. Beda usia, beda pula kebutuhannya. Tetapi satu hal penting untuk membuat bayi-bayi tetap tenang dalam perjalanan; kenyamanan.

Untuk itu, beberapa persiapan sebelum berangkat penting dilakukan. Ingat, persiapan bukan hanya membawa semua perlengkapan bayi, tetapi hal-hal lain yang mendukung bayi merasa nyaman dalam perjalanan.

Chil Development Institut menjelaskan, semakin lama bayi berada di dalam mobil, maka akan semakin besar kemungkinan ia akan rewel. Jadi, sebelum menyiapkan segala perlengkapan bayi, perlu juga direncanakan rute perjalanan dengan detail. Apabila perjalanan lebih dari satu hari, maka titik-titik pemberhentian harus direncanakan. Berapa jam sekali akan berhenti ? Di mana sebaiknya berhenti untuk istirahat? Idealnya, istirahat dilakukan setiap 2 - 3 jam.

infografik berkendara bersama bayi

Jika rute perjalanan dan titik pemberhentian sudah ditentukan, langkah selanjutnya adalah memastikan benda-benda yang mendukung kenyamanan bayi dan orang tua tersedia di mobil Anda. Pasanglah kaca mobil yang gelap untuk menciptakan nuansa mendung meskipun di luar sana panas terik. Ini penting untuk membuat bayi lebih tenang.

Siapkan kulkas khusus untuk mobil atau kotak pendingin. Alat itu penting untuk mendinginkan minuman atau menyimpan buah-buahan. Minuman dingin tentu saja bukan untuk bayi, melainkan untuk orang dewasa selama perjalanan. Sementara buah-buahan seperti pisang atau apel, bisa menjadi makanan atau cemilan bayi yang sedang program MPASI.

Selain pendingin, jangan lupa membawa termos air panas untuk membuat susu atau makanan bayi. Setiap pemberhentian, termos-termos itu harus diisi ulang untuk menjaga persediaan air panas.

Bayi selalu tertarik pada warna dan mainan. Ubahlah interior mobil yang kaku menjadi tempat bermain bagi bayi. Anda bisa menggantung beberapa boneka kecil atau mainan kesukaannya di langit-langit mobil. Atau bisa juga dengan menautkan tali panjang warna warni melintang dan menjepitkan boneka-boneka kecil di tali-tali itu. Mobil Anda akan meriah seketika. Bagi orang dewasa, ia akan tampak norak, tetapi tenang saja, bayi Anda akan menyukainya.

Jangan lupa membawa stok musik kesukaan bayi Anda untuk diputar sepanjang perjalanan. Bawa juga stok lagu kesukaan para orang tua untuk diputar ketika bayi sedang tidur.

Buku-buku bacaan juga perlu dibawa untuk mencuri perhatian bayi yang mulai tidak nyaman dengan perjalanan. Terutama ketika kendaraan terjebak macet berjam-jam.

Jika ada orang dewasa yang duduk di samping bayi, pastikan ia memegang beberapa mainan. Jangan tunggu bayi menangis untuk mengajaknya bermain. Buatlah ia tetap senang sepanjang perjalanan. Ajak ia main, bicara, bernyanyi, dan bacakan cerita. Akan melelahkan, tentu saja, tetapi tentu lebih melelahkan jika bayi Anda rewel dan menangis tiada henti.

Saat bayi tertidur, jangan matikan musik. Biarkan terus mengalun, Anda bisa menggantinya dengan lagu lain yang Anda sukai, tetapi jangan dihentikan, cukup dipelankan saja. Perhatikan juga aroma mobil Anda. Beberapa bayi dan anak sangat anti dengan bau mobil, mereka bisa merasa mual dan muntah jika baunya tak enak. Anda harus paham betul aroma seperti apa yang disukai bayi Anda.

Untuk makanan, sebelum berangkat, pastikan Anda membawa makanan bayi yang cukup untuk satu hari. Jika perjalanan lebih dari satu hari, makanan instan adalah yang paling praktis untuk dibawa. Jangan lupa bawa juga pisang atau alpukat yang banyak dan simpan di dalam pendingin. Anda pun bisa merebus sayur-sayuran seperti wortel dan brokoli untuk dikonsumsi bayi Anda dalam perjalanan. Bagi bayi yang belum bisa mengkonsumsi makanan solid, sayuran rebus itu bisa jadi mainannya. Apalagi kalau ia punya kecenderungan memasukkan segala sesuatu ke dalam mulut.

Jika semua persiapan sudah dilakukan, kesehatan seluruh keluarga dipastikan baik-baik saja, maka selamat mudik! Jangan lupa selalu bersenang-senang dalam perjalanan.

Baca juga artikel terkait ARUS MUDIK atau tulisan lainnya dari Wan Ulfa Nur Zuhra

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Wan Ulfa Nur Zuhra
Penulis: Wan Ulfa Nur Zuhra
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti