Menuju konten utama

Berbenah Sektor Pendidikan, Kuota Bidikmisi Papua Ditambah

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaaan Prof Intan Ahmad mengatakan jika kuota penerima bidikmisi di Perguruan Tinggi Swasta di wilayah Papua dan Papua Barat akan ditambah sebanyak 10.000 penerima. Menurut Intan, hal tersebut sudah mendapat persetujuan dari DPR.

Berbenah Sektor Pendidikan, Kuota Bidikmisi Papua Ditambah
Ilustrasi. Antara Foto/Lucky R.

tirto.id - Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaaan Prof Intan Ahmad mengatakan jika kuota penerima bidikmisi di Perguruan Tinggi Swasta di wilayah Papua dan Papua Barat akan ditambah sebanyak 10.000 penerima. Menurut Intan, hal tersebut sudah mendapat persetujuan dari DPR.

"Jika sebelumnya kuota penerima Bidikmisi berjumlah 60.000, namun dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) ditambah menjadi 75.000 penerima," ujar Intan dalam rapat koordinasi pimpinan dan pengelola Kopertis XIV Papua dan Papua Barat di Waisai, Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat, Jumat.

Dari kuota 75.000 tersebut, sebanyak 10.000 penerima diperuntukkan bagi mahasiswa yang diterima di PTS yang ada di Papua dan Papua Barat.

Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Papua dan Papua Barat.

"Kampus harus memastikan bahwa yang menerima sesuai dengan peruntukkannya," papar dia.

Guru Besar ITB tersebut menjelaskan kuota Bidikmisi untuk PTS jarang terserap penuh, pasalnya banyak kampus yang enggan menerima tawaran Bidikmisi itu karena biaya kuliah yang ditawarkan dinilai kecil yakni Rp2,4 juta per semester.

"Tapi memang ada juga perguruan tinggi swasta yang biaya kuliahnya dibawah itu."

Salah satu syarat untuk menerima beasiswa Bidikmisi adalah memiliki prestasi dan berasal dari keluarga tidak mampu.

Sebenarnya untuk anak Papua, Papua Barat dan daerah tertinggal, terluar dan terdepan (3T) ada pendekatan khusus yang diberikan pemerintah yakni Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADiK).

"Untuk ADiK Papua dan Papua Barat, kami mengalokasikan sebanyak 500 orang untuk tahun ini. Mereka akan belajar di perguruan tinggi di luar Papua dan Papua Barat," terang dia.

Sementara itu, Koordinator Kopertis XIV Papua dan Papua Barat, Festus Simbiak, mengatakan dari tahun ke tahun minat anak Papua memperoleh pendidikan tinggi semakin meningkat.

"Jumlah PTS di Papua dan Papua Barat berjumlah 60 perguruan tinggi, sementara jumlah mahasiswa sebanyak 49. 350. Meningkat 19.000 dibandingkan 2015," kata Simbiak.

Peningkatan tersebut tak lain disebabkan kesadaran masyarakat akan pendidikan tinggi meningkat.

Simbiak menyambut baik rencana pemerintah memprioritaskan kuota Bidikmisi untuk PTS di Papua dan Papua Barat.

Baca juga artikel terkait PENDIDIKAN

tirto.id - Pendidikan
Sumber: Antara
Penulis: Rima Suliastini
Editor: Rima Suliastini