tirto.id - Olahraga menjadi salah satu cara untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, saat flu menyerang, kita cenderung ragu untuk berolahraga karena takut membahayakan tubuh.
Berolahraga saat mengalami flu atau batuk biasa tetap diperbolehkan dengan catatan menyesuaikan kondisi kebugaran dan tetap berhati-hati. Namun, jika flu dan batuk disertai dengan sesak nafas dan nyeri otot, maka lebih baik beristirahat terlebih dahulu agar tidak berisiko cedera.
Ada langkah praktis yang dapat Anda lakukan untuk mengukur bahaya atau tidak berolahraga saat flu, yaitu neck check. Saat gejala flu hanya berada di area leher ke atas, maka berolahraga dengan intesitas ringan sangat aman, dengan tetap memerhatikan intensitas, durasi, dan fokus latihan.
Jika gejala flu diikuti dengan sakit di area leher ke bawah, seperti sesak napas, nyeri otot, dan kelelahan berlebihan, maka lebih baik istirahat terlebih dahulu. Anda dapat berolahraga kembali setelah tubuh merasa fit.
Bolehkah Olahraga Saat Batuk atau Flu?
Seiring berkembangnya kesadaran masyarakat akan kesehatan tubuh, berolahraga menjadi salah satu kegiatan yang terjadwal. Adapun jenis olahraga yang dipilih sesuai minat masing-masing dengan memerhatikan kebutuhan tubuh.
Meski telah berolahraga secara rutin, beberapa orang akan mengalami flu atau batuk karena tertular virus. Virus tersebut dapat menyebabkan hidung tersumbat, bersin, hingga tenggorokan kering. Lantas, bolehkah tetap berolahraga saat tubuh sedang flu?
Jawaban tepatnnya yaitu perhatikan gejala dan bagian tubuh yang sakit saat flu dengan menggunakan metode pemeriksaan leher atau neck check. Ketika flu biasa hanya menyerang bagian leher ke atas seperti bersih-bersin dan tenggorokan kering, maka olahraga dengan intensitas ringan diperbolehkan.
"Aturan sederhana yang bisa diikuti: Jika gejala Anda muncul di area atas leher, seperti pilek atau hidung tersumbat, mungkin aman untuk tetap berolahraga," ujar dokter kedokteran olahraga, Heather Rainey, MD, dikutip dari laman Cleveland Clinic.
Meski diperbolehkan berolahraga, pilihlah olahraga yang tidak terlalu berat, seperti jalan santai, peregangan, hingga yoga. Pastikan lakukan olahraga dengan intensitas di bawah 50 persen agar tubuh tetap terjaga.

Pasalnya, jika memaksakan diri menggunakan latihan dengan intensitas normal, maka dapat mengalami cedera atau penyakit yang lebih parah. Sebagian orang merasa lebih baik setelah berolahraga ringan karena dapat membuka saluran hidung dan meredakan hidung tersumbat untuk sementara.
"Banyak orang merasa lebih baik setelah berolahraga dan merasakan gejala seperti hidung tersumbat menjadi lebih ringan. Namun, pastikan tubuh Anda tetap terhidrasi dengan baik. Jika Anda mengalami dehidrasi, gejala justru bisa bertambah parah saat berolahraga," jelas Traci Gonzales, praktisi perawat di UTHealth, Houston, dikutip dari laman American Lung Association pada 26 Februari 2019.
Jika Anda berolahraga di pusat kebugaran, maka usahakan berjarak dengan peserta lain untuk mencegah penularan. Yang terpenting, pastikan tubuh mampu diajak untuk berolahraga ringan dan kebutuhan cairan tubuh tercukupi. Apabila setelah berolahraga ringan tubuh terasa semakin berat, sebaiknya berhenti untuk berolahraga ringan.
"Namun, jika kondisi Anda justru memburuk setelah mulai berolahraga, sebaiknya segera berhenti. Pastikan untuk mendengarkan tubuh Anda dan perhatikan bagaimana perasaan Anda," ujar Dr. Donald Brown, Dokter spesialis penyakit dalam di Houston Methodist.
Sebagian orang memilih waktu sakit untuk pemulihan aktif (active recovery). Pemulihan aktif ini bertujuan untuk memberi jeda pada otot agar bisa beristirahat dan memulihkan diri sebelum sesi latihan berikutnya.
Mengapa Olahraga Perlu Dihindari Saat Flu Berat?
Secara sederhana, flu berat dapat diidentifikasi dengan gejala yang muncul di bawah leher, seperti nyeri otot, menggigil, kelelahan, hingga gangguan perut. Saat gejala flu berat melanda, maka lebih baik untuk beristirahat. Sebab, gejala di bagian leher ke bawah menandakan penyakit yang serius. Apalagi jika seseorang memiliki penyakit asma atau gangguan kondisi jantung.
"Demam menandakan adanya masalah yang sedikit lebih serius. Jika Anda menambahkan tekanan dari aktivitas fisik di saat seperti itu, ada kekhawatiran Anda bisa mengalami masalah dehidrasi dan kesulitan dalam mengatur suhu tubuh," tegas dr. Rainey, dikutip dari Cleveland Clinic.
"Jika Anda sudah kehilangan banyak cairan akibat muntah atau diare, memaksakan diri untuk berolahraga dapat menyebabkan Anda pingsan. Tentu saja, kita tidak menginginkan hal itu terjadi," lanjutnya.
Mengutip laman Centers for Disease Control and Prevention, berolahraga saat tubuh mengalami gejala yang lebih serius justru dapat memperparah kondisi medis yang ada. Flu berat juga dapat menyebakan komplikasi yang mengancam jiwa. Komplikasi flu atau pneumonia terjadi akibat infeksi gabungan antara virus influenza dan bakteri.
Pada titik tertentu, flu berat juga dapat memicu peradangan pada jantung (miokarditis), otak (ensefalitis), atau jaringan otot (miositis, rhabdomyolisis), serta kegagalan multi-organ.

Infeksi virus influenza pada saluran pernapasan dapat memicu respons peradangan ekstrem di dalam tubuh dan menyebabkan sepsis. Tanda-tanda komplikasi flu ini meliputi sesak napas, nyeri dada atau perut, demam yang muncul berulang, hingga kejang.
Dalam kondisi flu berat, rekomendasi terbaik yaitu beristirahat. Perlu diketahui, melewatkan olahraga selama beberapa hari tidak akan memengaruhi performa Anda secara signifikan setelah kondisi membaik. Dengan begitu, tidak ada kerugian apapun jika Anda beristirahat saat flu berat.
Lantas, kapan orang yang flu berat dapat berolahraga kembali? Jika tubuh Anda mulai membaik, tidak demam, dan tidak mengonsumsi obat penurun demam selama 24 jam. Setelah masa tersebut, Anda dapat melakukan aktivitas seperti biasa dan potensi penularan virus semakin rendah.
Kendati begitu, tubuh masih butuh waktu lebih lama untuk benar-benar menghilangkan virus tersebut. Namun, lakukan peregangan ringan terlebih dahulu dengan memutar lengan, memutar tubuh, dan mengangkat lutut tinggi agar tubuh tidak kaku dan sirkulasi darah semakin lancar.
Perlu diingat, saat tubuh mengalami flu ringan, intensitas olahraga perlu disesuaikan. Caranya, pilih aktivitas ringan dan tinggalkan latihan intensitas tinggi. Selain itu, kurangi durasi olahraga dari durasi normal. Tidak perlu memaksakan diri untuk menyelesaikan sesi latihan, terutama jika tubuh mulai kelelahan.
Pastikan berfokus pada pemulihan dengan melakukan latihan ringan. Pastikan tubuh tetap terhidrasi ketika olahraga ringan dengan mengonsumsi air putih sebelum, selama, dan setelah berolahraga.
Jika tubuh mulai sehat kembali, lakukan peningkatan intensitan dan durasi latihan secara bertahap. Cara ini dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan setelah jatuh sakit.
"Tingkatkan intensitas dan durasi secara perlahan, sambil terus memantau kondisi tubuh Anda. Jika muncul gejala seperti kelelahan ekstrem, pusing, atau sesak napas, kurangi kembali intensitas latihan Anda," ujar Dr. Brown.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id


































