Beasiswa Santri 2021 Kuliah S1 & S2: Jadwal Daftar, Syarat, Kuota

Oleh: Addi M Idhom - 18 Maret 2021
Dibaca Normal 7 menit
Pendaftaran calon penerima Beasiswa Santri 2021 untuk kuliah S1 dan S2 dibuka oleh Kemenag pada Maret sampai April mendatang.
tirto.id - Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan bahwa pendaftaran Beasiswa Santri 2021 telah resmi dibuka. Beasiswa Santri 2021 terbuka bagi peserta didik pesantren yang meminati sejumlah program studi (prodi) S1 dan S2 di beberapa kampus negeri ataupun swasta.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono Abdul Ghafur mengatakan program beasiswa ini bagian dari upaya Kemenag menguatkan kapasitas pesantren dalam kajian ilmu agama maupun sosial-humaniora dan sains-teknologi.

"Selain ahli dalam ilmu agama dan dakwah, para alumni PBSB diharapkan dapat menjadi pionir pemberdayaan masyarakat di lingkungan pondok pesantren," kata Waryono dalam siaran resmi Kemenag.

Masa pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) tersebut dibuka selama satu bulan, sejak tanggal 16 Maret sampai dengan 15 April 2021.

Detial jadwal Pendaftaran Beasiswa Santri 2021, seleksi, pengumuman hasil, hingga pencairan dana bantuan ialah berikut ini:

  • Periode Pendaftaran: 15 Maret – 15 April 2021
  • Verifikasi dan Validasi Data: 15 Maret – 19 April 2021
  • Pegumuman Layak Ikut Seleksi: 20 April 2021
  • Seleksi Tahap 1 (Tes Berbasis Elektronik): 27 April 2021
  • Pengumuman Kelulusan Seleksi Tahap 1: 7 Mei 2021
  • Seleksi Tahap 2 (Tes Lisan Online): 18 – 21 Mei 2021
  • Pengumuman Kelulusan Seleksi Tahap 2: 31 Mei 2021
  • Legalisasi Administrasi di Kanwil Kemenag: 1 – 8 Juni 2021
  • Pendaftaran di Kampus Mitra PBSB: Sesuai kalender Akademik Kampus
  • Pencairan dan Penyaluran Dana Beasiswa: Juli 2021.

Program Kemenang ini memberi kesempatan bagi para santri untuk memperoleh beasiswa penuh bagi mahasiswa program S1 paling lama 48 bulan. Beasiswa penuh paling lama 24 bulan juga bisa diperoleh mahasiswa program S2. Beasiswa penuh bagi mahasiswa peserta Pendidikan Profesi juga bisa didapatkan paling lama 24 bulan.

Adapun dana beasiswa yang diberikan bagi para santri yang lolos seleksi PBSB 2021 terdiri atas: biaya pendidikan dan biaya tunjangan (biaya hidup dan biaya tugas akhir).

Selain itu, Kemenag bakal menyediakan biaya dukungan untuk membantu peningkatan prestasi akademik dan non akademik berdasarkan rekomendasi kampus minta PBSB.


Mekanisme Pendaftaran Beasiswa Santri 2021

Pendaftaran Beasiswa Santri 2021 dibuka secara online, yakni melalui sistem aplikasi yang ada di situs milik Kemenag: ditpdpontren.kemenag.go.id/pendaftaranpbsb/.

Menurut Kepala Subdit Pendidikan Pesantren, Basnang Said, pendaftaran calon penerima Beasiswa Santri 2021 mengikuti mekanisme dua tahapan.

Pada tahap pertama, operator pesantren harus mendaftarkan profil lembaganya lengkap dengan Nomor Statistik Pesantren (NSP).

Apabila pesantren belum punya NSP, atau NSP yang didaftarkan tidak sesuai dengan data EMIS Ditjen Pendidikan Islam, proses registrasi pendaftaran secara otomatis tidak dapat dilanjutkan.

Sementara jika NSP dan pesantren sesuai dengan data EMIS, operator pesantren tinggal memilih nama-nama santri yang akan didaftarkan menjadi calon penerima Beasiswa Santri 2021. Nama-nama santri termuat dalam daftar yang selama ini dimutakhirkan oleh operator pesantren.

"Selanjutnya santri akan mendapatkan nomor registrasi," jelasnya.

Pada tahap kedua, santri yang sudah didaftarkan oleh operator pesantren bisa login ke aplikasi di situs Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren. Login dilakukan dengan menggunakan nomor registrasi yang diterima santri.

Setelah berhasil login, santri akan diminta melengkapi form isian data biodata, dokumen dan informasi pribadi serta keluarga, raport hingga sertifikat prestasi.

Menurut Said, sistem aplikasi pendaftaran Beasiswa Santri 2021, akan menyeleksi secara otomatis data-data, dokumen, dan informasi yang diberikan oleh santri pendaftar PBSB.

Dia juga mengingatkan, ada sanksi jika santri yang mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus seleksi dan atau saat kuliah di perguruan tinggi. Sanksi itu misalnya pondok pesantren asal santri tidak akan diperkenankan mendaftar PBSB selama satu tahun.


Kuota Beasiswa Santri 2021 dan Daftar Prodi Pilihan

Dalam penyelenggaraan Beasiswa Santri 2021, Kemenag bekerja sama dengan 21 kampus mitra yang menyediakan prodi S1 dan S2 untuk dipilih oleh pendaftar program ini (PBSB).

Di antara 21 kampus tersebut, sebagian merupakan perguruan tinggi negeri dan lainnya swasta. Para pendaftar Beasiswa Santri 2021 bisa memilih kampus dan prodi yang diminatinya.

Kepala Subdit Pendidikan Pesantren, Basnang Said menyarankan mereka yang mendaftar Beasiswa Santri 2021 agar membaca panduan pendaftaran serta menentukan pilihan jurusan yang diminati sesuai kemampuannya.

"Kami berharap santri sebelum mendaftar lebih dulu memahami secara betul jurusan-jurusan yang akan dipilih, serta prosedur dan dokumen persyaratan sesuai pedoman pendaftaran PBSB," kata dia.

"Hal ini agar santri dapat juga mengukur kemampuannya pada jurusan yang dipilih dan tidak mengundurkan diri ketika sudah dinyatakan lulus seleksi," dia menambahkan.

Berikut daftar 21 kampus beserta prodi S1 maupun S2 yang bisa dipilih pendaftar Beasiswa Santri 2021, sekaligus info kuota kursi yang tersedia.

1. Pilihan Kampus dan Prodi S1 Beasiswa Santri 2021

  • UIN Alauddin, Makassar (Kesehatan Masyarakat/kuota 10 santri)
  • UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang (Perbankan Syariah/kuota 10 santri)
  • UIN Sunan Ampel Surabaya (Pengembangan Masyarakat Islam/kuota 10 santri)
  • UIN Sunan Gunung Djati, Bandung (Tasawuf Psikoterapi/kuota 10 santri)
  • UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta (Ilmu Kesejahteraan Sosial/kuota 10 santri)
  • UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (Kedokteran dan Pendidikan Dokter/kuota 8 santri)
  • UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (Farmasi/kuota 8 santri)
  • UIN Walisongo, Semarang (Ilmu Falak/kuota 10 santri)
  • UIN Sumatera Utara, Medan (Hukum/kuota 10 santri)
  • IPB, Bogor (Teknik Industri Pertanian/kuota 5 santri)
  • ITS, Surabaya (Teknik Informatika/kuota 5 santri)
  • UGM Yogyakarta (Ilmu Komunikasi/kuota 4 santri)
  • UGM Yogyakarta (Psikologi/kuota 4 santri)
  • Unisma, Malang (Pendidikan Dokter/kuota 2 santri)
  • UPI, Bandung (Bimbingan Konseling/kuota 5 santri)
  • UPI, Bandung (Teknologi Pendidikan/5 santri)
  • UI, Jakarta (Ilmu Hukum/kuota 2 santri)
  • UI, Jakarta (Ilmu Keperawatan/kuota 2 santri)
  • UI, Jakarta (Ilmu Ekonomi/kuota 2 santri)
  • UI, Jakarta (Manajemen/kuota 2 santri)
  • UI, Jakarta (Ilmu Ekonomi Islam/kuota 2 santri)
  • UI, Jakarta (Hubungan Internasional/kuota 2 santri)
  • UI, Jakarta (Teknik Industri/kuota 2 santri)
  • UNJ, Jakarta (Pendidikan Ekonomi/kuota 10 santri)
  • Unusia, Jakarta (Sejarah Kebudayaan Islam/kuota 10 santri)
  • Unwahas, Semarang (Hukum Ekonomi Syariah/kuota 10 santri)
  • Uninus, Bandung (Perbankan Syariah/kuota 10 santri)
  • UIM, Makassar (Agrobisnis/kuota 10 santri)
  • UIM, Makassar (Agroteknologi/kuota 10 santri)
  • Unram, Mataram (Ekonomi/kuota 10 santri).
2. Pilihan Kampus dan Prodi S2 Beasiswa Santri 2021

  • UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta (Magister Informatika/kuota 10 santri)
  • UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta (Pascasarjana Interdisciplinary Islamic Studies; Konsentrasi Kajian Industri dan Bisnis Halal/kuota 10 santri)
  • Institut Agama Islam Bunga Bangsa, Cirebon (Pascasarjana Manajemen Pendidikan Islam/ kuota 10 santri).


Syarat Pendaftaran Beasiswa Santri 2021

Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, memberlakukan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh para pendaftar Beasiswa Santri 2021.

Terdapat 3 kelompok persyaratan yang perlu diperhatikan oleh para santri yang bakal mendaftar Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) tahun ini.

Ketiganya adalah persyaratan umum, persyaratan khusus, dan persyaratan dokumen. Mengutip penjelasan di Booklet PBSB 2021, berikut ini detail syarat pendaftaran Beasiswa Santri 2021.

Persyaratan Umum

1. Santri Warga Negara Indonesia.
2. Santri berasal dari Pesantren yang terdaftar di Kemenag, dibuktikan dengan kepemilikan Nomor Statistik Pesantren (NSP) yang terdaftar pada Kementerian Agama.
3. Santri mukim minimal 3 tahun berturut-turut, dibuktikan Surat Keterangan yang ditandatangani oleh pimpinan Pesantren (format terlampir).
4. Memiliki akhlak terpuji dan direkomendasikan oleh Pimpinan Pesantren dibuktikan dengan Surat Rekomendasi dari Pimpinan Pesantren Asal Santri.
5. Memiliki kemampuan berbahasa Arab.
6. Memiliki kemampuan membaca dan memahami Kitab Kuning.
7. Memiliki wawasan dan komitmen implementasi nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil’alamin.
8. Memiliki wawasan dan komitmen implementasi nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, integritas.
9. Diutamakan santri yang memiliki prestasi akademik dan non akademik, dibuktikan dengan nilai raport 1 tahun terakhir, piagam atau sertifikat.
10. Diutamakan santri berprestasi berasal dari keluarga kurang mampu.
11. Syarat Pilihan Program Sarjana (S1):

a. Santri tingkat akhir atau santri lulusan tahun 2019, 2020, dan 2021 dari Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Pendidikan Kesetaraan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS), Madrasah Aliyah Swasta (MAS) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang terintegrasi dan/atau berada dan menjadi bagian dari Pondok Pesantren.

b. Berusia maksimal (per 1 Juli 2021): 20 tahun untuk santri tingkat akhir pada MAS/MAN yang
terintegrasi dan/atau berada dan menjadi bagian dari Pondok Pesantren (lahir pada tanggal 1 Juli 2001, 2 Juli 2001, dan seterusnya); DAN 23 tahun untuk santri lulusan SPM/PDF/PKPPS (lahir pada
tanggal 1 Juli 1998, 2 Juli 1998, dan seterusnya).

12. Syarat Pilihan Program Magister (S2):

a. Santri Sarjana yang berasal dari Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Pendidikan Kesetaraan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS), Madrasah Aliyah Swasta (MAS) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang terintegrasi dan/atau berada dan menjadi bagian dari Pondok Pesantren.

b. Berusia maksimal 35 tahun per-tanggal 1 Juli 2021.

Persyaratan Khusus

1. Syarat Khusus Pilihan Program Sarjana (S1):

a. Pilihan Program Studi Perbankan Syariah di UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang:

  • Saat mendaftar, santri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 10 juz;
  • Saat menyelesaikan kuliah, mahasantri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 30 juz;
  • Santri wajib menjaga dan mempertahankan hafalan al-Qur’an yang dikuasai.

b. Pilihan Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta:

  • Saat mendaftar, santri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 1 juz;
  • Saat menyelesaikan kuliah, mahasantri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 5 juz;
  • Santri wajib menjaga dan mempertahankan hafalan al-Qur’an yang dikuasai.
c. Pilihan Program Studi Tasawuf Psikoterapi pada UIN Sunan Gunung Djati, Bandung:

  • Saat mendaftar, santri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 1 juz;
  • Saat menyelesaikan kuliah, mahasantri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 5 juz;
  • Santri wajib menjaga dan mempertahankan hafalan al-Qur’an yang dikuasai.

d. Pilihan Program Studi Kedokteran dan Farmasi pada UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta:

  • Saat mendaftar, santri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 1 juz;
  • Saat menyelesaikan kuliah, mahasantri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 5 juz;
  • Santri wajib menjaga dan mempertahankan hafalan al-Qur’an yang dikuasai.

2. Syarat Khusus Pilihan Program Magister (S2):

a. Pilihan Program Magister Informatika di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta:

  • Lulusan S1 atau Sarjana Terapan (D4) dengan latar belakang keilmuan semua jurusan, dibuktikan dengan (minimal) Surat Keterangan Lulus.
  • Jika lulusan perguruan tinggi luar negeri harus menyertakan fotokopi surat keterangan penyetaraan ijazah dari Kemenristekdikti/Kementerian Agama yang dilegalisir;
  • IPK minimal 3.00 (dibujtikan transkrip nilai jenjang S1 dan sederajat yang dilegalisir);
  • Lulus dari Prodi yang terakreditasi;
  • Lulus dari perguruan tinggi yang terdaftar dalam PD-Dikti;
  • Memiliki proposal rencana penelitian untuk tesis;
  • Melampirkan Surat Rekomendasi dari pimpinan Pesantren asal santri sarjana;
  • Melampirkan Surat Izin dari pimpinan Pesantren atau guru besar atau dosen atau atasan langsung bagi yang sudah bekerja;
  • Menyerahkan surat Pernyataan Kesiapan Tinggal di Pesantren sekitar Perguruan Tinggi Mitra
  • saat menempuh studi;
  • Menyerahkan daftar publikasi karya ilmiah yang telah diterbitkan (jika ada).

b. Pilihan Program Magister Interdisciplinary Islamic Studies Konsentrasi Industri dan Bisnis Halal pada UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta:

  • Lulusan S1 dan sederajat dengan latar belakang keilmuan semua jurusan, dibuktikan dengan (minimal) Surat Keterangan Lulus.
  • Jika lulusan perguruan tinggi luar negeri menyertakan fotokopi surat keterangan penyetaraan ijazah dari Kemenristekdikti/Kementerian Agama yang dilegalisir;
  • Saat mendaftar, santri sarjana menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 5 juz;
  • Memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Arab atau bahasa Inggris yang masih berlaku dengan skor sekurang-kurangnya TOAFL 500, TOEFL ITP 450, TOEFL iBT 45, IELTS 5, atau TOEIC 500;
  • IPK minimal 3.00 (dibuktikan transkrip nilai jenjang S1 dan sederajat yang dilegalisir);
  • Lulus dari Prodi yang terakreditasi;
  • Lulus dari perguruan tinggi yang terdaftar dalam PD-Dikti;
  • Memiliki proposal rencana penelitian untuk tesis;
  • Melampirkan surat Rekomendasi dari pimpinan Pesantren asal santri sarjana;
  • Melampirkan surat izin dari pimpinan pesantren atau guru besar atau dosen atau atasan langsung bagi yang sudah bekerja;
  • Menyerahkan surat Pernyataan Kesiapan Tinggal di Pesantren sekitar Perguruan Tinggi Mitra saat menempuh studi;
  • Menyerahkan daftar publikasi karya ilmiah yang telah diterbitkan (jika ada).

c. Pilihan Program Magister Manajemen Pendidikan Islam di Institut Agama Islam Bunga Bangsa, Cirebon:

  • Lulusan S1 dan sederajat dengan latar belakang keilmuan semua jurusan, dibuktikan dengan (minimal) Surat Keterangan Lulus.
  • Jika lulusan perguruan tinggi luar negeri menyertakan fotokopi surat keterangan penyetaraan ijazah dari Kemenristekdikti/Kementerian Agama yang dilegalisir;
  • IPK minimal 3.00 (dibuktikan transkrip nilai jenjang S1 dan sederajat yang dilegalisir);
  • Lulus dari Prodi yang terakreditasi;
  • Lulus dari perguruan tinggi yang terdaftar dalam PD-Dikti;
  • Memiliki proposal rencana penelitian untuk tesis;
  • Melampirkan Surat Rekomendasi dari pimpinan Pesantren asal santri sarjana;
  • Melampirkan Surat Izin dari pimpinan Pesantren atau guru besar atau dosen atau atasan langsung bagi yang sudah bekerja;
  • Melampirkan surat Pernyataan Kesiapan Tinggal di Pesantren sekitar Perguruan Tinggi Mitra
  • saat menempuh studi;
  • Melampirkan daftar publikasi karya ilmiah yang telah diterbitkan (jika ada).

Persyaratan Dokumen

1. Persyaratan dokumen untuk Pilihan Program Sarjana (S1):

  • Scan Asli Pas Foto Berwarna ukuran 3x4;
  • Scan Asli Kartu Tanda Penduduk (KTP);
  • Jika santri belum memiliki KTP bisa diganti Scan Akte Kelahiran/Surat Keterangan Lahir;
  • Scan Kartu Keluarga;
  • Scan Asli Surat Keterangan Mukim yang ditandatangani pimpinan Pesantren;
  • Scan Asli Surat Rekomendasi dari Pesantren asal santri yang ditandatangani oleh pimpinan Pesantren
  • Scan Asli Raport Halaman Identitas Santri dan Halaman Nilai 1 Tahun Terakhir;
  • Scan Asli Salinan Ijazah Yang Dilegalisir atau Surat Keterangan Lulus MAS/MAN/SPM/PDF/PKPPS bagi lulusan tahun 2019 dan 2020;
  • Scan Asli Surat Pernyataan Kebenaran Data dan Dokumen yang bermaterai Rp.10.000,- dan bertanda tangan santri bersangkutan;
  • Scan Asli Piagam atau Sertifikat Prestasi Akademik dan/atau Non Akademik (jika ada)

2. Persyaratan dokumen untuk Pilihan Program Magister (S2):

  • Scan Asli Pas Foto Berwarna ukuran 3x4;
  • Scan Asli Kartu Tanda Penduduk;
  • Scan Akte Kelahiran/Surat Keterangan Lahir;
  • Scan Kartu Keluarga;
  • Scan Asli Surat Rekomendasi dari Pesantren asal santri sarjana yang ditandatangani oleh pimpinan Pesantren;
  • Scan Asli Salinan Ijazah S1 dan sederajat yang telah dilegalisir;
  • Scan Asli Salinan Transkrip nilai jenjang S1 dan sederajat yang telah dilegalisir;
  • Proposal rencana penelitian untuk tesis;
  • Scan Asli Surat Izin dari pimpinan Pesantren atau guru besar atau dosen atau atasan langsung bagi yang sudah bekerja;
  • Daftar publikasi karya ilmiah yang telah diterbitkan (jika ada);
  • Scan Asli Sertifikat resmi bukti penguasaan bahasa Arab atau bahasa Inggris yang masih berlaku dengan skor sekurang-kurangnya TOAFL 500, TOEFL ITP 450, TOEFL iBT 45, IELTS 5, atau TOEIC 500 (untuk pilihan Program Magister Interdisciplinary Islamic Studies Konsentrasi Industri dan Bisnis Halal pada UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta);
  • Scan Asli Piagam atau Sertifikat Prestasi Akademik dan/atau Non Akademik (jika ada).

Info selengkapnya tentang pendaftaran Beasiswa Santri 2021, bisa dibaca melalui link dokumen ini atau dengan mengakses link situs ini.


Baca juga artikel terkait BEASISWA atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Pendidikan)

Penulis: Addi M Idhom

Fotografer:Agung DH
DarkLight