Bappenas Bantah Forum IMF Tak Dorong Jumlah Kunjungan Wisatawan

Oleh: Hendra Friana - 4 Desember 2018
Dibaca Normal 1 menit
Angka kunjungan turis asing ke Indonesia pada Oktober 2018 lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Namun, Bambang Brodjonegoro membantah forum IMF-Bank Dunia tidak berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan turis asing.
tirto.id - Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Bojonegoro membantah bahwa forum Annual Meeting IMF-Bank Dunia tidak memberikan dampak signifikan bagi kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.

Sebab, kata Bambang, angka kunjungan turis asing ke Indonesia pada Oktober 2018 masih meningkat jika dilihat secara tahunan (year on year).

"Mendorong jumlah wisatawan, kok. Kamu lihat datanya sama Oktober tahun lalu sama tahun ini, tinggi lagi," ucapnya di Hotel Bidakara, Selasa (4/12/2018).

Bambang juga mengklaim forum IMF-Bank Dunia memberikan multiplier effect bagi perekonomian di Bali. Namun, kata dia, "Nanti akan kami paparkan dalam konferensi pers khusus."

Pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia digelar di Nusa Dua, Bali pada tanggal 8-14 Oktober 2018. Forum itu diklaim dihadiri oleh 20-an ribu partisipan dari 189 negara. Pemerintah mengklaim forum tersebut membawa manfaat besar bagi Indonesia, salah satunya memberikan dampak positif bagi industri pariwisata nasional.

Akan tetapi, berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan turis asing pada Oktober 2018 hanya mencapai 1,29 juta. Angka itu turun 5,74 persen dibandingkan data September 2018, yang mencapai 1,37 juta.

Meski secara bulanan turun, kunjungan turis asing selama Januari- November 2018 mencapai 13,24 juta atau naik 11,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017 yang hanya 11,83 juta.

Data BPS pun menyebut, kunjungan turis asing pada Oktober 2018 masih lebih tinggi dibanding bulan yang sama tahun 2017 atau meningkat 11,24 persen. Pada Oktober 2017, jumlah kunjungan turis asing hanya 1,04 juta.

BPS juga mencatat jumlah turis asing yang masuk ke Indonesia pada Oktober 2018 via transportasi udara tercatat mencapai 855,9 ribu kunjungan, sementara lewat jalur laut sebanyak 243,7 ribu, dan jalur darat sebanyak 192,4 ribu.

Khusus di wilayah Bali, kunjungan wisatawan asing via Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Oktober 2018 tercatat turun 7,20 persen menjadi 515,8 ribu dibandingkan data bulan sebelumnya, yaitu 555,8 ribu.


Baca juga artikel terkait PERTEMUAN IMF-BANK DUNIA atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Addi M Idhom