Menuju konten utama

Bank Tanah Siapkan Lahan 360 Hektare untuk Bandara Penunjang IKN

Bandara bakal dibangun dengan panjang runway 3.000 meter dan bisa didarati pesawat berbadan lebar jenis Airbus A400.

Bank Tanah Siapkan Lahan 360 Hektare untuk Bandara Penunjang IKN
Pekerja melintasi jalan lingkar Sepaku di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (25/2/2023).ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.

tirto.id - Badan Bank Tanah menyiapkan lahan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, untuk pembangunan bandar udara (bandara). Hal itu dilakukan sebagai prasarana penunjang transportasi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

"Kami sedang siapkan lahan seluas 360 hektar untuk lokasi pembangunan bandara penunjang transportasi IKN Indonesia baru," kata Pimpinan Proyek Badan Bank Tanah Kabupaten Penajam Paser Utara Syafran Zamzami dikutip dari Antara, Rabu (21/6/2023).

Badan Bank Tanah memastikan pihaknya akan tetap memperhatikan jika terdapat lahan garapan masyarakat yang masuk dalam lokasi pembangunan bandara tersebut. Dia pun berharap pemerintah kabupaten, kecamatan, dan kelurahan mendukung penyiapan lokasi dan pembangunan bandara agar dapat berjalan sesuai perencanaan yang telah ditetapkan.

Lahan untuk lokasi pembangunan bandara merupakan bagian dari bekas lahan (hak guna usaha (HGU) PT Triteknik Kalimantan Abadi (TKA), yang dikelola Badan Bank Tanah seluas 4.162 hektar . Lokasi pembangunan bandara pendukung transportasi IKN Nusantara tersebut terletak di wilayah Kelurahan Gersik, Jenebora, dan Kelurahan Pantai Lango, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara.

"Ditargetkan pematokan batas lahan lokasi pembangunan bandara itu selesai pada 25 Juli 2023," jelasnya.

Pematokan lahan tersebut selain untuk menentukan batas lokasi pembangunan bandara, juga untuk memperjelas apabila ada lahan garapan masyarakat setempat masuk dalam lokasi pembangunan. Bandara tersebut bakal dibangun dengan panjang landasan pacu (runway) 3.000 meter dan bisa didarati pesawat berbadan lebar jenis Airbus A400. Bandara IKN Indonesia baru yang dibangun bertipe bandara internasional, sekaligus dapat digunakan keperluan militer dengan berkoordinasi TNI Angkatan Udara.

"Pemerintah pusat menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 31 Tahun 2023, sebagai aturan percepatan pembangunan dan pengoperasian bandara naratama (very very important person/VVIP) untuk pendukung IKN Indonesia baru," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis Sumadaliga menyampaikan, perkembangan pengerjaan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) sudah dimulai. Bangunan meliputi kawasan istana presiden atau kantor presiden dan juga lapangan upacara.

"Itu terakhir progressnya waktu saya terakhir 10 hari lalu sekitar 6-7 persen," kata Danis saat dihubungi, Senin (20/2/2023).

Danis menuturkan di dalam kawasan Istana Presiden juga akan dibangun gedung pasukan pengaman presiden dan gedung Sekretariat Kepresidenan. Progress keduanya juga sudah sekitar 6-7 persen karena masih dalam satu kompleks kawasan.

"Di samping itu ada pekerjaan tiga kantor Kemenko (Kementerian Koordinator)," ujarnya.

Dari empat kantor Kemenko, tiga diantaranya sudah melakukan tandatangan kontrak dan berjalan sekitar sebulan dengan progress mencapai 3-4 persen. Sementara satu Kemenko belum meneken kontrak pengerjaan.

"Yang satu belum kontrak saya lagi monitor. Masih proses pengadaan," imbuhnya.

Kemudian, lanjut dia di dalam KIPP ada pengerjaan jalan di dalam yang terdiri dari sumbu barat dan sumbu timur. Serta pembangunan area terbuka untuk sumbu kebangsaan.

"Itu sudah jalan," singkatnya.

Baca juga artikel terkait PROYEK IKN atau tulisan lainnya dari Antara

tirto.id - Bisnis
Penulis: Antara
Editor: Intan Umbari Prihatin