tirto.id - Kelas Tirto x Jagoan Kampus hadir memberikan wawasan mengenai keuangan, karier, serta dunia digital kepada mahasiswa di tiga kampus ternama Yogyakarta pada 12-14 Juni 2025 kemarin. Terselenggara berkat kolaborasi Tirto dan Bank Jago, kelas bertajuk "Cerdas di Era Digital Goes to Yogyakarta" tersebut mengusung semangat meningkatkan literasi digital dan finansial di kalangan generasi muda.
Selain mengajak Bank Jago sebagai mitra utama, Tirto menggandeng Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan UPN Veteran Yogya. Ketiga kampus ini sekaligus menjadi tempat kegiatan acara ini. Dukungan untuk Kelas Tirto di Yogyakarta juga datang dari PT Pelindo Regional 3.
Dalam Kelas Tirto di tiga kampus tersebut, dua praktisi Bank Jago turut membagikan kiat-kiat pengelolaan keuangan dan pengembangan karier kepada mahasiswa. Tidak hanya itu, mereka memperkenalkan fitur aplikasi Bank Jago untuk membantu pengelolaan keuangan dan program internship (magang) yang terbuka bagi mahasiswa.
Fitur Kantong Bank Jago untuk Atur Pengeluaran
Pembahasan seputar literasi keuangan menjadi salah satu sesi utama dalam Kelas Tirto x Jagoan Kampus di Yogyakarta. Melalui sesi ini, Sustainability Program Activation Specialist dari Bank Jago, Andhina Aryani, mengupas aspek-aspek penting pengelolaan keuangan.
Andhina juga mendorong para mahasiswa agar menjauhi gaya hidup YOLO (you only live once) yang kerap memicu pengeluaran berlebihan di kalangan anak muda. Dia tidak lupa memotivasi mahasiswa supaya menata keuangan pribadi sejak dini yang bisa dimulai dari kebiasaan kecil, seperti mencatat pengeluaran.
Namun, Andhina mengingatkan, banyak laporan riset menunjukkan sulitnya mengendalikan hasrat belanja karena faktor dorongan emosi sering kali lebih dominan dari pertimbangan rasional. Maka itu, sebagai bank digital yang relevan bagi aktivitas finansial generasi muda, Bank Jago menghadirkan solusi praktis mengelola pengeluaran melalui fitur Kantong.
Menurut Andhina, fitur kantong di aplikasi Bank Jago dirancang untuk membantu pengguna mengelola pengeluaran secara lebih terstruktur dan terencana. Fitur ini membantu nasabah Bank Jago mengambil keputusan belanja secara lebih bijak.
Fitur aplikasi Bank Jago itu menyediakan 60 jenis kantong berbeda untuk mengalokasikan pengeluaran. Dengan memanfaatkan fitur ini, pengguna aplikasi Bank Jago bisa mengatur pengeluarannya secara logis serta lebih mudah mengalokasikan uang untuk tabungan.
Alokasi uang di kantong-kantong tadi dapat diatur sesuai kebutuhan seperti untuk belanja kebutuhan harian, makan, sewa kost, beli buku, liburan, tabungan, hingga dana darurat.
Aplikasi Bank Jago membagi 60 jenis kantong menjadi tiga kategori, yakni Kantong Utama, Kantong Nabung, dan Kantong Bayar. Dengan ini, pengguna Bank Jago bisa memisahkan uangnya dalam pos-pos berbeda, sehingga pengeluaran tidak terkendali atau pemborosan bisa dihindari.
Dalam pemaparannya, Andhina menggarisbawahi, kebebasan finansial tidak terwujud hanya karena pendapatan yang besar, melainkan justru kontrol diri. Dia pun mengajak mahasiswa mengenali kondisi finansial masing-masing dan mulai menyiapkan fondasi keamanan serta kesehatan finansialnya.
Fitur Kantong di aplikasi Bank Jago pun hadir sebagai alat bantu yang relevan bagi generasi muda untuk mencapai keamanan dan kesehatan finansial. Mahasiswa bisa memetakan dan merencanakan pengeluarannya secara praktis lewat aplikasi Bank Jago, Alih-alih mencatat secara manual.
Program Internship Bank Jago Buka Peluang bagi Mahasiswa
Gelar wicara membahas pengembangan karier menjadi salah satu sesi menarik dalam Kelas Tirto x Jagoan Kampus di Yogyakarta. Branding, Attraction, and Engagement Lead dari Bank Jago, Dwi Gelegar Gilang, mengisi sesi ini dengan menerangkan berbagai perubahan terkini di dunia kerja.
Kepada para mahasiswa, dia memaparkan sejumlah fakta yang menunjukkan dinamisnya lanskap dunia kerja yang kini serba digital dan menuntut kemampuan lintas-bidang.
Gilang pun menyarankan agar mahasiswa tidak sekadar mengikuti tren dalam menyiapkan karier setelah lulus kelak. Untuk mampu bersaing di dunia kerja, menurut dia, mahasiswa perlu belajar menjadi profesional yang adaptif, haus akan pengetahuan baru, dan mampu berkomunikasi dengan baik di berbagai lingkungan.
Gilang berpendapat, mahasiswa sebaiknya tidak bergantung sepenuhnya pada bidang yang dipelajari saat kuliah. Mempelajari berbagai kompetensi melalui aktivitas organisasi hingga kursus juga penting untuk menopang persiapan memasuki dunia kerja.
Salah satu sarana efektif lainnya untuk mematangkan persiapan menapaki karier, sekaligus memahami pola kerja di industri, adalah mengikuti program internship (magang).
Mengingat pentingnya persiapan angkatan kerja baru, Bank Jago pun menggelar program internship yang terbuka bagi mahasiswa aktif minimal semester 6. Program ini memberikan peluang bagi para mahasiswa untuk mencari pengalaman kerja di berbagai posisi. Program magang di Bank Jago dirancang sebagai ekosistem pembelajaran yang terbuka, kolaboratif, sekaligus menumbuhkan skill digital.
Menurut Gilang, peminat program internship Bank Jago cukup tinggi. Tahun lalu, pendaftar program ini mencapai ribuan meski kuota lowongan jauh lebih sedikit.
Bank Jago biasa menyelenggarakan program internship untuk periode magang dari bulan Agustus sampai Februari. Gilang memastikan program internship di Bank Jago juga akan dibuka kembali pada tahun ini.
Untuk mengakses info pembukaan pendaftaran mengikuti program ini, Gilang menyarankan agar mahasiswa mengecek secara rutin akun Instagram @bersamakitajago dan LinkedIn Bank Jago.
Editor: Addi M Idhom
Masuk tirto.id


































