Bagong Kussudiardja Wariskan Kegiatan Seni lewat Padepokan

Oleh: Yuliana Ratnasari - 9 Oktober 2017
Dibaca Normal 1 menit
Pendirian padepokan seni dimaksudkan Bagong untuk membawa seniman dan masyarakat luas belajar kesenian agar tumbuh memberikan kontribusi untuk kehidupan manusia.
tirto.id - Google Doodle hari ini, Senin (9/10/2017), merayakan hari lahir seniman asal Indonesia bernama Bagong Kussudiardja. Selain dikenal sebagai koreograf, ia juga seorang pelukis, pematung dan penyair yang berani mendobrak batasan. Hingga saat ini, kecintaan Bagong terhadap seni masih terus diwariskan dan diajarkan lewat sebuah padepokan di selatan Yogyakarta.

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) didirikan pada 2 Oktober 1978 di Bantul, Yogyakarta. Bagong percaya, kehidupan seni memberikan kontribusi untuk perkembangan ide, cita-cita, dan nilai kehidupan manusia.

Karenanya, pendirian PSBK dimaksudkan Bagong untuk membawa seniman dan masyarakat luas belajar kesenian agar tumbuh dan berkembang memberikan kontribusi untuk kehidupan manusia, demikian dikutip Koalisi Seni.

Bagong disebut sebagai pelopor lahirnya tarian modern Indonesia, seperti yang disebut kritikus tari Sal Murgiyanto. Setelah berlatih tari hingga ke Amerika Serikat pada 1957-1958, ia kembali ke Tanah Air dan memperkenalkan teknik tarian yang ia kreasikan melalui padepokannya.

Setelah Bagong Kussudiardja wafat pada 2004, PSBK kini dipimpin anaknya yang juga seorang seniman Butet Kartaredjasa.

PSBK tidak hanya mengajarkan kesenian tari pada seniman-seniman muda tetapi juga berbagai bentuk seni lainnya. Masyarakat luas pun dapat menikmati kesenian lewat pertunjukan tari dan teater yang disuguhkan.

Setiap bulannya, PSBK memiliki agenda khusus “Jagongan Wagen” yang merupakan wujud kolaborasi kreatif yang menjembatani seniman antardisiplin. Program ini merupakan hasil proyek interdisiplin dari beberpa seniman dengan disiplin ilmu seni berbeda. Setelah melalui serangkain latihan di PSBK, para seniman itu pun harus memberikan presentasi pertunjukan yang dikemas dengan apik dan ditonton masyarakat umum.

Program Jagongan Wagen ini tidak hanya menyuguhkan pertunjukan teater dan tari, tetapi juga musik. Adapun karya musik yang ditampilkan berupa musik etnik dengan penyusunan komposisi musik instrumental yang memadukan unsur tradisi dan modern.

Suguhan kesenian yang diperkenalkan di PSBK sesuai dengan kecintaan Bagong terhadap seni tradisional dan modern. Meski dikenal sebagai perintis tari modern, ia memulai kariernya sebagai penari Jawa klasik di Yogyakarta pada 1954. Sejak itu ia belajar Sekolah Tari Kredo Bekso Wiromo, pimpinan seniman tari ternama Pangeran Tedjokusumo, sebelum akhirnya berguru pada seniman tari legendaris Martha Graham.

Baca juga: Bagong Kussudiardja Wariskan Kegiatan Seni lewat Padepokan

Baca juga artikel terkait GOOGLE DOODLE atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Humaniora)

Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari
DarkLight