Petrik Matanasi

Indeks Tulisan

Politik
Kamis, 18 Apr 2019

PSI yang Sekarang Kalah, PSI yang Lama pun Sama

Dulu, Partai Sosialis Indonesia hanya mendapat suara 1,99% dalam Pemilu 1955, kurang lebih sama dengan Partai Solidaritas Indonesia.
Politik
Kamis, 18 Apr 2019

Sejarah Kemenangan NU di Pemilu 1955: Pemilik Mobil Mencari Supir

Partai NU diremehkan kaum Islam modernis menjelang Pemilu 1955. Tapi ia berhasil masuk tiga besar.
Sosial Budaya
Rabu, 17 Apr 2019

Sejarah Konferensi Asia-Afrika yang Lahirkan Solidaritas Global

Konferensi Asia-Afrika digelar untuk menyatukan negara-negara pascakolonial. Indonesia berperan sangat penting dalam pertemuan itu.
Politik
Rabu, 17 Apr 2019

Sejarah Pemilu 1955: Tentara Punya Hak Pilih & Banyak Mencoblos PKI

Tentara boleh memilih dalam Pemilu 1955. Saat itu banyak prajurit AD yang menyoblos PKI.
Politik
Selasa, 16 Apr 2019

Ketika Sukarno dan Soeharto Ikut Antre dan Mencoblos di Pemilu

Sukarno hanya mencoblos dalam Pemilu 1955 saja, sedangkan Soeharto mencoblos hingga 2004.
Politik
Sabtu, 13 Apr 2019

Yunus Yosfiah, Konco Prabowo yang Kariernya Biasa Saja di Era Orba

Yunus Yosfiah adalah perwira tempur yang menjadi jenderal staf di akhir Orde Baru. Pada masa Habibie, dia merupakan Menteri Penerangan yang mencabut SIUPP.
Politik
Jumat, 12 Apr 2019

Sejarah GPK: Lahir di Era Soeharto, Mapan di Yogyakarta

Gerakan Pemuda Ka'bah, ormas pemuda underbouw PPP, termasuk kelompok berpengaruh di Yogyakarta.
Bisnis
Jumat, 12 Apr 2019

Sejarah Krakatau Steel: Sudah Bermasalah Sejak Zaman Soeharto

Krakatau Steel didirikan dua presiden. Dimulai Sukarno, diteruskan Soeharto; dan sudah bermasalah sejak zaman Soeharto.
Humaniora
Jumat, 12 Apr 2019

Peran Sejarah Henk Sneevliet sebagai Mahaguru Pendiri PKI

Sejarah komunis di Indonesia tak lepas dari Sneevliet yang mendirikan ISDV pada 9 Mei 1914 di Surabaya. Ia adalah legenda.
Humaniora
Jumat, 12 Apr 2019

Sejarah Desersi A.H. Nasution: Kabur Naik Sepeda Jember-Bandung

Nasution mengawali karier militer sebagai perwira KNIL dan mengakhirinya sebagai desertir bermodal sepeda. Belakangan dia jadi orang penting di militer Indonesia.