Cahyo PE

Cahyo Purnomo adalah kontributor tirto.id untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. 

Indeks Tulisan

Hukum
Senin, 15 Jun

Cerita Eks Ketua BEM UGM Tiyo Temukan 2 Alat Pelacak di Mobilnya

Tiyo tak tahu apakah dua alat pelacak yang terpasang di mobilnya saling berkaitan atau berbeda waktu pemasangannya.
Politik
Sabtu, 13 Jun

Demonstrasi di Gejayan Minta Pemerintah Setop Program MBG

Ratusan massa dari Aliansi Rakyat Memanggil membawa 10 tuntutan bagi pemerintah.
Bisnis
Kamis, 4 Jun

Prabowo Usul Reaktivasi Bandara Adisutjipto, Ini Kata Sri Sultan

Sri Sultan HB X merespons usulan Prabowo soal reaktivasi penerbangan komersial di Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Sebut usulan bisa dilakukan.
Hukum
Rabu, 3 Jun

Balita di Bantul Ditemukan Terikat Lakban dalam Kamar Kontrakan

Warga Pleret geger temukan balita 3 tahun di Bantul terikat lakban di dalam kontrakan kosong. Polisi kini amankan ibu korban.
News Plus
Rabu, 3 Jun

Kisah Sutopo, Pensiunan TNI di Balik Becak Pustaka Jogja

Sejak 2017, Sutopo menginisiasi Becak Literasi demi mendekatkan buku kepada para pembaca terutama di Yogyakarta.
Sosial Budaya
Senin, 1 Jun

Ada Gas Metana & Hidrogen di Rumah Terbakar Misterius Sleman

Rumah di Sleman yang terbakar misterius puluhan kali menemui kemajuan tentang penyebabnya. Tim UGM menemukan kandungan gas metana dan hidrogen di sana.
Sosial Budaya
Minggu, 31 Mei

Penjelasan UGM & UPN soal Penyebab Kebakaran Misterius di Sleman

Tim dari Geologi UGM dan UPN Yogyakarta menduga kebakaran misterius sebuah rumah di Sleman disebabkan oleh gas metana.
Hukum
Kamis, 28 Mei

Salah Satu Wisatawan Tewas di Temanggung adalah Mahasiswa UGM

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, Prof. Setiadi, membenarkan kabar duka itu.
Sosial Budaya
Kamis, 28 Mei

Rumah Seorang Warga Sleman Alami 39 Kali Kebakaran Misterius

Tim Gegana menduga rentetan kebakaran ini terjadi karena ada kebocoran gas metana yang berasal dari septic tank.
Sosial Budaya
Kamis, 28 Mei

Keraton Jogja Sederhanakan Grebeg Besar, Tiadakan Kirab Prajurit

Tahun ini, Keraton Yogyakarta tak lagi mengeluarkan arak-arakan prajurit maupun gunungan.