Menuju konten utama

Helikopter Mi-35M, Monster Udara Rusia Usung Misi Mulia ke Papua

Helikopter Mi-35M buatan Rusia menjadi alutsista baru TNI AD. Rencananya, Mi-35M menjalani misi mulia ke Papua. 

Helikopter Mi-35M, Monster Udara Rusia Usung Misi Mulia ke Papua
Ilustrasi helikopter. antara foto/akbar nugroho gumay/foc/16.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Helikopter serang Mi-35M asal Rusia menambah kekuatan baru Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) usai didatangkan pada September 2026. Monster udara berjuluk "Buaya Terbang" ini bakal bertugas di Papua.

TNI AD resmi mendapatkan kekuatan tempur baru usai mendatangkan dua helikopter Mi-35M, yang disebut-sebut sangat cocok untuk beroperasi di tanah Papua dengan kondisi dipenuhi pegunungan.

Helikopter angkut serbu multiguna (gunship/assault helicopter) buatan Rusia ini akan menjalankan misi di tanah Papua. Alasannya memiliki spesifikasi yang andal. Di antaranya dapat beroperasi saat malam lantaran didukung sistem penglihatan malam, serta kapasitas angkut besar yang mampu membawa beban atau logistik hingga 3-5 ton.

Evakuasi korban pesawat ATR 42-500 menggunakan helikopter

Ilustrasi helikopter milik TNI. ANTARA FOTO/Arnas Padda/rwa.

Garangnya Helikopter Mi-35M, "Buaya Terbang" dari Rusia

Mi-35M adalah helikopter tempur angkut serbu multiguna buatan Rusia hasil modernisasi ekstensif dari keluarga seri legendaris Mil Mi-24 "Hind". Mengutip War Thunder, heli dirancang khusus untuk menghancurkan persenjataan dan peralatan lapis baja, pendaratan, sekaligus dukungan tembakan unit pasukan darat.

Helikopter ini dijuluki sebagai "Buaya Terbang" karena bentuk bagian depan yang mirip kepala buaya atau aligator, ditambah penampilan yang terlihat sangar karena dilapisi pelindung baja.

Mi-35M kerap disebut sebagai "Monster Udara" yang dirancang khusus untuk menghancurkan target darat sekaligus mengangkut pasukan. Pesawat diproduksi oleh pabrik Rostvertol, anak perusahaan dari Russia Helicopters, dan dirancang biro desain militer terkenal asal Rusia, Mil Design Bureau (OKB Mil).

Latihan Mobile Udara Super Garuda Shield 2025

Ilustrasi Helikopter. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.

Dalam catatan Helicopter Specs, berbeda dengan helikopter serang murni umumnya, seperti AH-64 Apache atau Mi-28 Havoc yang hanya bisa diawaki dua orang tanpa ruang muat, Mi-35M memiliki kabin lapang di bagian belakang yang memungkinkan bisa mengangkut hingga 8 personel pasukan bersenjata lengkap maupun muatan logistik hingga 1.500 kg atau untuk evakuasi medis.

Selain itu, Mi-35M juga dapat membawa beban eksternal (sling load) hingga 2.400 kg, dengan kecepatan maksimum bisa mencapai 310 km/jam, kecepatan jelajah sekitar 260 km/jam, serta jarak operasional mencapai 1.000 km.

Meskipun berbobot berat, helikopter Mi-35M ditenagai dua mesin turboshaft Klimov VK-2500, masing-masing berdaya 2.200 HP. Sehingga, helikopter memiliki performa tinggi baik di daerah bersuhu ekstrem maupun dataran tinggi. Dengan begitu, elemen yang menempel memungkinkan bergerak sangat lincah di medan tempur.

Keunggulan lainnya, Mi-35M dilengkapi pelindung baja super kuat di bagian kokpit dan bagian komponen vital mesin. Sistem pelindung menjamin keselamatan awak ketika di medan ekstrem. Ditambah lagi, helikopter dibekali sistem avionik canggih, kacamata penglihatan malam (Night Vision Goggles), serta sensor pencitraan termal yang dapat beroperasi siang, malam, maupun dalam cuaca ekstrem.

Ilustrasi Helikopter

Ilustrasi Helikopter. foto/istockphoto

Dari sisi spesifikasi, mengutip Global Military, Mi-35M memiliki panjang sekitar 17,5 meter, tinggi 3,9 meter, lebar 6,5 meter, serta bobot kosong mencapai 8.200 kg dan 11.500 kg untuk berat maksimum ketika lepas landas.

Persenjataan utama Mi-35M adalah meriam GSh-23L 23mm dengan laju tembak 3.396 butir per menit. Helikopter juga dilengkapi rudal anti-tank 9M120-1 "Ataka", rudal udara 9M39 lgla, serta S-130OF dan S-8KO di bagian kiri dan kanan.

Secara teknis, helikopter tempur Mi-35M mengombinasikan airframe khas dengan elemen aerodinamis mutakhir yang biasa melekat pada helikopter serang Mi-28N Night Hunter. Mengadopsi sistem rotor utama berbasis material titan-komposit, helikopter Mi-35M menggunakan desain bilah propeler komposit lebih ringan yang membuat tingkat kebisingan terbilang lebih rendah ketika terbang.

Dengan keunggulan komponen yang dimiliki, Mi-35M disebut sebagai pesawat tempur serbaguna yang dapat jadi salah satu helikopter andalan, karena tidak hanya berfungsi untuk menyerang saja, melainkan dapat difungsikan untuk membawa logistik sekaligus pasukan infanteri di waktu yang bersamaan.

EDUKASI PERSENJATAAN MILITER INDONESIA

Ilustrasi aminisi senjata berat. ANTARA FOTO/Rahmad

Helikopter Mil Mi-35M diperkirakan memiliki harga jual 36 juta dolar AS (sekitar Rp645,44 miliar). Selain itu, helikopter jenis ini juga terbilang cukup jarang dioperasikan di negara lain karena konfigurasi perangkat elektronik dan komunikasi tergolong sangat rahasia, tidak seperti varian Mi-35P yang banyak diekspor ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Tugas Kemanusiaan Helikopter Mi-35M ke Tanah Papua

Sebagaimana dikutip dari website Defence Security Asia, akuisisi dua helikopter serang Mi-35M sekaligus mempertahankan pijakan industri pertahanan Moskow dengan Indonesia. Dua varian Hind-F tersebut didaratkan sejak September 2026 dan dipastikan memperkuat TNI Angkatan Darat.

Mi-35M akan bergabung dengan helikopter tempur Mi-35P yang telah jadi andalan kemampuan helikopter serang Indonesia sejak 2003. Dua pesawat terbaru itu akan dioperasikan TNI AD di fasilitas udara Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah, dengan tujuan memusatkan kekuatan helikopter serang Indonesia di samping helikopter 64E Apache Guardian buatan Amerika Serikat milik Skuadron II.

Menurut Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, salah satu alasan utama membeli helikopter Mi-35M adalah mengakhiri ketergantungan TNI AD yang selama 10 tahun terakhir kerap menyewa helikopter luar negeri untuk kepentingan tertentu.

"Helikopter Mi-35M adalah heli yang bisa membawa beban. Kalau dulu dibilangnya Kamov untuk di Papua. Jadi selama ini kita hanya bisa menyewa heli yang orang luar negeri punya. Sudah berpuluh tahun ya," ungkap Maruli, dikutip Indonesia Defence.

Peta Papua

Peta Papua. foto/IStockphoto

Selain itu, Maruli juga membeberkan bahwa fungsi operasional helikopter tersebut nantinya ditujukan untuk mendukung pergerakan personel, pasokan logistik, serta paling utama adalah misi kemanusiaan bagi masyarakat di daerah terisolir, seperti di pegunungan Papua.

Sesuai spesifikasi, heli Mi-35M tahan terhadap segala cuaca dan medan. Sehingga, pesawat ini sangat cocok diterjunkan di tanah Papua yang rata-rata dipenuhi pegunungan dengan ketinggian di atas 2.000 mdpl.

Berkaitan dengan misi di Papua, Mi-35M dapat mengangkat beban lebih besar hingga 5 ton bahkan lebih, sekaligus membawa beberapa pasukan infanteri bersenjata lengkap.

“Sekarang kita punya heli yang bisa mengangkat beban secara spek bisa sampai 5 ton. Tapi kalau ketinggian, mungkin kita amannya 3 ton. Sehingga ini juga bisa sekalian mendukung personel kita, juga bisa membantu masyarakat. Selama ini masyarakat di pegunungan di Papua ini bantuan-bantuannya sulit, ya. Karena keterbatasan penerbangan. Nanti ke depan ini, operasional bulan 10 untuk membantu masyarakat,” tambah Maruli.

Ilustrasi Helikopter

Ilustrasi Helikopter. FOTO/iStockphoto

Baca juga artikel terkait MILITER atau tulisan lainnya dari Imanudin Abdurohman

tirto.id - Byte
Kontributor: Imanudin Abdurohman
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Beni Jo