Kami menggunakan cookie untuk mengumpulkan dan menyimpan informasi tentang interaksi Anda dengan situs web Kami. Kami juga membagikan informasi penggunaan situs Kami oleh Anda dengan mitra iklan dan analitik. Data interaksi tersebut akan Kami gunakan sebagai bahan analisa untuk membuat produk/layanan terbaik sesuai preferensi pengguna.
Indeks Tulisan

Hoaks Serangkaian Narasi Menyerang Bocor Alus Politik Tempo
Pihak yang dicatut di media sosial soal narasi menyerang program Bocor Alus Politik telah membantah pernah memberi komentar di klaim unggahan.

Hoaks Video Penangkapan Ridwan Kamil
Video yang beredar di media sosial adalah penangkapan anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas, Bachtiar, pada 11 Maret 2025 lalu, dan bukan Ridwan Kamil.

Hoaks Tautan Pendaftaran Mudik Gratis dari Kemenhub dan BUMN
Pendaftaran mudik gratis Kemenhub dan Kementerian BUMN lewat situs resmi Kemenhub atau aplikasi 'Mitra Darat'.

Hoaks Maarten Paes Dicoret dari Timnas Indonesia
Paes masih ikut berlatih sampai H-1 pertandingan melawan Australia. Kluivert belum mengumumkan daftar 23 pemain sampai dengan Kamis (20/3/2025) pagi.

Tidak Benar Video Penampakan Uang Korupsi PT PLN Rp1,2 T
Video yang beredar di media sosial adalah dokumentasi penyitaan barang bukti sebesar Rp173 miliar terkait kasus korupsi Dirut PLN pada tahun 2019.

Hoaks, Narasi Keluarga Besar Jokowi Terlibat Korupsi Pertamina
Video yang beredar di media sosial adalah unggahan tahun 2024 lalu dari Kompas.com, soal famili Jokowi yang punya jabatan strategis di Pertamina.

Salah Konteks Video Anggota DPR Terima Amplop saat Rapat
Amplop yang diberikan dalam video adalah surat perintah perjalanan dinas (SPPD) yang menjadi hak anggota DPR, bukan uang suap.

Hoaks Kim Jong-un Prihatin atas Praktik Korupsi di Indonesia
Potongan pidato Kim Jong-un dalam video di media sosial berasal dari sambutannya pada 8 Februari 2024 lalu. Dia tidak menyebut Indonesia dalam pidatonya.

Tidak Benar Gibran Sebut Pemerintah Tak Sengaja Pakai Dana Haji
Judul dari artikel CNN Indonesia, yang tangkapan layarnya tersebar di media sosial, telah disunting sehingga berbeda dengan artikel aslinya.

Hoaks Prabowo Resmikan Hukuman Mati bagi Koruptor
Narasi yang beredar di media sosial berasal dari pembacaan artikel dari media yang tidak bisa dipastikan kredibilitasnya.
Masuk tirto.id









