Atasi Obesitas Anak dengan Ganti Jenis Makanan Bukan Kurangi Porsi

Oleh: Wulan Astari - 19 Juli 2019
Dibaca Normal 1 menit
Ahli medis mengatakan, mengatasi obesitas anak bukan dengan cara mengurangi porsi makan, melainkan dengan mengganti jenis makannya.
tirto.id - Masih lekat di pikiran kita tentang sosok Arya Permana, Bocah berusia 10 tahun asal Desa Cipurwasari Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang yang mengalami obesitas dengan bobot mencapai 192 kilogram.

Bobot Arya, berbeda dengan dengan anak seusianya. Obesitas ekstrim yang dialami Arya, membuat ia tak bisa beraktivitas dengan bebas karena kesulitan bergerak, hingga harus berhenti sekolah.

Apa yang dialami Arya hanyalah satu dari sekian banyak kasus obesitas yang terjadi pada anak-anak Indonesia.

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) pada 2013, persentase obesitas anak di Indonesia merupakan yang tertinggi di ASEAN.

Hampir 12 persen anak Indonesia mengalami obesitas. Jika dirinci lagi, dari 17 juta anak yang mengalami obesitas di ASEAN, hampir 7 jutanya berasal dari Indonesia.

Angka ini hanya mencakup balita. Jika ditambah lagi dengan kisaran anak-anak berumur 5-10 tahun, angkanya mungkin semakin bertambah.

Angka 12 persen ini cukup mengejutkan karena naik berkali-kali lipat pada dekade 2000-an saja. Pada survei yang dilakukan tahun 2001, persentase obesitas pada anak Indonesia hanya 2 persen saja, kemudian naik 5 persen pada 2004 dan melonjak tajam jadi 11 persen pada 2007.

Menurut ahli medis, mengatasi obesitas Anak bisa dilakukan dengan mengganti jenis makannya bukan mengurangi porsi makan.

Obesitas adalah masalah kesehatan umum yang didefinisikan dengan memiliki persentase lemak tubuh yang tinggi. Indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih tinggi merupakan indikator obesitas.

Selama beberapa dekade terakhir obesitas telah menjadi masalah kesehatan yang cukup besar. Bahkan dianggap sebagai epidemi di Amerika Serikat.

Jika Anda memiliki anak yang kelebihan berat badan, sangat penting bagi orang tua untuk memberitahukan ke dia bahwa Anda akan mendukungnya.

Perasaan anak-anak tentang diri mereka sendiri sering kali didasarkan pada perasaan orang tua tentang mereka dan jika Anda menerima anak-anak Anda dengan beratnya berapa pun maka, mereka cenderung merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri.

Melansir Antara, Dokter Spesialis Anak Dr.Yovita, SpA, MHSM menjelaskan, jika Anda ingin mengurangi berat badan anak yang mengalami obesitas bukan dengan mengurangi porsi makannya, melainkan mengganti jenis makanannya.

Menurut Yovita, dalam diskusi media di Jakarta, Kamis (18/7/2019), sebaiknya jangan menyediakan makanan berkalori tinggi dan mengandung banyak gula semisal es krim atau cokelat. Ganti dengan buah, yoghurt atau sereal untuk menurunkan asupan kalori.

“Di rumah jangan disediakan makanan tinggi kalori. Jadi dia mau cheat di mana, di kulkas enggak ada. Misalnya es krim, cokelat yang bisa meningkatkan berat badannya,” tutur Yovita.

Ia juga menambahkan untuk jadwal makan besar tetap tiga kali sehari ditambah cemilan dua kali berupa buah, sayur dan air putih di antara jadwal makan utama.

Dr.Yovita juga mengingatkan, terjadinya perubahan perilaku makan tidak bisa langsung diterapkan seketika. Namun, orang tua memiki peran yang dapat memberikan contoh pola makan yang sehat tanpa memaksa anak.

“Pelan-pelan, biasanya tidak bisa satu atau dua hari untuk mengubah perilaku itu. Dilihat orang tua jadi model bukan dipaksa,” kata dia.

Selain memperhatikan pola asupan makanan, anak yang obesitas juga perlu melakukan aktivitas fisik rutin seperti olahraga dan berenang minimal tiga kali dalam seminggu untuk menurunkan berat badan agar kembali ke angka normal.

Melansir WebMD, ada banyak cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkan anaknya hidup sehat.

Misalnya, ajak anak Anda untuk melakukan aktif berolahraga seperti bersepeda, renang, atau jogging.

Sebagai orang tua Anda harus peka dengan kebutuhan anak. Anak-anak yang kelebihan berat akan terasa tidak nyaman untuk ikut dalam kegiatan tertentu.

Maka dari itu, penting untuk membantu anak Anda menemukan aktivitas fisik yang mereka sukai dan yang tidak terlalu sulit atau yang membuat mereka merasa malu.


Baca juga artikel terkait OBESITAS atau tulisan menarik lainnya Wulan Astari
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Wulan Astari
Penulis: Wulan Astari
Editor: Yandri Daniel Damaledo
DarkLight