Astra Siapkan Fasilitas di 6 Ruas Tol Jelang Natal dan Tahun Baru

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 9 Desember 2019
Dibaca Normal 2 menit
Astra Infra akan menyiapkan sejumlah fasilitas dan pelayanan di enam ruas tol guna mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas saat libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.
tirto.id - Astra Infra akan menyiapkan sejumlah fasilitas dan pelayanan di enam ruas tol guna mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas saat libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Enam tol ruas tersebut di antaranya ruas Tangerang-Merak, Cikopo-Palimanan, Semarang-Solo, Jombang-Mojokerto, Surabaya-Mojokerto dan Kunciran-Serpong, dipastikan siap digunakan masyarakat.

CEO Tollroad Business Group Astra Infra Kris Ade Sudiyono mengatakan perkiraan puncak arus libur Natal tahun ini terjadi di H-5, sedangkan arus balik libur Tahun Baru terjadi di H+7. Dia memprediksi arus lalu lintas tahun ini akan naik 7-10 persen ketimbang tahun lalu.

"Untuk itu, Astra Infra memastikan menyiapkan berbagai layanan operasional, fasilitas pendukung layanan, dan berbagai pusat diseminasi informasi," jelas Kris dalam acara diskusi dengan wartawan di Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).

Kris menjelaskan peningkatan lalu lintas akan terjadi di ruas-ruas yang mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur seperti Cipali, Semarang-Solo, serta pergerakan dari Surabaya ke Mojokerto dan Jombang atau daerah-daerah lain di Jawa Tengah.

Dia juga menjelaskan soal kesiapan jalan tol satu per satu, mulai dari manajemen lalu lintas, terutama untuk mengantisipasi konektivitas kearah penyeberangan Merak. Lalu, aksesabilitas ke kota-kota di Banten, hingga kelancaran di beberapa titik lokasi-lokasi proyek pembangunan, telah dipersiapkan.

"Kami memastikan Tol Tangerang-Merak H-5 Natal sampai dengan H+5 Tahun Baru, jalan tol sepanjang 144 KM (jalur AB) dalam kondisi baik, bebas dari perambuan dan pekerjaan peningkatan jalan," jelas dia.

Di Tol Tangerang-Merak tersedia empat lajur di masing-masing sisi dari Bitung sampai dengan Balaraja Barat, tiga lajur di sisi Balaraja Barat sampai dengan Cikande, serta simpang susun Balaraja Timur yang secara fungsional sudah dapat digunakan selama Nataru ini.

Ada pula, jalan tol ruas Kunciran-Serpong sepanjang 11,1 Km yang dikelola oleh PT Marga Trans Nusantara (MTN) yang sudah siap melayani masyarakat, dan sudah mulai beroperasi sejak 7 Desember 2019.

"Terdapat empat tempat istirahat & pelayanan (TIP) tipe A di KM 43 & 68 arah Merak dan KM 45 & 68 arah Jakarta, yang dilengkapi fasilitas pengisian saldo uang elektronik maupun sarana TIP lainnya," terang Kris .

Astra Infra, lanjut Kris, juga menyiapkan sejumlah sarana pendukung kelancaran arus lalu lintas jalan tol. Saat ini telah terpasang 34 CCTV yang tersebar di gerbang tol, lajur tol, dan di beberapa Interchange.

"Unit VMS terpasang di 6 titik akses jalan tol yang akan memberikan informasi terupdate kepada pengguna jalan tol di ruas ini. Selain call center yang siaga 24 jam, 2 unit mobil Patroli Jalan Raya, 2 unit mobil Layanan Jalan Tol, 1 unit mobil Ambulan, 1 unit mobil Rescue, 1 unit mobil Towing, 1 unit mobil Derek, dan 1 unit mobil Kamtib, siap membantu pengguna jalan yang mengalami gangguan di ruas tol ini," jelas dia.

PT Lintas Marga Sedaya (LMS) sebagai pengelola jalan tol Cipali memastikan kenyamanan pengguna tol, dengan melakukan penambahan 12 gardu menjadi sebanyak 22 gardu beroperasi optimal di Gerbang Tol Palimanan Utama.

Tak hanya itu, LMS mempersiapkan tambahan 15 Mobile Reader di GT Palimanan dan masing-masing 1 Mobile Reader di gerbang sayap (Kalijati, Subang, Cikedung, Kertajati dan Sumberjaya) untuk para pengguna tol.

Hal sama dipastikan terkait kesiapan fasilitas pendukung layanan lalu lintas. Saat ini tersedia fasilitas anyar berupa 10 armada patrol, 12 armada derek, 8 unit polisi jalan raya, 2 unit rescue dan 5 kendaraan ambulans.

Selain itu, fasilitas TIP atau rest area juga telah diperbaharui dengan peningkatan kapasitas masjid menjadi 1.800 jemaah di KM 166A, renovasi toilet ramah difabel serta penambahan toilet portabel di KM 86AB dan KM 130AB.

"Di fasilitas rest area ini para pengguna jalan tol memungkinkan untuk melakukan pengisian BBM, top-up saldo uang elektronik di minimarket, menikmati kuliner atau wisata di sekitar Cipali sebelum masuk kembali ke ruastol Cipali," jelas Kris.

Tarif tol Cipali dihitung per kilometernya, sehingga tidak ada perbedaan total biaya untuk kendaraan yang menerus ataupun keluar sementara dari tol Cipali. Pengguna jalan tol dihimbau untuk memastikan saldo uang elektroniknya cukup dan menggunakan satu uang elektronik untuk satu kendaraan.

Kemudian Tol Semarang-Solo yang dioperasikan oleh PT Trans Marga Jateng, pengelola ruas tol Semarang-Solo sepanjang 72,64 KM, telah menyiapkan infrastruktur dan berbagai fasilitas pendukung serta layanan jelang Nataru dengan baik.

Pasca dioperasikan tol Trans Jawa secara penuh, pengguna tol dapat memanfaatkan jalur ini untuk mempercepat perjalanan menuju kota-kota di Jawa Tengah yang terhubung tol ini, seperti Ungaran, Bawen, Salatiga, Boyolali, Kartasura, Jogjakarta via Boyolali.

"Untuk menunjang kelancaran lalu lintas di gerbang tol, gerbang Banyumanik telah diperlebar sehingga menampung total 92.000 kendaraan per hari untuk arah menuju Semarang, dan 90.000 kendaraan per hari di jalur menuju Solo," terang dia.

Seperti halnya ruas lain, PT Jasamarga Surabaya Mojokerto (JSM) telah menyiapkan sejumlah langkah guna menghadapi kepadatan arus lalu lintas yang kerap kali terjadi di ruas ini.

Untuk mengantisipasi kepadatan saat Puncak arus Natal dan Tahun Baru, JSM melakukan upaya-upaya diantaranya dengan monitoring kondisi lalulintas melalui 17 CCTV di gerbang tol, rest area, akses simpang susun, Jembatan, dan 28 CCTV lajur per km.

Percepatan distribusi informasi kondisi lalu lintas kepada pengguna jalan melalui VMS yang ada di di Km 745 (B), Km 712 (A), dan Km 728 (gerbang masuk Krian).


Baca juga artikel terkait NATAL DAN TAHUN BARU 2020 atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Ringkang Gumiwang
DarkLight