tirto.id - Kolang-kaling ternyata tak hanya lezat, tapi juga mengandung sejumlah nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Banyak pula yang percaya bahwa biji buah pohon aren ini kaya akan kandungan kolagen sehingga bermanfaat bagi kesehatan. Namun, apa benar kolang kaling mengandung kolagen?
Kolang-kaling termasuk salah satu makanan favorit di Indonesia. Bahan pangan ini berasal dari biji atau endosperma buah aren (Arenga pinnata) yang masih muda.
Bagian buah tersebut biasanya diolah melalui proses perebusan dan perendaman hingga menghasilkan tekstur yang kenyal, lembut, serta tampilan berwarna putih hingga agak transparan.
Karakteristik kolang kaling inilah yang kemudian membuatnya sering dikaitkan dengan kolagen. Persepsi ini muncul karena berkaitan dengan gelatin, yaitu bahan yang dihasilkan dari pengolahan ekstrak kolagen.
Gelatin sendiri memiliki karakteristik bening dan dapat membentuk tekstur gel yang kenyal ketika dicampur dengan air dan didinginkan. Kesamaan sifat fisik inilah yang membuat sebagian orang menganggap kolang-kaling mengandung kolagen. Lalu, apa benar kolang-kaling mengandung kolagen?
Apa Itu Kolagen dan Manfaatnya?

Sebelum membahas kolang kaling dan apakah ada kandungan kolagen di dalamnya, mari pahami dulu apa itu kolagen, manfaat, dan bagaimana cara kita mendapatkan kolagen untuk kesehatan tubuh.
Mengutip dari situs Cleveland Clinic, kolagen adalah jenis protein yang paling banyak ditemukan di dalam tubuh, yaitu sekitar 30% dari total protein tubuh.
Protein ini menjadi salah satu komponen utama yang memberikan struktur, kekuatan, dan dukungan pada kulit, otot, tulang, dan jaringan ikat lainnya. Kolagen juga dapat ditemukan pada organ tubuh, pembuluh darah, hingga lapisan usus.
Tubuh secara alami dapat membentuk kolagen dari beberapa asam amino (seperti proline, glycine, dan hydroxyproline) dengan bantuan nutrisi seperti vitamin C, zinc, tembaga, dan mangan.
BIcara tentang manfaat, kolagen tidak hanya berfungsi sebagai pemberi struktur dan kekuatan pada berbagai jaringan tubuh, tapi juga berperan dalam sejumlah proses seluler yang penting.
Laman Healthline menjelaskan bahwa kolagen juga berperan membantu proses perbaikan jaringan, mendukung respons sistem imun, menunjang komunikasi antar sel, serta membantu migrasi sel yang diperlukan untuk menjaga dan memelihara jaringan tubuh.
Sayanganya, produksi kolagen secara alami akan menurun seiring dengan bertambahnya usia, sementara kolagen yang sudah ada juga akan lebih cepat mengalami kerusakan.
Salah satu faktor yang bisa mempercepat kerusakan kolagen adalah mengonsumsi gula dan olahan secara berlebihan. Itulah kenapa pola makan sehat sangat penting, apalagi jika makanan tersebut memang mengandung kolagen atau membantu meningkatkan produksinya dalam tubuh.
Apakah Benar Kolang-kaling Mengandung Kolagen?

Kolang-kaling pada dasarnya tidak mengandung kolagen. Bahan pangan yang satu ini memang memiliki tekstur kenyal dan bening sehingga sering dikaitkan dengan kolagen. Namun, tekstur saja tidak dapat dijadikan tanda bahwa makanan tersebut mengandung kolagen.
Kolang kaling sendiri diketahui mengandung galaktomanan, yaitu polisakarida yang dapat membantu memberikan karakteristik tekstur kenyal pada kolang-kaling. Kandungan ini juga menjelaskan mengapa kolang-kaling memiliki tampilan yang bening atau transparan.
Hal ini membuatnya terlihat menyerupai gelatin yang berasal dari kolagen. Namun, kemiripan visual dan tekstur tersebut bukan berarti kolang-kaling mengandung kolagen. Jadi, apakah kolang kaling mengandung kolagen? Jawabannya adalah tidak.
Meski demikian, kolang-kaling tetap mengandung sejumlah nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam proses pembentukan kolagen. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tubuh membuat kolagen dari asam amino dengan bantuan vitamin C, zinc, tembaga, maupun mangan.
Mengutip dari jurnal The potential of Arenga pinnata (Wurmb) Merr. for Enhancing Soil Health, Food, Energy, and Water Security in Indonesia yang dipublikasikan tahun 2025, kolang-kaling diketahui kaya akan sejumlah nutrisi, salah satunya vitamin C yang jumlahnya mencapai 162,04 mg per 100 gram.
Vitamin C ini tak hanya bertindak sebagai antioksidan dan menunjang sistem imun, tapi juga berperan membantu pembentukan kolagen dalam tubuh. Selain vitamin C, kolang kaling juga mengandung karbohidrat, fosfor, kalsium, serta zat besi.
Makanan yang Mengandung Kolagen

Kolagen merupakan protein yang secara alami terdapat pada tubuh makhluk hidup seperti hewan. Oleh karena itu, sumber makanan yang benar-benar mengandung kolagen umumnya berasal dari bahan pangan hewani, berikut beberapa contohnya:
1. Kaldu Tulang
Kaldu tulang atau bone broth dibuat dengan cara merebus tulang sapi, ayam, atau kalkun dalam air selama beberapa jam. Kandungan kolagen dan protein per porsinya dapat berbeda-beda, tergantung jenis tulang serta cara pengolahannya.Salah satu penelitian tahun 2024 yang bertajuk From Waste to Valuable Food: Development and Qualitative Differential Characterization of Bone Broths from Juvenile and Adult Cattle, menemukan bahwa kadar kolagen pada beberapa jenis bone broth berkisar antara 17,9–20,4%.
2. Daging Unggas
Kaldu tulang unggas seperti ayam bisa menjadi salah satu sumber kolagen. Selain itu, bagian unggas yang masih memiliki kulit dan daging yang menempel pada tulang juga diketahui mengandung kolagen.Jumlahnya dapat berbeda tergantung bagian yang digunakan. Contoh, bagian kaki dan paha ayam yang masih berkulit menyediakan lebih banyak kolagen dibandingkan dada ayam yang sebagian besar terdiri dari jaringan otot.
3. Ikan
Seperti hewan lainnya, ikan juga memiliki kolagen pada bagian tubuh tertentu, termasuk kulit, tulang, dan ligamen. Kolagen dari ikan sering disebut marine collagen dan dipercaya paling mudah diserap tubuh.Dalam sebuah studi tahun 2023 dengan judul Effects of Oral Collagen for Skin Anti-Aging: A Systematic Review and Meta-Analysis, marine collagen diketahui memiliki bioavailabilitas yang lebih tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan serta elastisitas kulit.
Selain ketiga makanan di atas, kita juga bisa mengonsumsi berbagai jenis sayur dan buah, termasuk sayur berdaun hijau, jeruk, hingga buah beri yang kaya akan vitamin C. Kita juga bisa mengonsumsi putih telur, susu, hingga legum yang kaya protein.
Makanan tersebut memang tidak mengandung kolagen, tapi kaya akan nutrisi dan asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan kolagen.
Rekomendasi Susu Kolagen untuk Kesehatan

Tubuh memang memproduksi kolagen secara alami, tapi jumlahnya bisa berkurang seiring dengan pertambahan usia. Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kolagen bisa jadi solusinya, termasuk susu kolagen yang kini banyak ditemukan di pasaran. Berikut beberapa rekomendasinya:
1. Collagena
Salah satu susu kolagen yang bisa jadi pilihan adalah Collagena. Produk ini merupakan susu steril yang mengklaim memiliki kandungan 1.000 mg kolagen per sajian (189 ml). Collagena juga dikemas dalam bentuk kaleng siap minum sehingga lebih praktis.Collagena cocok dikonsumsi setiap hari demi meningkatkan kesehatan kulit dan menjaga elastisitasnya. Produk susu ini juga bisa membantu mempertahankan kekuatan tulang maupun sendiri. Di pasaran, Collagena dibanderol harga sekitar Rp10.000–Rp15.000 (189 ml).
2. Etagenfit
Selanjutnya ada Etagenfit, susu kolagen bubuk dengan rasa creamy vanilla yang memadukan susu kambing Etawa (80%) yang kaya kalsium dengan peptide fish collagen sebanyak 16.000 mg, serta glikoprotein dari sarang burung walet.Susu ini membantu memenuhi kebutuhan nutrisi untuk menyehatkan rambut, tulang, dan sendi. Susu Etagenfit diklaim dapat mengurangi kerontokan rambut dan meredakan nyeri sendiri. Dapat diminum setiap hari, Etagenfit dibanderol dengan harga Rp100.000–Rp120.000 (200 gram).
3. HiLo Active 22 Protein Berry Fit Shake
HiLo menghadirkan susu protein yang juga tinggi kandungan kolagen dan kalsium. Produk ii mengandung 22 gram protein, 2.000 mg kolagen, serta 550 mg kalsium per sajian. Produk ini juga dilengkapi whey protein, 12 vitamin dan mineral, serta L-Carnitine untuk pembakaran lemak.HiLo Active 22 Protein Berry Fit Shake juga tidak mengandung gula pasir atau sukrosa, produk susu ini pun rendah lemak dan kalori sehingga lebih sehat dan cocok bagi mereka yang punya gaya hidup aktif. Susu ini dapat dibeli dengan harga sekitar Rp100.000–Rp150.000.
4. Etallagen
Etallagen merupakan produk susu kambing Etawa A2 yang dikombinasikan dengan kolagen sapi tipe I dan II. Susu kambing Etawa A2 menyediakan kalsium yang bermanfaat bagi tubuh, sementara kolagen tipe I dan II ditujukan untuk mendukung kebutuhan kulit dan sendiProduk ini juga mengandung bahan lain seperti glutathione, oat, almond, daun kelor, hingga kayu manis. Etallagen dapat dikonsumsi setiap hari, terutama bagi perempuan aktif berusia 30 tahun ke atas. Produk ini bisa dibeli dengan harga Rp80.000–Rp90.000 (150 gram).
5. Etawamil (Etagen)
Etagen dari Etawamil merupakan susu kolagen yang tersedia dalam beberapa varian rasa, mulai dari vanilla, stroberi, hingga cokelat yang lezat. Produk ini terbuat dari susu kambing etawa yang kaya kalsium, protein, vitamin, dan berbagai mineral lain.Susu ini juga mengandung kolagen sehingga bisa memberikan manfaat kesehatan menyeluruh, termasuk menyehatkan kulit, menjaga kekuatan tulang dan sendi, serta mengotimalkan sistem kekebalan tubuh. Susu Etawamil dibanderol dengan harga Rp90.000–Rp100.000 (200 gram).
Demikian penjelasan terkait apakah kolang kaling mengandung kolagen, lengkap dengan beberapa rekomendasi produk susu kolagen yang bisa dikonsumsi. Jangan lupa untuk menerapkan pola makan sehat setiap hari agar pembentukan kolagen dalam tubuh tetap optimal dan badan menjadi sehat dalam jangka panjang.
Tertarik dengan info menarik lain seputar dunia kesehatan? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, hingga berita terkini melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id




























