Apa yang Terjadi di Media Sosial Ketika Jokowi dan Prabowo Bertemu?

Oleh: Riyan Setiawan - 15 Juli 2019
Dibaca Normal 2 menit
Di media sosial, kata Prabowo lebih banyak disebut dibanding Jokowi kala keduanya bertemu Sabtu (13/7/2019) lalu. Sentimen terbanyak itu positif. Sisanya negatif dan netral.
tirto.id - Ada sejumlah temuan menarik di media sosial, terutama Twitter, ketika Joko Widodo dan Prabowo Subianto bertemu Sabtu (14/7/2019) lalu. Temuan ini diungkapkan Ismail Fahmi, pendiri Drone Emprit--mesin untuk menganalisis media sosial.

Temuan pertama adalah nama 'Prabowo'-lah yang lebih banyak disebut warganet dibanding Jokowi. Kata 'Prabowo' disebutkan sebanyak 332.154 saat hari pertemuan, sementara 'Jokowi' 284.908. Rinciannya: nama Prabowo disebut dalam 16.546 artikel media daring, sementara Jokowi 21.427; di Facebook Prabowo disebut 6.694 kali dan Jokowi 6.547; di Instagram, Prabowo disebut 2.679, sementara Jokowi 2.976.

Nama Prabowo disebut paling banyak di Twitter, dengan perbandingan 305.317 dan 217.053; sementara di Youtube, Prabowo mendapat mention 918 dan Jokowi 905, paling kecil di antara media sosial lain.

Bagaimana dengan perilaku masing-masing pendengung (buzzer)? Ini menariknya. Jika biasanya hanya buzzer 02 (nomor urut Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019) yang me-mention Prabowo, dalam pertemuan lalu buzzer dari kubu 01 pun ikut serta. Mereka bahkan me-retweet status yang menyebut nama Prabowo.

"Jadi saya lihat isu kemarin benar-benar 'diambil' kubu 01. [Maksudnya] ini sebagai legitimasi kemenangan buat mereka, meskipun tujuan bertemu tersebut untuk rekonsiliasi. Akhirnya banyak meme, video, dan lainnya yang menyebar dari buzzer 01," kata Ismail kepada reporter Tirto, Minggu (14/7/2019).

Drone Emprit juga mencatat beberapa tagar tersering yang dipakai (top hashtag) di Twitter. Tagar 02PersatuanIndonesia--yang isinya selaras dengan semangat rekonsiliasi--dicuitkan sebanyak 9.214 kali, #Kecewa 2.450 kali, #Kamioposisi 1.525 cuitan, dan #BoikotPrabowo 1.184 cuitan. Beberapa tagar lain juga muncul, tapi kurang signifikan dibanding empat tagar ini.

Respons Positif & Negatif


Drone Emprit mencatat ada tiga sentimen yang muncul dalam pertemuan itu: positif, negatif, dan netral. Yang paling banyak adalah respons positif. Dari 243.727 akun, 119.400 di antaranya (setara 49 persen) memberikan sentimen positif. 97.900 orang atau 36 persen memberikan sentimen negatif. Sisanya, 36.400 orang atau 15 persen, dikategorikan netral.


Pihak yang paling banyak memberikan sentimen negatif itu adalah kubu 02 sendiri. Mereka kecewa dan berniat membangun oposisi--posisi politik yang diprediksi tak akan dilakoni Prabowo dan Gerindra.

Salah satunya akun Twitter bernama @ekowboy2 yang membuat status: "buat yang berniat unfollow masal akun @prabowo, silakan retweet. Kita tenggelamkan siapa pun yang berkomplot dengan kecurangan. Ini sikap!"

Cuitan ini, sepanjang pemantauan, mendapatkan like 3.644 dan di-retweet 3.529 kali.

Akun pendukung Prabowo lainnya yang juga merasa kecewa adalah @ardi_riau. Dia mengatakan: "mulai detik ini, saya tidak akan mencuit apa pun tentang @prabowo Iagi. Buat saya kalian hanya memanfaatkan rakyat untuk kepentingan kelompok dan partai kalian. Apa kalian enggak tahu perjuangan kami di bawah tanpa kalian bayar? Jangankan untuk memberi semangat, menjaga perasaan kami pun kalian enggak bisa." (cuitan dengan penyesuaian redaksional).

Cuitan ini mendapatkan like 8.814 dan di-retweet sebanyak 2.196 orang.

Para politikus pun memberikan responsnya terhadap pertemuan ini. Salah satunya datang dari Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Meskipun memuji pertemuan tersebut, tetapi Mardani mendesak Prabowo untuk mendeklarasikan sebuah tagar baru, #KamiOposisi, untuk mengobati kekecewaan para pendukungnya. PKS adalah salah satu partai pengusung Prabowo yang nampaknya akan konsisten jadi oposisi dalam lima tahun ke depan.

"Jika pertemuan tidak diikuti dengan deklarasi #KamiOposisi, akan membuat kekecewaan pendukung. Dan PKS yakin, Pak Prabowo dan pendukungnya akan bersama #KamiOposisi. Karena oposisi itu baik dan oposisi itu mulia," kata Mardani dalam keterangan tertulis.

Ajakan tetap menjadi oposisi juga datang dari politikus gaek Amien Rais. "Prinsipnya kalau saya sebaiknya memang kita di luar," kata Amien di kediamannya di Yogyakarta, Sabtu (13/7/2019).


Pemimpin ormas pendukung Prabowo seperti Persaudaraan Alumni 212 juga mengungkapkan kekecewannya. Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin bahkan mengaku akan meninggalkan mantan Danjen Kopassus itu.

"Kalau itu terjadi, khusus saya, PA 212, akan segera meninggalkan Prabowo dan 2024 kita akan cari partai dan capres yang bisa dipercaya," kata Novel saat dihubungi reporter Tirto.

Pernyataan para politikus ini juga direspons warganet. Para pendukung 01 merespons negatif penentangan dari simpatisan 02 itu. Narasinya, buzzer 01 menganggap kubu 02 adalah pihak yang tak rela bangsa ini bersatu.

"Jadi memang yang uniknya, saya lihat kubu 01 merespons positif adanya rekonsiliasi. Tapi di satu sisi, terdapat kubu 01 yang tidak sepakat jika kubu 02 menghantam Prabowo, karena tidak setuju persatuan," jelasnya.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Politik)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Rio Apinino
DarkLight