7 Orang Meninggal Akibat Limbah Pabrik Tray Egg

Oleh: Aditya Widya Putri - 3 Oktober 2017
Dibaca Normal 1 menit
Dugaan sementara kematian tujuh orang di dalam bak pembuangan limbah tray disebabkan oleh gas reaksi kimia limbah.
tirto.id - Sebelum limbah Pabrik Tray Egg (wadah telur) di Kampung Cibunar merenggut 7 nyawa akibat limbah gas beracunnya. Warga sekitar seringkali mencium bau-bau tidak sedap di sekitaran pabrik. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami dugaan pencemaran lingkungan di lokasi tersebut.

Sidik (35) seorang penjual es kelapa muda di depan lokasi kejadian menuturkan, selama dua bulan berjualan, ia kerapkali mencium bau tak sedap. Meski tahu pabrik tersebut mengolah tray, namun ia tak menyangka bau tersebut berasal dari pabrik yang berjarak 100 meter dari tempatnya berjualan.

"Selama ini ya nganggepnya ada yang kentut aja," katanya kepada Tirto, Selasa (3/10/2017).

Sepengetahuannya, pabrik tersebut hanya merupakan industri rumahan kecil yang memiliki pegawai kurang dari 10 orang. Para pegawai itu, tuturnya sebagian merupakan warga sekitar, sisanya adalah pendatang.

"Mereka kerja sekitar dari jam 8 pagi sampai habis Ashar lah," kata Sidik.

Meski seringkali melihat para pegawai yang mondar mandir mengurus pabrik. Namun Sidik mengaku tak kenal dengan pemiliknya.

Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky Pastika mengungkapkan pihaknya telah meminta keterangan dari pemilik pabrik tray egg itu.

"Hingga saat ini, statusnya masih saksi. Kita kumpulkan bukti dulu terhadap ada tidaknya unsur kelalaian, pencemaran lingkungan, dan perizinannya," ujar Andi kepada Tirto.

Dugaan sementara kematian tujuh orang di dalam bak pembuangan limbah tray disebabkan oleh gas reaksi kimia limbah. Namun, jenis zat dan kandungannya hingga kini masih diteliti oleh Puslabfor Bareskrim Polri. Polisi juga telah melakukan olah TKP sekaligus mengambil sampel limbah dan udara sekitar pabrik pada Senin (2/10/2017).

"Kapan keluarnya masih relatif karena harus tunggu uji lab dan hasil autopsi untuk menghasilkan bukti petunjuk," kata Kapolres Bogor Andi M Dicky.

Sebelumnya, pada Sabtu siang (30/9/2017) sekitar tujuh orang meninggal karena tercebur di bak pembuangan limbah tray di Kampung Cibunar, Kecamatan Parungpanjang, kabupaten Bogor.

Lima orang di antaranya merupakan satu keluarga. Sementara dua lainnya adalah pekerja pabrik yang bukan warga setempat, mereka adalah Ade Setiawan (40), Iwan (35), Into (17), Dedi Junaedi (45), Samsuri (45) tewas karena berniat menolong dua korban lainnya yang tercebur dalam bak beracun sedalam 4 meter.

"Suami saya enggak kerja di sana, dia cuma niat nolongin. Saya juga enggak nyangka malah ikut jadi korban," kata Neneng, istri dari korban bernama Samsuri kepada Tirto.

Meski begitu, ia mengaku sudah mengikhlaskan kepergian suaminya. Terlebih, pemilik pabrik diketahui masih merupakan saudara sepupu dari sang suami.

"Biar saja hukum sudah ada yang urus, saya mau tutup buku saja. Memang sudah jalannya begitu," pungkas Neneng.

Baca juga artikel terkait PENCEMARAN LINGKUNGAN atau tulisan menarik lainnya Aditya Widya Putri
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Aditya Widya Putri
Penulis: Aditya Widya Putri
Editor: Alexander Haryanto