Menuju konten utama

33 Jurusan di UNHAS yang Kurang Peminat & Daya Tampung SNBT 2023

Berikut 33 jurusan di UNHAS yang kurang peminatnya di SBMPTn 2022 dan daya tampung 33 prodi UNHAS itu di SNBT 2023.

33 Jurusan di UNHAS yang Kurang Peminat & Daya Tampung SNBT 2023
Logo SNBT 2023. (FOTO/snpmb)

tirto.id - Jurusan di UNHAS yang kurang peminatnya di SBMPTN 2022 tercatat berjumlah 33 prodi (program studi). Data ini bisa dipakai untuk memperkirakan prodi atau jurusan di UNHAS yang sepi peminat dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2023.

SNBT adalah nama baru untuk jalur seleksi yang dulu bernama SBMPTN. Dua jenis seleksi masuk PTN yang digelar secara nasional itu menggunakan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (SNBT).

Dalam SNBT 2023, Universitas Hasanuddin (UNHAS) menawarkan 76 jurusan atau prodi pilihan. Di antara 76 prodi UNHAS di SNBT tersebut, 68 merupakan jurusan S1 dan sisanya D4.

Peminat UNHAS dalam SBMPTN 2022 lalu sebenarnya cukup tinggi, yakni lebih dari 30an ribu calon mahasiswa baru. Namun, mayoritas pendaftar memilih sejumlah jurusan favorit di UNHAS.

Sejumlah jurusan Di UNHAS yang banyak peminatnya di SBMPTN 2022 lalu, misalnya adalah:

  • Pendidikan Dokter: 3.782 peminat
  • Ilmu Hukum: 2.502 peminat
  • Farmasi: 2.427 peminat
  • Teknik Informatika: 2.102 peminat
  • Manajemen: 1.997 peminat
  • Kesehatan Masyarakat: 1.922 peminat
  • Pendidikan Dokter Gigi: 1.709 peminat
  • Teknik Pertambangan: 1.661 peminat
  • Psikologi: 1.412 peminat.

Sebaliknya, jumlah peminat sekitar 33 jurusan di UNHAS dalam SBMPTN 2023 hanya kurang dari 200 calon mahasiswa baru.

Dengan daya tampung bervariasi antara belasan hingga puluhan kursi, tingkat persaingan pemilih 33 jurusan itu di SBMPTN 2022 lalu terbilang rendah. Di beberapa jurusan bahkan ada yang jumlah peminatnya lebih sedikit dibandingkan daya tampung kursi yang tersedia.

Karena itu, peluang lolos bagi para pemilih 33 jurusan UNHAS tersebut di SNBT 2023 diperkirakan cukup besar.

Pendaftaran SNBT 2023 akan dibuka pada 23 Maret - 14 April 2023. Calon peserta SNBT 2023 bisa mendaftar melalui laman Portal SNPMB.

Jurusan di UNHAS yang Kurang Peminatnya pada 2022

Berikut ini daftar 33 jurusan di UNHAS yang kurang peminat atau sepi peminat berdasarkan data jumlah pendaftar di SBMPTN 2022:

  1. Teknologi Pakan Ternak (D4): 11 peminat
  2. Budi Daya Laut dan Pantai (D4): 16 peminat
  3. Teknologi Produksi Ternak (D4): 17 peminat
  4. Agribisnis Peternakan (D4): 34 peminat
  5. Agribisnis Pangan (D4): 42 peminat
  6. Teknologi Produksi Tanaman Pangan (D4): 43 peminat
  7. Sastra Perancis/Barat Roman (S1): 52 peminat
  8. Sastra Daerah/Bugis Makassar (S1): 59 peminat
  9. Fisika (S1): 67 peminat
  10. Konservasi Hutan (S1): 67 peminat
  11. Proteksi Tanaman (S1): 77 peminat
  12. Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok (S1): 79 peminat
  13. Teknologi Hasil Perikanan (S1): 85 peminat
  14. Pemanfaatan Sumber daya Perikanan (S1): 87 peminat
  15. Terapi Gigi (D4): 90 peminat
  16. Teknik Sistem Perkapalan (S1): 105 peminat
  17. Destinasi Pariwisata (D4): 109 peminat
  18. Agrobisnis Perikanan (S1): 134 peminat
  19. Budidaya Perairan (S1): 136 peminat
  20. Antropologi Sosial (S1): 138 peminat
  21. Rekayasa Kehutanan (S1): 138 peminat
  22. Teknik Kelautan (S1): 139 peminat
  23. Ilmu Tanah (S1): 139 peminat
  24. Arkeologi (S1): 141 peminat
  25. Manajemen Sumber Daya Perairan (S1): 144 orang
  26. Sastra Asia Barat/Arab (S1): 146 peminat
  27. Geofisika (S1): 153 peminat
  28. Sastra Jepang (S1): 163 peminat
  29. Ilmu Sejarah (S1): 168 peminat
  30. Matematika (S1): 173 peminat
  31. Kimia (S1): 190 peminat
  32. Ilmu Kelautan (S1): 195 peminat
  33. Sastra Indonesia (S1): 199 peminat

Daya Tampung 33 Jurusan UNHAS Sepi Peminat 2022-2023

Sebagai data pembanding untuk melihat tingkat persaingan, berikut adalah data daya tampung 33 jurusan di UNHAS yang kurang peminat dalam SBMPTN 2022 dan SNBT 2023:

1. Teknologi Pakan Ternak (D4): 42 kursi (2022) dan 42 kursi (2023)

2. Budi Daya Laut dan Pantai (D4): 23 kursi (2022) dan 42 kursi (2023)

3. Teknologi Produksi Ternak (D4): 40 kursi (2022) dan 42 kursi (2023)

4. Agribisnis Peternakan (D4): 34 kursi (2022) dan 42 kursi (2023)

5. Agribisnis Pangan (D4): 43 kursi (2022) dan 42 kursi (2023)

6. Teknologi Produksi Tanaman Pangan (D4): 50 kursi (2022) dan 42 kursi (2023)

7. Sastra Perancis/Barat Roman (S1): 38 kursi (2022) dan 40 kursi (2023)

8. Sastra Daerah/Bugis Makassar (S1): 33 kursi (2022) dan 40 kursi (2023)

9. Fisika (S1): 58 kursi (2022) dan 63 kursi (2023)

10. Konservasi Hutan (S1): 33 kursi (2022) dan 50 kursi (2023)

11. Proteksi Tanaman (S1): 55 kursi (2022) dan 78 kursi (2023)

12. Bahasa Mandarin & Kebudayaan Tiongkok (S1): 30 kursi (2022) dan 40 kursi (2023)

13. Teknologi Hasil Perikanan (S1): 30 kursi (2022) dan 40 kursi (2023)

14. Pemanfaatan Sumber daya Perikanan (S1): 26 kursi (2022) dan 60 kursi (2023)

15. Terapi Gigi (D4): 18 kursi (2022) dan 48 kursi (2023)

16. Teknik Sistem Perkapalan (S1): 50 kursi (2022) dan 62 kursi (2023)

17. Destinasi Pariwisata (D4): 18 kursi (2022) dan 42 kursi (2023)

18. Agrobisnis Perikanan (S1): 51 kursi (2022) dan 98 kursi (2023)

19. Budidaya Perairan (S1): 63 kursi (2022) dan 98 kursi (2023)

20. Antropologi Sosial (S1): 33 kursi (2022) dan 54 kursi (2023)

21. Rekayasa Kehutanan (S1): 52 kursi (2022) dan 66 kursi (2023)

22. Teknik Kelautan (S1): 53 kursi (2022) dan 76 kursi (2023)

23. Ilmu Tanah (S1): 53 kursi (2022) dan 76 kursi (2023)

24. Arkeologi (S1): 55 kursi (2022) dan 78 kursi (2023)

25. Manajemen Sumber Daya Perairan (S1): 62 kursi (2022) dan 98 kursi (2023)

26. Sastra Asia Barat/Arab (S1): 31 kursi (2022) dan 42 kursi (2023)

27. Geofisika (S1): 54 kursi (2022) dan 60 kursi (2023)

28. Sastra Jepang (S1): 31 kursi (2022) dan 40 kursi (2023)

29. Ilmu Sejarah (S1): 34 kursi (2022) dan 40 kursi (2023)

30. Matematika (S1): 45 kursi (2022) dan 60 kursi (2023)

31. Kimia (S1): 68 kursi (2022) dan 66 kursi (2023)

32. Ilmu Kelautan (S1): 99 kursi (2022) dan 158 kursi (2023)

33. Sastra Indonesia (S1): 40 kursi (2022) dan 40 kursi (2023).

Informasi selengkapnya bisa dicek melalui laman sidata SNPMB.

Baca juga artikel terkait SNBT 2023 atau tulisan lainnya dari Ririn Margiyanti

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Ririn Margiyanti
Penulis: Ririn Margiyanti
Editor: Addi M Idhom