tirto.id - Sebanyak 13 calon jemaah haji asal Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengundurkan diri dari keberangkatan ibadah haji musim 2025. Pengunduran diri ini didominasi oleh alasan kesehatan, kendala ekonomi, serta sejumlah alasan pribadi lainnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Subang, Badruzaman, menjelaskan bahwa meskipun terdapat 13 calon jemaah yang mengundurkan diri, tapi jumlah kuota haji Kabupaten Subang tetap utuh sebanyak 1.163 orang.
Hal ini, kata Badruzaman, dimungkinkan karena sistem kuota cadangan yang telah disiapkan sebelumnya.
“Dari 15 kuota cadangan yang tersedia, 13 orang di antaranya telah dialihkan ke kuota reguler untuk menggantikan calon jemaah yang mengundurkan diri,” kata Badruzaman.
Dengan demikian, kata dia, sisa kuota cadangan haji Kabupaten Subang kini tinggal dua orang.
Kuota cadangan sendiri diberikan kepada jemaah dengan status menunggu, yang berpeluang diberangkatkan jika ada jemaah utama yang batal berangkat karena alasan kesehatan, ekonomi, atau sebab lain, termasuk meninggal dunia.
“Selain itu, tambahan kuota nasional juga bisa mengubah status cadangan menjadi reguler,” terangnya.
Kemenag telah memberikan surat pernyataan kepada calon jemaah dalam kuota cadangan, yang menyatakan bahwa mereka tidak akan menuntut untuk diberangkatkan apabila belum masuk dalam kuota reguler tahun ini.
Namun, bila belum berangkat di 2025, mereka akan secara otomatis masuk ke kuota reguler musim haji 2026.
Kebijakan ini menjadi upaya Kemenag untuk memastikan tidak ada kuota yang terbuang dan proses pemberangkatan berjalan efektif sesuai prioritas dan kesiapan jemaah.
Tiga kloter jemaah haji asal Subang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat. Kloter 8 KJT akan terbang pada 10 Mei 2025, disusul Kloter 14 KJT pada 17 Mei, dan Kloter 26 KJT pada 28 Mei.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi, mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran fisik menjelang keberangkatan haji.
Ia mendorong calon jemaah haji untuk mulai melakukan olahraga rutin, konsumsi makanan seimbang, serta mempersiapkan obat-obatan bagi yang memiliki riwayat penyakit.
“Seluruh calon jemaah harus sudah mulai mempersiapkan kesehatan dengan baik. Kami juga sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh sejak Januari lalu, termasuk tes darah, rontgen, EKG, hingga pemeriksaan kehamilan bagi calon jemaah perempuan,” jelas Maxi kepasa awak media, Selasa (6/5/2025).
Sebagai bentuk kesiapan medis, lanjutnya, seluruh jemaah haji juga telah menerima vaksinasi. Tahun ini, selain vaksin meningitis, calon jemaah juga mendapatkan vaksin polio sesuai Surat Keputusan Menteri Agama yang merujuk pada rekomendasi dari pemerintah Arab Saudi.
“Ini menjadi bagian dari upaya kami memastikan jemaah haji dari Subang dalam kondisi prima saat menjalankan ibadah,” kata dia.
Penulis: Subang Info
Editor: Abdul Aziz
Masuk tirto.id
































