Yamaha Yakin FreeGo Tak Ganggu Pasar Lexi di Segmen Skuter Matik

Oleh: Yudistira Perdana Imandiar - 1 November 2018
FreeGo 125 disiapkan sebagai motor fungsional.
tirto.id - Yamaha Indonesia yakin kehadiran produk skutik baru Yamaha FreeGo 125 tidak mengganggu pasar Yamaha Lexi di segmen skuter matik 125 cc. Sebab, keduanya memiliki karakteristik dan fitur berbeda.

Executive Vice President PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Dyonisius Beti mengatakan, FreeGo 125 disiapkan sebagai motor fungsional. Fitur-fitur yang ada di motor tersebut memudahkan pengguna untuk membawa barang bawaan di bagasi maupun di dek depan.

FreeGo 125 punya bagasi dengan daya tampung 25 liter. Yamaha menggambarkan, bagasi tersebut bisa memuat barang-barang, seperti satu tas ransel, satu helm full face, dan sarung tangan.

Selain itu, posisi tangki di bawah dek dengan lubang pengisian di dashboard membuat pengisian lebih praktis. Menurut Yamaha Indonesia, konsumen kerap kerepotan mengisi bensin ketika membawa banyak barang di jok.

Fitur lain yang membantu aktivitas harian adalah soket listrik yang terletak di dashboard sebelah kanan. Perangkat tersebut bisa dimanfaatkan untuk pengisian daya ponsel.

Perbedaan mencolok antara FreeGo 125 dengan Lexi, yakni soal penampilan motor. FreeGo berwajah skutik kompak, sedangkan Lexi memperlihatkan kesan glamor dengan posisi berkendara ala Cruiser.

Secara dimensi, perbedaannya juga cukup mencolok. Salah satunya ditandai dari ukuran roda. FreeGo 125 menggunakan velg diameter 12 inci, sedangkan Lexi dipasangkan velg 14 inci dengan ban lebar.

Singkatnya, Lexi menonjolkan keindahan desain, sementara FreeGo 125 adalah motor tempur untuk mengakomodir mobilitas harian. Karena itu, Dyon yakin kedua produknya memiliki pangsa pasar berbeda.

"Lexi adalah (seri) Maxi, (FreeGo) ini adalah matik tertinggi di kelasnya. Segmen pasarnya berbeda." ucap Dyon.



Baca juga artikel terkait MOTOR atau tulisan menarik lainnya Yudistira Perdana Imandiar
(tirto.id - Otomotif)

Reporter: Yudistira Perdana Imandiar
Penulis: Yudistira Perdana Imandiar
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight