Trump Bilang Kim Jongun Minta Maaf dan Tawarkan Pertemuan Lagi

Oleh: Adrian Samudro - 11 Agustus 2019
Dibaca Normal 1 menit
Trump mengklaim bahwa Kim Jong Un telah meminta maaf dan meminta pertemuan ulang.
tirto.id - Presiden Donald Trump pada Sabtu (10/8/2019) mengatakan bahwa pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un telah menyampaikan permohonan maaf atas peluncuran rudal jarak pendek baru-baru ini.

Selain itu, Kim juga menawarkan untuk mengadakan pertemuan kembali dengan Washington setelah program latihan militer AS bersama Korea Selatan berakhir pada bulan ini.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Kim melalui surat tiga halaman yang diterima Trump pada Jumat (9/8/2019). Trump mengatakan, dalam surat tersebut Kim mengeluh tentang “latihan konyol dan mahal” antara AS dan Korea Selatan, yang dianggap Korea Utara sebagai ancaman, demikian diwartakan AP News.

“Dia menyatakan dengan sangat baik, bahwa dia ingin bertemu dan memulai negosiasi segera setelah latihan bersama antara AS dan Korea Selatan selesai,” kata Trump, merujuk pada surat Kim.

“Itu juga disertakan dengan permintaan maaf kecil atas pengujian rudal jarak pendek, dan dia mengatakan pengujian ini akan berhenti ketika latihan berakhir,” tambahnya.



Surat tersebut Kim sampaikan usai Korea Utara meluncurkan dua rudal balistik jarak dekat ke laut pada pekan lalu. Peluncuran ini disebut sebagai yang pengujian kelima dalam kurun waktu kurang dari tiga minggu.

Sebelumnya, Korea Utara telah melakukan lima uji coba rudal balistik jarak pendek sejak akhir Juli, termasuk uji pada Sabtu pekan lalu yang dilepas ke pantai timurnya, The New York Times melaporkan.

Para ahli mengatakan bahwa hal ini dilakukan untuk mengungkapkan kekecewaannya atas latihan militer antara AS dan Korea Selatan selama dua minggu. Selain itu, uji coba tersebut dimaksudkan untuk membangun pengaruh Korea Utara dalam pembicaraan bilateral yang AS harapkan akan segera dimulai.

“Saya berharap dapat bertemu Kim Jong-un dalam waktu yang tidak lama lagi,” kata Trump.

“Korea Utara yang bebas nuklir akan menjadi salah satu negara paling sukses di dunia,” katanya lagi.

Kedua pemimpin tersebut telah bertemu tiga kali, di Singapura, Hanoi dan Zona Demiliterisasi Korea. Pada KTT kedua di Hanoi, keduanya menemui kebuntuan atas kesepakatan yang tidak sesuai satu sama lain.

Namun, pada pertemuannya yang terakhir, keduanya sepakat untuk melanjutkan pembicaraan nuklir yang telah terhenti sejak KTT Hanoi tersebut, meskipun belum ada kepastian mengenai jadwal pertemuan selanjutnya.


Baca juga artikel terkait AS-KORUT atau tulisan menarik lainnya Adrian Samudro
(tirto.id - Politik)

Kontributor: Adrian Samudro
Penulis: Adrian Samudro
Editor: Agung DH
DarkLight