Menuju konten utama

Studi Corona COVID-19 pada Ibu Hamil dengan Gejala Ringan

Beberapa Studi terbaru menunjukkan sebagian besar ibu hamil dengan infeksi virus Corona (COVID-19) "hanya" punya gejala yang ringan, bahkan tidak parah.

Studi Corona COVID-19 pada Ibu Hamil dengan Gejala Ringan
Ilustrasi ibu hamil. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Pandemi virus Corona COVID-19 mengancam semua orang, tidak terkecuali ibu yang sedang mengandung. Beberapa riset menunjukkan bahwa ibu hamil pun punya risiko yang cukup besar bisa terinfeksi COVID-19, termasuk dengan gejala ringan.

Center for Desease Control and Prevention (CDC) mencatat bahwa wanita hamil lebih rentan terkena semua jenis infeksi pernafasan, seperti flu. Hal ini di antaranya disebabkan karena kehamilan mengubah sistem kekebalan tubuh selain juga mempengaruhi paru-paru dan jantung.

Namun, sejumlah studi terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil dengan infeksi virus Corona (COVID-19) "hanya" punya gejala yang ringan bahkan tidak parah jika dibandingkan dengan populasi umum.

Salah satu riset tentang hal ini dilakukan oleh Priority Study dari University of California San Francisco. Penelitian ini melibatkan sekitar 30 wanita hamil di Cina yang terpapar COVID-19.

Hasilnya menunjukkan gejala yang relatif ringan, bahwa semua wanita selamat, mereka tampaknya tidak cenderung memiliki penyakit parah, dan tidak ada bukti penularan kepada bayi selama kehamilan.

Penelitian lainnya yang dipublikasikan oleh American Journal of Obstetrics & Gynecology pada Maret 2020 mengemukakan bahwa tidak ada bukti konkret yang menunjukkan bahwa wanita hamil lebih rentan terhadap COVID-19 dibandingkan orang lain.

Bahkan jika mereka mendapatkan infeksi, para peneliti menunjukkan bahwa para ibu hamil ini kemungkinan besar tidak mendapatkan komplikasi parah dari penyakit, seperti pneumonia.

Dalam laporan tahun 2019, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan menggunakan sampel sebagian kecil wanita hamil dengan COVID-19, menunjukkan bahwa mayoritas dari mereka tidak memiliki kasus yang parah. Dari 147 wanita yang diteliti, 8 persen memiliki COVID-19 parah dan 1 persen kritis.

Hasil Penelitian Terlalu Dini

"Berdasarkan data yang terbatas dari Cina, kami dapat mengatakan bahwa Anda dapat memiliki hasil yang baik, tetapi terlalu dini untuk mengatakan bahwa itu aman," kata Stephanie Gaw, perinatologis UC San Francisco, yang terlibat dalam riset Priority seperti dilansir University of California San Francisco (UCSF)

Gaw mengatakan bahwa berdasarkan apa yang diketahui tentang kehamilan dan penyakit pernapasan lainnya, ia khawatir bahwa wanita hamil mungkin berisiko lebih tinggi untuk COVID-19.

"Bahkan dengan flu musiman, wanita hamil lebih mungkin untuk mendapatkannya daripada populasi umum dan mereka berisiko lebih tinggi untuk hasil yang lebih parah jika mereka mendapatkannya," tambah Gaw.

"Kami melihat efeknya pada banyak infeksi yang berbeda," kata Gaw. "Wanita hamil akan memiliki gejala yang lebih ringan, tetapi itu juga berarti bahwa jika seorang wanita hamil bergejala, dia mungkin lebih sakit daripada orang yang tidak hamil dengan gejala yang sama."

Perubahan fisik selama kehamilan juga menekan diafragma dan mengurangi volume paru-paru secara keseluruhan. Jadi, kata Gew, ketika ada peningkatan stres pada sistem pernapasan, ia memiliki cadangan yang lebih sedikit untuk mengimbangi peningkatan kerja untuk bernapas.

Bisakah Menular Saat Persalinan?

Satu studi dari Cina yang dipublikasikan Jama Network pada Maret 2020 melaporkan bahwa virus tidak muncul dalam sampel yang diambil dari cairan ketuban atau darah tali pusar atau pada usap tenggorokan bayi yang baru lahir.

Dari 33 bayi yang lahir dari ibu dengan COVID-19 yang diteliti, hanya 3 bayi positif setelah lahir, dan ini mungkin melalui transmisi dalam rahim.

Penelitian lain yang dipublish Jama Network menunjukkan bahwa kemungkinan penularan dalam rahim tersebut berdasarkan peningkatan kadar antibodi tertentu, itulah ada beberapa bayi baru lahir dinyatakan negatif terhadap virus.

Namun, para peneliti tetap berhati-hati karena belum ada cukup bukti yang kuat untuk mengonfirmasi apakah COVID-19 dapat ditularkan dalam rahim atau tidak. "Kemungkinannya pasti ada di sana," jelas Gaw.

Bisakah Menular Lewat ASI?

Menurut CDC, coronavirus memang belum terdeteksi dalam ASI, tetapi belum diketahui apakah ibu dapat menularkan COVID-19 dengan cara ini. Namun CDC menyarankan jika seorang ibu baru yang menderita COVID-19 atau mungkin curiga terkena virus, bicarakan dengan dokter tentang pro dan kontra menyusui.

Bagi Anda yang memutuskan untuk menyusui, Helathline memberikan beberapa langkah bahwa Anda dapat membantu membatasi paparan bayi Anda terhadap virus dengan:

  • Memakai masker wajah.
  • Cuci tangan sebelum menyentuh bayi Anda; pastikan benar-benar bersih.
  • Cuci tangan sebelum memegang pompa atau botol ASI
  • Pertimbangkan meminta seseorang memberi bayi satu botol ASI.

Baca juga artikel terkait IBU HAMIL CORONA atau tulisan lainnya dari Febriansyah

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Febriansyah
Penulis: Febriansyah
Editor: Iswara N Raditya