Sinopsis Film Dokumenter Banda: The Dark Forgotten Trail

Oleh: Siti Ninda Lestari - 23 November 2020
Dibaca Normal 1 menit
Banda: The Dark Forgotten Trail menceritakan kegemilangan dan wajah kelam sejarah Kepulauan Banda.
tirto.id - Banda merupakan nama sebuah pulau di Kepulauan Banda, yang terletak di wilayah Provinsi Maluku. Selain Pulau Banda, di kepulauan tersebut juga ada Pulau Lontar, Pulau Gunungapi, Pulau Ai, Pulau Run, Pulau Pisang, Pulau Hatta, Pulau Karaba, dan sejumlah pulau kecil lainnya.

Namun, tidak semua pulau di Kepulauan Banda berpenghuni. Di antara pulau yang tak berpenghuni itu adalah Pulau Nailaka dan pulau Batu Kapal. Pulau-pulau itu tidak berpenghuni karena dipenuhi batu karang dan tidak dapat ditumbuhi tanaman produktif.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga Kepulauan Banda kini mengandalkan sagu dan garam yang diperoleh dari seluruh pulau. Kepulauan ini juga menghasilkan singkong, tanaman yang dibawa oleh orang-orang Portugis pada awal ke-16.

Namun, pada berabad-abad silam, rempah merpakan komoditas utama di sana. Adalah tanaman pala yang membuat Kepulauan Banda pernah begitu terkenal di masa lampau.

Pala menjadi komoditas dagang bernilai sangat tinggi pada masa abad pertengahan. Segenggam pala di pasar Eropa pada masa itu dianggap lebih berharga dari satu peti emas.

Dan, Pala saat itu hanya tumbuh di Kepulauan Banda. Maka, tidak heran, Banda memikat banyak penjelajah asing, terutama dari Eropa, untuk datang berdagang di nusantara sekaligus menjajah.
Tanaman Pala bahkan membuat VOC rela menyerahkan koloni Belanda di Amerika Utara, yakni Nieuw Amsterdam (sekarang Manhattan, New York) kepada Inggris, dan ditukar dengan Kepulauan Banda.

Banda pun menjadi saksi bisu tempat perbudakan pertama di nusantara dan pembantaian massal. Namun, di kepulauan inilah semangat kebangsaan dan identitas multikultural juga pernah lahir dan menjadi warisan sejarah dunia.

Sejarah panjang Kepulauan Banda yang istimewa tersebut menjadi fokus utama film dokumenter bertajuk Banda: The Dark Forgotten Trail.

Film dokumenter yang disutradari Dimas Jay ini menceritakan dinamika yang pernah terjadi dalam sejarah kepulauan dengan daratan seluas 172 kilometer persegi tersebut.

Film ini diproduksi Life Like Pictures dan dinaratori oleh Ario Bayu dan Reza Rahardian. Naskah film ditulis oleh Mohammad Irfan Ramly.

Banda: The Dark Forgotten Trail meraih nominasi Piala Citra untuk Best Documentary Feature. Film ini juga mendapatkan nominasi APFF Award dalam kategori Best Documentary Film.

Di laman IMDb, penilaian dengan 8,1/10 disematkan untuk film ini. Film yang dirilis pada tahun 2017 tersebut kini sudah dapat ditonton di Mola TV dan Netflix.



Baca juga artikel terkait BANDA THE DARK FORGOTTEN TRAIL atau tulisan menarik lainnya Siti Ninda Lestari
(tirto.id - Film)

Penulis: Siti Ninda Lestari
Editor: Addi M Idhom
DarkLight