Satgas Covid-19: Semakin Banyak Pasien Positif Corona yang Sembuh

Oleh: Alexander Haryanto - 25 Oktober 2020
Dibaca Normal 1 menit
Reisa mengatakan, jumlah pasien sembuh berjumlah 4.094 kasus karena upaya penyembuhan sudah mulai membaik, termasuk ketersediaan obat-obatan.
tirto.id - Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang melakukan kampanye untuk memakai masker, menjaga Jarak dan menghindari kerumuman atau yang disebut dengan Gerakan 3M. Tujuannya adalah: untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona Covid-19 di seluruh Indonesia.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 dr Reisa Brotoasmoro menyatakan, dibandingkan sejak awal masa pandemi, kasus aktif virus corona di Indonesia saat ini berada dalam persentase terkecil.

"Makin banyak pasien positif COVID-19 yang sembuh. Jumlahnya 305.100 atau mencapai hampir 80 persen dari seluruh total kasus sampai hari ini yang berjumlah 381.910 kasus," ucap Reisa seperti dilansir laman Satgas Penanganan Covid-19.

Reisa menyatakan, jumlah kasus aktif di Indonesia saat ini sebanyak 63.733 atau sekitar 16,6 persen dari seluruh total kasus. Sementara jumlah pasien sembuh berjumlah 4.094 kasus. Sebab, kata Reisa, upaya penyembuhan terhadap penderita Covid-19 sudah mulai membaik, termasuk soal ketersediaan obat-obatan.

Bahkan, kata dia, sebagian besar obat tersebuh diproduksi oleh industri farmasi dalam negeri. Per 22 Oktober 2020, Reisa memastikan supply obat COVID-19 sudah didistribusikan ke-34 provinsi dan 760 rumah sakit rujukan.

"Maka kita makin optimistis, lebih banyak lagi kasus positif bisa disembuhkan," lanjut Reisa.

Maka daripada itu, untuk menekan angka Covid-19 itu perlu memperhatikan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga Jarak dan menghindari kerumuman. Selain langkah-langkah tadi, mencuci tangan dengan sabun juga penting untuk dilakukan.

Sebab, berdasarkan Pedoman Perubahan Perilaku Penanganan Covid-19 Oktober 2020 yang dirilis pemerintah, virus disebut bisa mati dengan sabun dan air mengalir. Mencuci tangan diusahakan harus dilakukan dengan benar, terutama menggunakan sabun dan air mengalir minimal selama 20 detik.


Selain itu, bisa juga dengan memakai hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60 persen. Namun, meskipun bisa membantu mengurangi jumlah kuman di tangan dengan cepat, hand sanitizer tidak dapat menghilangkan semua jenis kuman dan tidak seefektif saat mencuci tangan. Hand sanitizer juga tidak dapat menghilangkan kotoran dan minyak di tangan.

Cara menggunakan hand sanitizer cukup mudah. Setelah mengoleskan gel pada tangan, gosok permukaan tangan, jari, dan sela-sela jari hingga tangan mengering. Berdasarkan informasi dari Satgas Penanganan Covid-19, virus corona merupakan material kecil yang dibungkus oleh protein dan lemak, sehingga bisa larut oleh sabun dan virus bisa hancur.

Mencuci tangan sangat disarankan sesering mungkin, terutama sebelum menyentuh mata, hidung dan mulut. Selain itu, baik pula dilakukan sebelum makan atau menyiapkan makanan. Kemudian sesudah menyentuh permukaan atau benda yang terkomtaminasi. Lalu, saat batuk atau bersin ke tangan.

Berikut enam langkah mencuci tangan pakai sabun yang benar versi Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO):
1. Ratakan sabun dengan kedua tangan;
2. Gosok punggung tangan dan sela-sela jari secara bergantian;
3. Gosok jari-jari bagian dalam;
4. Gosok telapak tangan dengan posisi jari saling mengait/mengunci;
5. Gosok ibu jari secara berputar dalam genggaman tangan dan lakukan pada kedua tangan;
6. Gosokkan ujung jari pada telapak tangan secara berputar dan lakukan pada kedua tangan.

-----------
Artikel ini diterbitkan atas kerja sama Tirto.id dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).


Baca juga artikel terkait COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH
DarkLight