Sandiaga: Kami Ingin Buat Kawasan Monas Seperti Central Park

Oleh: Yandri Daniel Damaledo - 12 Januari 2018
Sandiaga Uno mengatakan ia ingin membuat kawasan Monas seperti Central Park yang bisa jadi tempar rekreasi dan olahraga.
tirto.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno meminta agar seluruh warga maupun pengunjung dapat menjaga kawasan wisata Monumen Nasional (Monas).

"Mari kita bersama-sama menjaga kawasan wisata Monas, sehingga kebersihan, kerapian dan keasriannya tetap terjaga dengan baik," kata Sandiaga di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (12/1/2018).

Menurut dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menerapkan kebijakan untuk melepas pagar pembatas yang dipasang di antara jalur pejalan kaki dan area rerumputan.

"Monas itu bukan hanya sekedar kawasan wisata, tetapi juga merupakan aset milik kita bersama. Jadi, harus selalu dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya," ujar Sandiaga seperti dilansir dari Antara.

Dia menuturkan pelepasan pagar pembatas itu dilakukan karena kondisi pagar yang memang sudah tidak layak. Terlebih, kawasan Monas juga merupakan ruang terbuka hijau (RTH).

"Kami ingin membuat kawasan Monas itu seperti Central Park, jadi bukan hanya sekedar taman saja, tetapi juga bisa dinikmati oleh warga untuk berekreasi, berolahraga dan lain-lain," tutur Sandiaga.

Lebih lanjut, dia juga meminta kepada Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas agar melakukan pengawasan khusus untuk mencegah atau mengantisipasi terjadinya tindak penyalahgunaan.

"Dari UPK Monas harus ada pengawasan yang dilakukan supaya tidak ada penyalahgunaan kawasan Monas. Kami ingin agar seluruh masyarakat bersama-sama belajar merawat dan menghargai taman," ungkap Sandiaga.

Sebelumnya pada Kamis (11/1/2018), Kepala Kantor Pengelola Kawasan Monas Munjirin mengatakan, pagar pembatas itu dicopot sesuai dengan arahan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno agar menjadikan Monas sebagai kawasan Taman Kota.

Sementara Anies Baswedan menyampaikan, dirinya tak khawatir jika rumput di Monas menjadi rusak. Sebab, kata dia, rumput tersebut bisa langsung diperbaiki oleh instansi yang mengelolanya jika ada kerusakan.

"Kita selama ini menempatkan ini semua sebagai garden. Orang enggak boleh terlibat, kalau saya nanti jadikan tempat hijau sebagai tempat kegiatan. Ini bukan kristal yang enggak bisa diperbaiki, rumput itu sesuatu yang ditanam (bisa) hidup lagi," ujar Anies, Senin (1/1/2018).

Baca juga artikel terkait MONAS atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Yandri Daniel Damaledo
Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Yandri Daniel Damaledo
Dari Sejawat
Infografik Instagram