Menuju konten utama

Saat Persija Tagih Janji Anies Bangun Stadion Sekelas Old Trafford

I Gede Widiade mengatakan kebutuhan sarana dan prasarana sebagaimana dibutuhkan Persija memang sudah semestinya dipenuhi Pemprov DKI.

Saat Persija Tagih Janji Anies Bangun Stadion Sekelas Old Trafford
Antusiasme pendukung Persija memberi dukungan pada Persija pada final Piala Presiden 2018 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (17/2/2018). tirto.id/Arimacs Wilander.

tirto.id - “Berkat doa dan dukungan dari masyarakat Jakarta dan The Jakmania, Insyaallah pembangunan Stadion Internasional Jakarta bisa dimulai oleh Jakpro.”

Pernyataan tersebut ditulis Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam sebuah unggahan di akun Instagramnya @aniesbaswedan. Orang nomor satu di ibu kota ini meminta agar proyek pembangunan stadion tersebut turut dikawal semua pihak.

Rencana pembangunan stadion yang dimaksud memang terus bergulir sejak 2017. Stadion dengan standar internasional itu bakal dibangun di kawasan Taman Bersih Manusiawi Wibawa (BMW), Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sejak didengungkan dalam kampanye Pilkada DKI Jakarta pada 2016, stadion ini disebut-sebut bakal serupa dengan Old Trafford milik Manchester United.

Luas kawasan stadion diperkirakan mencapai 500 ribu meter persegi, sementara luas stadion utamanya diperkirakan sebesar 76 ribu meter persegi. Stadion BMW sendiri nantinya diproyeksikan mampu menampung 75 hingga 85 ribu penonton.

Anggaran untuk pembangunan stadion ini telah disetujui Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Selasa (27/11/2018). Dalam rapat itu, Forum Banggar setuju untuk menambah alokasi anggaran hingga sebesar Rp500 miliar.

Dengan demikian, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) yang ditugasi untuk membangun stadion mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp900 miliar guna membangun markas bagi Persija itu.

Titik cerah pembangunan stadion itu pun disambut baik Direktur Persija Jakarta I Gede Widiade. Kendati demikian, Gede mengaku tidak ingin berharap terlalu banyak. Ia mengatakan dirinya akan membiarkan Pemprov DKI memenuhi janjinya terlebih dahulu dalam membangun infrastruktur itu.

“Sebagai perusahaan profesional, kami tidak boleh berharap banyak. Namun sebagai masyarakat Jakarta, tentu saya berharap kepada pemerintah daerah untuk bisa menyiapkan infrastruktur yang bisa digunakan warga Jakarta, termasuk di dalamnya klub sepak bola,” kata Gede kepada reporter Tirto, Kamis (29/11/2018).

Gede menuturkan, selama ini kegiatan Persija kerap menemui kendala karena tidak adanya aset bangunan yang dimiliki. Gede menyebut kebutuhan lapangan sepak bola seluas 5 hektar pun tidak semudah itu bisa terpenuhi.

Ia mengatakan kebutuhan sarana dan prasarana sebagaimana dibutuhkan Persija memang sudah semestinya dipenuhi pemerintah daerah. Sebab, selama ini Persija berlatih dengan memanfaatkan lapangan milik TNI Angkata Udara, di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Dengan mempertimbangkan hal itu, Gede menegaskan pembangunan stadion yang didedikasikan bagi Persija sangat mendesak. Ia menyebutkan setidaknya ada dua faktor yang mendorong, yakni: keamanan dan keuangan.

Infografik CI Stadion BMW bersih manusiawi wibawa

Gede menilai tidak adanya markas membuat keamanan para pemain sepak bola Persija bisa terancam apabila harus bermain di luar Jakarta. Selain itu, Gede mengklaim bermain di stadion umum selama ini rentan terhadap jadwal yang bertabrakan dengan agenda lain.

“Tidak adanya lapangan [untuk Persija] di Jakarta, saya rasa membuat siapa pun yang mengelola [klub] akan berdarah-darah. Selain itu, terkait dengan keamanan, ini rentan karena tingkat konflik antar-suporter itu tinggi,” kata Gede.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal The Jakmania Diky Soemarno menilai pembangunan stadion tersebut sebagai upaya pemenuhan terhadap hak Persija dan para suporternya.

Diky mengatakan semenjak Stadion Menteng beralih fungsi menjadi Taman Menteng, Persija belum memiliki tempat pengganti yang berfungsi sebagai markas.

“Inilah yang sebetulnya diinginkan, karena Persija tidak mempunyai apa yang menjadi milik mereka. Secara aset, Persija enggak punya apa-apa,” kata Diky kepada reporter Tirto.

Karena itu, Diky menegaskan para suporter Persija mendukung dan mendorong agar pembangunan Stadion BMW lekas dilakukan. Diky yakin bahwa ketersediaan infrastruktur yang layak bisa sejalan dengan prestasi Persija ke depannya.

Baca juga artikel terkait PERSIJA atau tulisan lainnya dari Damianus Andreas

tirto.id - Olahraga
Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Abdul Aziz