Respons MRT Jakarta Soal Penumpang yang Gunakan Make Up di Kereta

Oleh: Dewi Adhitya S. Koesno - 20 Maret 2019
PT MRT Jakarta memberikan tanggapan perihal berita Tirto.id berjudul “Imbauan MRT Soal Make Up Dinilai Langgengkan Victim Blaming” yang tayang Selasa (19/3/2019).
tirto.id - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta memberikan tanggapan terkait imbauan bagi penumpang yang menggunakan make up secara berlebihan di kereta.

"Sekali lagi ini hanya imbauan, untuk kenyamanan penumpang yang bersangkutan itu sendiri," ujar Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin melalui rilis pers kepada Tirto, Selasa (19/3/2019).

PT MRT Jakarta melakukan imbauan terkait sejumlah perilaku di transportasi publik, salah satunya terkait "tidak menggunakan make up secara berlebihan".

"Sebab MRT adalah alat transportasi umum, yang bergerak-gerak dan bisa jadi penumpangnya di dalam kereta sedang padat, bisa tersenggol, atau tangan tergoyang saat kereta belok ketika penumpang beraktivitas make up berlebihan. Misalnya, selama 30 menit perjalanan terus menerus melakukan aktivitas make up di dalam kereta," ujarnya kepada Tirto.

Muhammad Kamaluddin menjelaskan, bagi MRT tujuan imbauan itu sederhana, yaitu agar para penumpang nyaman selama berada di dalam kereta.

Kamaluddin menyatakan, konteks yang dibangun oleh pihak MRT Jakarta melalui materi komunikasi berupa video perilaku yang kemudian dibuat dalam bentuk lain, yaitu poster Instagram adalah contoh imbauan bagi penumpang selama menggunakan MRT Jakarta.

"Penggunaan materi komunikasi sebagaimana dimaksud, mengambil referensi jenis imbauan serupa yang juga dilakukan oleh operator kereta lain seperti operator kereta di Jepang sebagaimana hasil survei mereka di tahun 2016," kata dia.

Menurutnya, pihak PT MRT Jakarta tidak pernah memberikan pernyataan tertulis atau melalui video maupun poster Instagram bahwa penggunaan kosmetik secara berlebihan selama menggunakan MRT Jakarta memiliki korelasi terhadap peningkatan angka pelecehan seksual.

"MRT Jakarta sebagai perusahaan penyedia jasa transportasi publik, senantiasa mengedepankan kenyamanan penumpang dengan terus berkontribusi positif membangun perubahan budaya dalam bertransportasi publik," tukasnya.


Baca juga artikel terkait PROYEK MRT atau tulisan menarik lainnya Dewi Adhitya S. Koesno
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: Siaran Pers
Penulis: Dewi Adhitya S. Koesno
Editor: Maya Saputri