Rabobank Resmi Tak Beroperasi di Indonesia

Oleh: Dea Chadiza Syafina - 30 April 2019
Dibaca Normal 1 menit
Rabobank Indonesia mulai beroperasi pada tahun 1990 dengan memberikan layanan perbankan korporasi.
tirto.id - PT Bank Rabobank International Indonesia (Rabobank Indonesia) menutup usahanya di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, alasan ditutupnya unit usaha di Indonesia terkait wacana konsolidasi bisnis Rabobank di Singapura.

Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot mengungkapkan, OJK sebagai regulator akan memastikan seluruh hak dan kewajiban kepada pihak terkait Rabobank akan terjaga dan terlindungi dengan baik apabila wacana tersebut dijalankan oleh perseroan.

“Sebagai regulator, kami juga meminta pihak Rabobank untuk segera melaporkan rencana tersebut kepada kami,” jelas Sekar Putih kepada Tirto, Selasa (30/4/2019).

Dalam surat pemberitahuan yang diterbitkan Rabobank kepada nasabah, perseroan mengumumkan penghentian operasional di Indonesia secara bertahap mulai April 2019 setelah mulai beroperasi selama 29 tahun atau sejak 1990 di Tanah Air.

Dalam surat yang ditujukan kepada nasabah loyal pada 22 April 2019 itu, manajemen perseroan menegaskan bahwa penghentian operasional tersebut akan dilakukan secara bertahap.

Presiden Direktur Rabobank Indonesia, Jos Luhukay, dalam suratnya, mengungkapkan bahwa keputusan ini merupakan keputusan sulit, namun merupakan bagian dari strategi global Rabobank Group terkait dengan visi Banking for Food yang berfokus pada rantai pasokan internasional untuk sektor pangan dan agrikultur.


“Dengan berat hati kami sampaikan bahwa pemegang saham pengendali telah memutuskan untuk menghentikan operasional Rabobank Indonesia. Kami berkomitmen untuk menjalankan keputusan dari seluruh pemegang saham dengan sebaik mungkin dan memastikan proses pengembalian izin perbankan dan izin usaha kepada otoritas terkait berjalan dengan baik, lancar, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia,” tulis Jos Luhukay.

Tahapan pertama, penghentian dilakukan dengan menutup kantor cabang perusahaan. Saat ini, surat permohonan izin penutupan kantor cabang sudah disampaikan Rabobank Indonesia kepada OJK. Tahapan berikutnya, Rabobank Indonesia juga secara bertahap akan mengurangi layanan produk dan jasa perbankan yang selama ini diberikan kepada nasabah.

“Pemberitahuan lebih rinci akan disampaikan dalam surat terpisah. Terkait dengan layanan safe deposit box yang juga akan dihentikan, surat ini berfungsi sebagai pemberitahuan awal tiga bulan sebelumnya terhadap penghentian layanan tersebut,” tulis surat yang juga ditandatangani oleh Sheky Lemasoa, Business Banking Director Rabobank Indonesia.

Beroperasi Sejak Tahun 1990


Dalam situs resminya, disebutkan Rabobank Indonesia mulai beroperasi pada tahun 1990 dengan memberikan layanan perbankan korporasi. Rabobank Indonesia adalah anak perusahaan Rabobank Group yang berpusat di Utrecht, Belanda. Sebagai anak perusahaan Rabobank Group, fokus Rabobank Indonesia ialah di pembiayaan sektor pangan dan agribisnis.

Sejarah Rabobank Group dimulai pada tahun 1898, ketika dua bank koperasi yang berbeda yakni Cooperatieve Centrale Raiffeisen Bank di Utrecht dan Cooperatieve Centrale Boerenleenbank di Eindhoven didirikan oleh beberapa orang berjiwa wirausaha dari perdesaan. Kedua bank tersebut melayani komunitas pedesaan secara terpisah dan selama tiga perempat abad mempraktikkan prinsip koperasi dalam perbankan.

Pada 1972 kedua bank bergabung dan sepakat untuk menggunakan nama Rabobank Nederland, lalu Rabobank International yang kemudian membuka kantor-kantor cabang di Eropa, Amerika Utara, Asia dan Amerika Selatan.

Menilik laporan keuangan perseroan, kinerja bank yang dikendalikan dari Rabobank Belanda ini terus menurun. Per September 2018, perusahaan menderita rugi bersih setelah sebelumnya mengalami koreksi laba. Rugi perseroan pada kuartal III-2018 mencapai Rp132,12 miliar, dibanding periode yang sama 2017 yang masih mengantongi laba senilai Rp10,26 miliar.

Jumlah karyawan perseroan juga terus berkurang dari sebanyak 1.708 orang pada 2009 menjadi 722 orang per 2017.


Baca juga artikel terkait PERBANKAN atau tulisan menarik lainnya Dea Chadiza Syafina
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dea Chadiza Syafina
Penulis: Dea Chadiza Syafina
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight