Indeks Dokumentasi Sastra

Bagaimana H.B. Jassin Merawat Sastra Indonesia?
Rak literasi.
Kembang warisan pusat
dokumentasi.
Kembang warisan pusat
dokumentasi.
Membedah Seksualitas dan Erotisisme di Serat Centhini
Saat Nusantara belum bernama Indonesia, dan masih dipimpin oleh para raja, budaya seks dan erotis tidak berbeda dengan zaman sekarang. Bahkan saat itu seksualitas dan erotisisme dipraktikkan dengan liar.
PDS HB Jassin Tak Menolak Dikelola Pemprov DKI
Ketua Pembina Yayasan Dokumentasi Sastra (YDS) HB Jassin, Ajip Rosidi, mengatakan pihaknya tidak pernah menolak Pemprov DKI mengelola PDS HB Jassin seperti apa yang disebut Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Negeri yang Tak Peduli Karya Adiluhung
Lebih dari 26 ribu naskah kuno atau manuskrip tulisan tangan asli Indonesia disimpan rapi di Belanda atau Inggris. Dua negara Eropa itu memboyong naskah-naskah tersebut sejak menjajah Indonesia. Padahal, banyak di antara naskah-naskah tersebut karya adiluhung yang memiliki nilai sangat tinggi.
Koleksi Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin
Pusat dokumentasi sastra HB Jassin yang memiliki koleksi sekitar 300 ribu koleksi sastra yang terdiri dari buku fiksi dan non fiksi, naskah dan buku drama, biografi pengarang sastra, kliping serta sejumlah dokumen lain itu belum memiliki arsip digital yang dapat memudahkan akses bagi masyarakat serta dapat menyelamatkan koleksi yang ada.

"Robohnya" Pusat Dokumentasi Sastra Kami
Sejak 2016, Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin ternyata tak disokong dana pemerintahan daerah DKI Jakarta. Di ruang penyimpanan arsip, pendingin tak berfungsi. Perawatan arsip dengan pengasapan pun absen sejak 4 tahun silam. Nasib arsip-arsipnya akan ditentukan dalam waktu dekat: apakah tetap milik yayasan mandiri, atau diserahkan pada pemerintah provinsi.
Masuk tirto.id





