Proyek MRT Fase II Masih Tunggu Kejelasan Lahan

Oleh: Hendra Friana - 11 September 2017
Dibaca Normal 1 menit
Rute Bunderan HI-Kampung Bandan masih merupakan trase indikatif yang belum mendapatkan persetujuan untuk bisa segera dieksekusi.
tirto.id - Setelah pinjaman dana untuk pembangunan fase II disetujui oleh DPRD DKI Jakarta pada 25 Agustus lalu, proyek Mass Rapid Transit (MRT) kembali dikebut untuk mengejar target operasi pada Maret 2019.

Dirut MRT William Sabandar mengatakan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Pemprov DKI, Kementerian Perhubungan, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) guna mempertegas status lahan yang akan dipakai sebagai trase pembangunan fase II rute Bunderan HI-Kampung Bandan.

Maka daripada itu, kata dia, rute Bunderan HI-Kampung Bandan masih merupakan trase indikatif yang belum mendapatkan persetujuan untuk bisa segera dieksekusi.

"Karena begini, yang dari Bundaran HI ke Kota itu kan memang udah jelas trasenya, yang dari Kota ke Kampung Bandan itu tadi, lahannya masih lahan kereta api, dan lahan kereta api itu kan harus diperjelas statusnya," tutur William di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017).

Kendati demikian, kata William, pihaknya telah menerima surat penjelasan bahwa PT KAI siap menyerahkan beberapa lahan di Kampung Bandan untuk digunakan sebagai Depo MRT. Surat tersebut diberikan PT KAI secara resmi melalui Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat beberapa bulan lalu.

Untuk diketahui, dana pinjaman fase II sebesar Rp22,4 triliun berasal dari JICA (Japan Internasional Cooperation Agency) disetujui oleh anggota DPRD dengan beberapa catatan, seperti komitmen membangun perumahan rakyat di beberapa koridor serta kemauan untuk berintegrasi dengan transportasi back bone lainnya di Jakarta.

Selain fase kedua, dana pinjaman untuk fase pertama juga sebesar Rp2,56 triliun. Pembangunan fisik MRT Jakarta fase 1 sendiri telah mencapai 76,1 persen hingga akhir Juli lalu. Pembangunan itu terdiri dari Koridor Selatan-Utara (Lebak Bulus- Bundaran HI) yang tersambung sepanjang 16 km.

Ada 13 stasiun yang dibangun baik elevated (stasiun layang) maupun bawah tanah. Tujuh stasiun layang antara lain Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M dan Sisingamangara. Sementara enam stasiun bawah tanah meliputi Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas dan Bundaran HI.

Trase KRT fase I sudah definitif. Artinya, trase tersebut sudah lengkap dengan koordinat dan dapat dijadikan dasar untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan berikutnya.

Baca juga artikel terkait PROYEK MRT atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Alexander Haryanto