Prakiraan Cuaca BMKG Saat Perayaan Tahun Baru Imlek 5 Februari 2019

Oleh: Yantina Debora - 4 Februari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Data prakiraan cuaca BMKG menyebut wilayah Jakarta bakal cerah berawan pada pagi saat Tahun Baru Imlek 5 Februari 2019.
tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan Jakarta bakal cerah berawam pada pagi saat Perayaan Tahun Imlek pada Selasa (5/2/2019).

Dikutip dari situs web prakiraan cuaca BMKG, pada siang sebagian wilayah Jakarta bakal hujan lokal seperti di Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

Wilayah Jakarta Barat bakal hujan ringan pada siang dan jakarta Selatan bakal diguyur hujan sedang.

Pada malam, menurut prakiraan cuaca BMKG, semua wilayah Jakarta bakal cerah berawan dengan suhu 25-32 derajat celsius.

Saat perayaan Imlek di Semarang, BMKG memprakirakan wilayah itu bakal diguyur hujan sedang pada malam. Sedangkan pagi hingga siang, Semarang bakal berawan dengan suhu 24-31 derajat celsius.

Wilayah Surabaya pada Selasa diperkirakan bakal diguyur hujan petir pada siang dan dilanjutkan hujan lokal pada malah hari.


Kota Yogyakarta bakal cerah pada pagi dan menjelang siang hingga malam akan berawan.

Kota Singkawang yang dikenal dengan serangkaian festival Imlek bakal diguyur hujan lebat pada siang. Pada pagi, Kota Singkawang bakal diselimuti kabut dan malanya bakal cerah berawan.

Di Pulau Sumatera, BMKG memprediski kota Medan bakal diguyur hujan ringan pada siang. Pagi dan malam hanya akan berawan.

Waspada Gelombang Tinggi Tiga Hari ke Depan

BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah di Indonesia hingga tiga hari ke depan.

Dikutip dari Antara, Kasubbag Humas BMKG Taufan Maulana di Jakarta, Senin (4/2/2019), mengatakan kondisi tersebut diakibatkan pola angin di utara Indonesia umumnya dari arah utara-timur laut dengan kecepatan antara 4-20 knot, sedangkan di selatan wilayah Indonesia umumnya dari barat-utara dengan kecepatan antara 4-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Cina selatan, Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Kei-Aru, Perairan Barat Yos Sudarso, Perairan Merauke, dan Laut Arafuru. Kondisi kecepatan angin mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah-wilayah tersebut.

Beberapa wilayah di Indonesia yang berpeluang gelombang dengan ketinggian sedang, yaitu 1,25-2,50 meter, di antaranya Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Barat Aceh hingga barat Lampung, Samudra Hindia barat Sumatera, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Sumbawa.

Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas bagian selatan, Perairan Selatan Pulau Sumba-Pulau Sawu, Perairan Kupang-Pulau Rote, Laut Sawu bagian selatan, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah.


Selain itu, di Laut Timor selatan NTT, Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Anambas-Kepulauan Natuna, Laut Natuna, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Perairan Utara Sulawesi, Perairan Bitung-Manado, Laut Maluku, Perairan Utara Kepulauan Banggai-Kepulauan Sula,

Termasuk Perairan Timur dan Barat Halmahera, Laut Banda bagian selatan, Perairan Kepulauan Sermata hHingga Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Kei-Kepulauan Aru, Laut Flores, Perairan Utara Papua Barat hingga Papua, dan Perairan Amamapere-Agats.

Wilayah yang harus diwaspadai berpeluang gelombang tinggi 2,50-4 meter, yaitu Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTB, Perairan Kepulauan Talaud, Perairan Utara Halmahera, Samudra Pasifik utara Halmahera, Perairan Yos Sudarso, dan Laut Ararufu.

BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan, memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, yakni untuk perahu nelayan dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Selain itu, kapal feri dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, kapal ukuran besar seperti kargo atau pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas empat meter.

Masyarakat terutama yang berada, beraktivitas, dan tinggal di pesisir wilayah yang berpotensi gelombang tinggi akibat pola angin, harus tetap berhati-hati dan waspada dengan kondisi tersebut.

Baca juga artikel terkait HARI RAYA IMLEK atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH