Persija vs Ceres: Macan Kemayoran Kalah Karena Kedodoran di Akhir

Oleh: Renalto Setiawan - 24 April 2019
Dibaca Normal 2 menit
Persija kalah 2-3 dari Ceres Negros. Nasib Macan Kemayoran dalam gelaran AFC Cup 2019 pun berada di ujung tanduk.
tirto.id - Dalam lanjutan AFC Cup 2019, Selasa (23/4/2019), Persija Jakarta kalah 2-3 dari Ceres Negros, wakil dari Filipina. Bermain di Stadion Gelora Utama Bung Karno, Jakarta, Persija Jakarta sebenarnya unggul dua gol terlebih dahulu melalui sundulan Sandi Sute pada menit ke-49 dan sontekan pelan Bruno Matos pada menit ke-57. Namun, Ceres kemudian bangkit dan berhasil membalikkan keadaan lewat gol yang dicetak oleh Miguel Tanton, Bienveido Maranon, serta Mike Ott.

Turunnya stamina pemain-pemain Persija pada babak kedua menjadi salah satu penyebab utama kekalahan Persija dalam laga tersebut. Setidaknya Slobodan Klacar, asisten pelatih Ceres, menjelaskannya seusai pertandingan.

“Pada babak kedua, kami [Ceres] sempat tertinggal 2-0 dari Persija. Kami lantas memaksimalkan stamina pemain kami, sampai akhirnya kami mampu membalikkan keadaan menjadi 2-3,” tutur klacar. “Kami sadar bahwa kami unggul stamina. Jadi, kami mencoba untuk memaksimalkannya.”

Klacar lantas menjelaskan bahwa stamina para pemain sebetulnya bukanlah faktor utama dalam pertandingan sepakbola.

“Stamina pemain itu penting, tetapi di dalam sepakbola, itu adalah prioritas ketiga. Yang pertama adalah taktik dan yang kedua adalah komunikasi antar-pemain,” kata Klacar.

Penjelasan Klacar tersebut sangat masuk akal. Jika dilihat dari penampilan Persija, menurunnya stamina pemain-pemain Persija sebenarnya terjadi karena dua faktor penting yang disebut oleh Klacar: kesalahan taktik dan kurangnya komunikasi antar-pemain.

Peran Tiga Gelandang Persija


Bermain dengan formasi 4-3-3 [kadang berubah menjadi 4-1-4-1], Persija langsung pasang gigi pada awal babak pertama. Novri Setiawan, Bruno Matos, dan Riko Simanjuntak, trio penyerang Persija, langsung merepotkan pemain-pemain belakang Ceres. Alhasil, setidaknya hingga menit ke-20, Persija berhasil mendominasi jalannya pertandingan: pada menit ke-3, Novri Setiawan berhasil menciptakan peluang yang berhasil diselamatkan oleh Rolland Muller, kiper Ceres. Lalu pada menit ke-20 Muller juga harus bersusah payah untuk menyelamatkan tendangan penalti Bruno Matos.

Namun, secara perlahan Ceres dapat menyesuaikan diri dengan pendekatan yang dilakukan Persija. Bermain dengan formasi 4-4-2, mereka memilih bermain mendalam dengan jarak antar lini yang sangat rapat. Persija pun mulai kesulitan untuk membongkar rapatnya pertahanan klub asal Filipina tersebut.

Dari sana, Persija lantas lebih banyak menahan bola di lini belakang. Menurut hitung-hitungan statistik AFC, empat kombinasi umpan terbanyak pada babak pertama dilakukan oleh dua bek tengah Persija, Maman dan Ryuji Utomo. Maman 12 kali mengumpan ke Ryuji dan 12 kali mengumpan ke Dany Saputra. Sementara itu, Ryuji 12 kali mengumpan ke arah Ismed Sofyan dan 10 kali mengumpan ke arah Maman.

Saat kombinasi umpan tersebut terus dilakukan, Sandi Sute, Rohit Chand, serta Ramdani Lestaluhu, tiga gelandang Persija, terus bergerak untuk membuka ruang. Kadang mereka jauh maju ke depan, bermain melebar, hingga turun ke belakang untuk menjemput bola. Namun, dua masalah kemudian muncul karena pergerakan tiga gelandang Persija tersebut.

Pertama, pergerakan tiga gelandang Persija tersebut tidak dibarengi oleh pemain-pemain depan Persija. Sementara Novri jauh berada di kiri, Rico juga jauh melebar di sisi kanan. Pergerakan tiga pemain tengah tersebut akhirnya tidak berdampak siginifikan dan gagal membongkar organisasi pertahanan Ceres. Setelah mendapatkan penalti pada menit ke-20, Persija pun baru bisa menciptakan peluang lagi pada menit ke-37, melalui tendangan Novri dari luar kotak penalti.

Kedua, saat Persija kehilangan bola, tiga pemain tengah Persija tersebut sangat aktif dalam melakukan pressing. Sayangnya, karena pemain-pemain belakang Persija sering telat naik ke lini depan, tiga pemain itu sering melakukan sprint ke belakang saat pressing tersebut gagal.

Dari sana, stamina tiga pemain tengah Persija kemudian terkuras. Kolev kemudian memilih mengganti Ramdani (pada menit ke-71) dan Sandi Sute (pada menit ke-88). Dan Ceres tahu betul bagaimana caranya menanfaatkan situasi tersebut.

Perubahan Posisi Stephan Schrock


Setelah ketinggalan 2-0, Ceres melakukan perubahan cerdik. Mereka memasukkan Miguel Tanton dan Mahir Karic. Namun, Ceres tetap memilih bermain dengan formasi 4-4-2. Sementara Karic mendampingi Maranon di lini depan, Stephan Schrock ditarik mundur ke lini tengah. Tujuan pendekatan itu jelas: Ceres ingin menguasai jalannya pertandingan.

Tanpa peran Ramdani Lestaluhu yang ditambah dengan ditarik ke luarnya Sandy Sute, Persija kemudian gagal mengimbangi kemampuan pemain-pemain tengah Ceres. Terutama karena peran dinamis Schrock di lini tengah, Ceres pun akhirnya benar-benar mampu menguasai jalannya pertandingan.

Pada menit-menit akhir pertandingan, tahu bahwa Rico Simanjuntak jarang melakukan track-back, Schrock lantas rajin bergerak ke sisi kanan pertahanan Persija. Pendekatan itu ternyata membuahkan hasil. Setidaknya, dua gol terakhir Ceres berasal dari pergerakan mantan pemain Frankfurt tersebut di sisi kanan pertahanan Persija.

Pada menit ke-85, Schrock berhasil memancing Rohit Chand untuk bergerak ke sisi kanan pertahanan Persija. Dan tanpa bantuan Chand, situasi di dalam kotak penalti Persija menjadi 3 lawan 3. Schrock kemudian mengirimkan umpan yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Maranon.

Sekitar tujuh menit berselang, Schrock lagi-lagi melakukan pergerakan di sisi kanan pertahanan Persija. Kali ini ia berdiri tanpa kawalan, karena hampir semua Persija fokus bertahan di sisi kiri pertahanan mereka. Alhasil, pemain berusia 32 tahun itu pun bisa mengirimkan umpan terukur ke arah Mike Ott.

Gol penentu kemenangan Ceres tersebut tentu tidak hanya menyakitkan bagi Persija, tapi juga mempersulit langkah tim asal Jakarta tersebut untuk melaju ke babak selanjutnya. Hanya mengumpulkan 4 angka dalam 4 laga, Macan Kemayoran kini tertinggal 8 angka dari Ceres, yang sementara ini menjadi pemuncak klasemen Grup G dengan perolehan 12 angka.

Berada di peringkat ketiga sementara, satu-satunya jalan Persija untuk melaju ke babak selanjutnya hanyalah mengincar salah satu posisi runner-up terbaik. Syaratnya jelas: dalam dua laga sisa, Persija harus mampu mengalahkan Becamex Binh Duong dari Vietnam serta Shan United FC dari Myanmar.

Baca juga artikel terkait PIALA AFC 2019 atau tulisan menarik lainnya Renalto Setiawan
(tirto.id - Olahraga)

Reporter: Gilang Ramadhan
Penulis: Renalto Setiawan

DarkLight