tirto.id - Rasa nyeri di pinggang atau punggung sering dikaitkan dengan masalah ginjal. Namun, tidak semua rasa sakit atau nyeri pada pinggang maupun punggung berhubungan dengan penyakit ginjal. Lalu, apa yang membedakan gejala ginjal bermasalah dengan nyeri pinggang biasa?
Ginjal merupakan organ dalam yang terletak di bagian belakang tubuh, tepat di bawah tulang rusuk bagian bawah. Sepasang ginjal terletak di setiap sisi kanan dan kiri tulang belakang sehingga nyeri di sekitarnya, seperti nyeri pinggang sering dikhawatirkan merupakan nyeri ginjal.
Ginjal bertugas menjaga keseimbangan komposisi darah yang memungkinkan tubuh manusia berfungsi dengan baik. Kedua ginjal setiap harinya menyaring darah untuk menghilangkan limbah dan cairan berlebih, lalu dikeluarkan sebagai urin.

Nyeri ginjal atau yang juga disebut nyeri renal, mengutip Mayo Clinic (11/7/2026), paling sering hanya memengaruhi satu sisi tubuh. Hal ini sedikit berbeda dengan nyeri pinggang biasa yang umumnya berupa nyeri otot.
Gejala Nyeri Pinggang Biasa dan Penyebabnya
Nyeri pinggang atau back pain biasanya berhubungan dengan otot. Berbeda dengan nyeri ginjal, nyeri pinggang biasa terasa di punggung bagian bawah dan berpusat di sepanjang tulang belakang atau menyebar ke area yang lebih luas.
Melansir laman The Kidney and Hypertension Center (KHC), jenis nyeri otot pinggang sering kali berubah-ubah tergantung gerakan. Biasanya, posisi tubuh tertentu memengaruhi rasa sakit ini dan terasa lebih baik saat beristirahat dalam posisi tertentu.
Selain itu, rasa sakit nyeri pinggang biasanya bervariasi, dari nyeri tumpul hingga kejang tajam. Nyeri tersebut akan turut mereda dengan peregangan atau perubahan posisi.
Nyeri pinggang kerap diawali dengan beberapa tanda atau gejala, seperti kekakuan otot, keterbatasan rentang gerak, kejang otot, hingga nyeri yang menjalar ke bawah kaki.

Penderita nyeri pinggang biasanya merasakan tegang pada otot punggung, terutama di pagi hari. Tak hanya itu, biasanya ada keterbatasan ruang gerak, seperti kesulitan membungkuk, memutar, atau bergerak dengan cara tertentu.
Kejang otot biasanya dialami penderita nyeri pinggang dalam bentuk pengencangan atau kram tiba-tiba pada otot punggung. Namun, nyeri pinggang juga bisa sewaktu-waktu membaik atau berkurang dengan berbaring dan menghindari aktivitas tertentu.
Lantaran nyeri pinggang berkaitan dengan otot dan dipengaruhi posisi tertentu, area yang nyeri terasa sakit saat ditekan. Nyeri ini juga bisa menjalar ke bawah kaki, yang berbeda pada pola nyeri yang berhubungan dengan ginjal.
Tak hanya berkaitan dengan otot, sering kali masalah nyeri pinggang berkaitan dengan tulang atau saraf, dan bukan masalah ginjal. Beberapa penyebab nyeri ini sebagai berikut:
Ketegangan otot
Ketegangan otot menjadi penyebab nyeri pinggang paling umum. Hal ini disebabkan oleh postur tubuh yang buruk, mengangkat beban yang berat, atau gerakan tiba-tiba yang bisa menyebabkan ketegangan pada otot dan ligamen di sekitar punggung.Hernia Diskus
Kondisi ini terjadi ketika cakram bantalan di antara tulang belakang menonjol atau pecah. Cakram tersebut bisa menekan saraf di dekatnya dan menyebabkan nyeri hingga mati rasa.Artritis
Osteoartritis bisa memengaruhi punggung bagian bawah, menyebabkan kekakuan dan nyeri yang memburuk seiring waktu. Kemudian, stenosis spinal, atau penyempitan saluran tulang belakang, juga dapat berkembang.Postur tubuh yang buruk
Postur tubuh yang terbiasa duduk dalam waktu lama bisa menyebabkan nyeri punggung kronis dan ketegangan otot.Saraf skiatika
Kompresi atau iritasi saraf skiatika bisa menyebabkan nyeri yang menjalar dari punggung bawah hingga ke kaki.Gejala Nyeri Pinggang Terkait Ginjal dan Penyebabnya
Nyeri pinggang yang berkaitan dengan ginjal berbeda dengan nyeri pinggang biasa. Nyeri ginjal pada umumnya terjadi di atas punggung, tepat di bawah tulang rusuk di bawah tulang rusuk di kedua sisi tulang belakang.
Letak ginjal berada di area daerah panggul sehingga ketidaknyamanan yang berhubungan dengan ginjal cenderung terasa lebih di sisi tubuh daripada langsung di tengah punggung.
Pada dasarnya, nyeri pinggang biasa memiliki jenis rasa sakit yang beragam, seperti rasa sakit tumpul hingga tajam. Namun, nyeri ginjal sering kali berupa rasa sakit tumpul yang konstan dan tidak banyak berubah seiring perubahan gerakan atau posisi.
Kendati demikian, dalam kondisi tertentu atau parah, nyeri ginjal juga bisa berupa rasa sakit yang tajam. Ini terjadi pada penderita yang memiliki batu ginjal atau infeksi ginjal.
Batu ginjal sendiri, dilansir dari laman NIDKK, disebabkan oleh tingginya kadar kalsium, oksalat, dan fosfor dalam urine. Mineral-mineral tersebut biasanya ditemukan dalam urine dan tidak menimbulkan masalah jika kadarnya rendah.
Pada penderita batu ginjal yang menyebabkan nyeri ginjal, biasanya disertai dengan berbagai gejala, seperti mual dan muntah, juga demam dan panas dingin. Selain itu, ada perubahan pada buang air kecil.

Masalah ginjal ini disertai dengan kesulitan buang air kecil, sering buang air kecil, penurunan jumlah urine yang dikeluarkan, atau sensasi terbakar saat buang air kecil.
Sementara itu, infeksi ginjal merupakan jenis infeksi saluran kemih yang sering dimulai di kandung kemih dan menyebar ke salah satu atau kedua ginjal. Gejalanya, seperti dijelaskan di laman NIDDK, mencakup demam dan nyeri di punggung, samping, atau selangkangan. Penderita juga mengalami nyeri saat buang air kecil.
Sedikit berbeda dari batu ginjal, infeksi ginjal paling sering disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi kandung kemih dan menyebar ke salah satu atau kedua ginjal.
Selain infeksi ginjal dan batu ginjal, dikutip dari laman KHC terdapat beberapa penyebab lain sebagai berikut:
Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Sebagian ISK menyerang kandung kemih, tapi infeksi yang parah bisa menyebar ke ginjal dan menyebabkan nyeri punggung atas disertai rasa terbakar saat buang air kecil dan sering buang air kecil.Hidronefrosis
Pembengkakan ginjal akibat penumpukan urine bisa menyebabkan nyeri tumpul dan konstan di area pinggang. Ini terjadi ketika sesuatu menghalangi aliran urine normal dari ginjal ke kandung kemih.Penyakit Ginjal Polikistik
Kondisi genetik menyebabkan kista berisi cairan tumbuh di ginjal yang bisa menyebabkan nyeri pinggang kronis, tekanan darah tinggi, serta penurunan fungsi ginjal seiring waktu.Trauma Ginjal
Cedera pada ginjal akibat kecelakaan, jatuh, atau olahraga kontak bisa menyebabkan nyeri, memar, dan darah dalam urine secara langsung.Kapan Harus Waspada dan Segera ke Dokter?
Nyeri ginjal yang disebabkan oleh beberapa kondisi atau masalah pada ginjal perlu segera ditangani jika sudah merasakan nyeri terus-menerus. Pasalnya, beberapa kasus nyeri tersebut tidak bisa ditangani hanya dengan pengobatan rumahan.
Beberapa kondisi yang menandakan bahwa seseorang harus lekas menemui dokter, yakni seperti demam, mual, atau masalah buang air kecil.
Melansir situs KHC, penderita nyeri ginjal sebaiknya mencari pertolongan medis saat mengalami nyeri hebat dan tiba-tiba yang tidak kunjung membaik. Nyeri juga biasanya disertai dengan kelemahan, mati rasa, atau kehilangan kendali kandung kemih/usus.

Terlebih, jika kondisi ini disertai dengan demam tinggi di atas 38,3°C disertai nyeri punggung atau pinggang. Dengan beberapa masalah ginjal, seperti darah dalam urine atau ketidakmampuan sama sekali untuk buang air kecil, penderita juga diimbau untuk menemui dokter.
Tak hanya nyeri dan demam, kondisi mual dan muntah yang parah juga merupakan tanda seseorang perlu ke dokter. Selain itu, tanda lain juga mencakup perubahan pola buang air kecil seperti yang terjadi pada penderita batu ginjal atau infeksi ginjal.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id
































