Perang Dagang Memanas, BI Beri Sinyal Kembali Turunkan Suku Bunga

Oleh: Hendra Friana - 12 Agustus 2019
Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo memberi sinyal bakal diturunkannya kembali suku bunga acuan BI 7-Day (Reserve) Repo Rate yang pada bulan lalu turun 25 bps dari 6 persen ke posisi 5,75 persen.
tirto.id - Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo memberi sinyal bakal diturunkannya kembali suku bunga acuan BI 7-Day (Reserve) Repo Rate yang pada bulan lalu turun 25 bps dari 6 persen ke posisi 5,75 persen.

Hal tersebut dimungkinkan dengan beberapa pertimbangan, salah satunya dampak ekskalasi perang dagang terhadap indikator perekonomian.

"Seandainya tidak membawa risiko ke depannya yang berakibat kepada pencapaian target kita menjadi terkendala, misalnya rupiah yang menjadi tidak stabil, itu yang kita hindarkan," ujar Dodi di kompleks BI, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019).

Apalagi belakangan genderang perang dua negara itu memang makin kencang. Trump mengatakan bakal menerapkan kenaikan tarif barang-barang asal Cina serta menuding negeri tirai bambu mengatur mata uangnya secara tidak adil. Hal itu dibalas oleh Cina dengan menangguhkan impor produk pertanian dari Amerika Serikat.

"Kita melihat selalu dinamika yang terjadi di pasar global pada saat bulan lalu itu belum ada tweet Trump yang terakhir jadi kita memang amati ini setiap waktu dari waktu ke waktu tapi tentunya masalah timing daripada kapan kita turunkan suku bunga akan kita lihat," imbuhnya.

Dody menyampaikan, bank sentral juga bakal tetap meneruskan strategi operasi moneter untuk memastikan ketersediaan likuiditas di pasar uang dan memperkuat transmisi kebijakan moneter yang akomodatif.

Kebijakan makroprudensial yang akomodatif juga tetap ditempuh untuk mendorong penyaluran kredit perbankan dan memperluas pembiayaan bagi perekonomian dan kebijakan sistem pembayaran dan pendalaman pasar keuangan juga terus diperkuat.


Baca juga artikel terkait PERANG DAGANG atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Maya Saputri
DarkLight