Penyebab dan Cara Menenangkan Bayi yang Menangis di Malam Hari

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 25 September 2020
Dibaca Normal 1 menit
Selama bayi tidak memiliki gejala penyakit mengkhawatirkan, menangis saat tidur bukan tanda sesuatu yang salah.
tirto.id - Presenter Mona Ratuliu membagikan pengalamannya saat mengasuh anak bayinya yang menangis di malam hari.

Ia mengunggah momen tersebut melalui akun Instagram pribadinya.

“Semalam, tiba-tiba lagi nenen Numa nangis histeris kurang lebih 45 menit enggak berhenti. Ini setelah bundanya berusaha nenangin sampai mati gaya. Semua yang ada di rumah saat itu ikut panik ngecek bolak-balik takut ada semut atau apa gitu di badan Numa,” tulisnya sebagai keterangan video yang ia unggah.

Masalah terkait tidur menjadi salah satu tantangan besar selama masa bayi dan balita. Si kecil acap kali rewel dan menangis dalam jangka waktu yang lama ketika ia tengah tertidur.

Sehingga, para orang tua pun perlu mengetahui penyebab bayi menangis saat tidur, cara menenangkannya, dan bagaimana siklus tidur normal yang seharusnya dimiliki bayi.

Melansir Medical News Today, tubuh bayi yang masih sangat kecil belum menguasi tantangan siklus tidur yang teratur.

Sehingga, mereka sering bangun atau mengeluarkan suara-suara aneh dalam tidur mereka.

Di sisi lain, menangis adalah bentuk komunikasi utama bagi bayi. Masuk akal bila bayi sering menangis saat tidur sebagai salah satu cara komunikasi mereka dengan orang tuanya.

Selama bayi tidak memiliki gejala penyakit yang mengkhawatirkan, menangis saat tidur bukan tanda sesuatu yang salah dan justru merupakan perkembangan normal.

Menangis dalam tidur pun dapat jadi tanda bahwa si kecil sedang mengalami mimpi buruk atau teror malam.

Mimpi buruk tersebut dapat terjadi selama tidur ringan, atau fase gerakan mata acak saat tidur. Sementara itu, teror malam terjadi ketika si anak gelisah selama fase tidur yang lebih malam.

Cara untuk menenangkan si kecil yang menangis


Para orang tua kerap langsung memeluk atau menggendong sebagai respons alami bila si kecil menangis.

Namun, Healthline menuliskan bahwa hal yang tepat untuk dilakukan justru dengan melihat dan menunggu si kecil tenang dengan sendirinya.

Rewel kerap terjadi saat masa transisi dari tidur ringan ke tidur nyenyak. Oleh karena itu, jangan terburu-buru untuk menggendong bayi hanya karena mereka menangis di malam hari.

Selain itu, ada baiknya untuk memperhatikan suara tangisan mereka. Bayi yang menangis di malam hari karena popok yang basah, lapar, kedinginan, atau sakit tidak akan tertidur dalam satu atau dua menit.

Tangisan tersebut sering kali meningkat dengan cepat dan jadi isyarat bagi Anda untuk merespons.

Untuk mengatasi hal ini, ada baiknya untuk bersikap tenang dan melakukan apa yang perlu dilakukan.

Bila Anda diharuskan menyusui, segera menyusui. Bila Anda perlu mengganti popok, maka segera mengganti popoknya. Lakukan hal tersebut tanpa stimulasi yang tidak perlu seperti menghidupkan lampu atau suara yang keras.

Ingat pula bahwa bayi yang mengeluarkan suara saat bergerak melalui tahapan tidur tersebut tampak berada dalam kondisi setengah sadar. Sulit untuk mengetahui apakah mereka terjaga atau tertidur.

Bayi dapat tidur selama 16 hingga 20 jam setiap harinya ketika mereka baru lahir. Akan tetapi, waktu-waktu tersebut terbagi dalam banyak waktu tidur siang atau tidur malam.

Para ahli pun merekomendasikan agar bayi baru lahir menyusu 8-12 jam kali setiap 24 jam.

Tidak masalah untuk membangunkan mereka setiap 3 atau 4 jam sekali untuk menyusu hingga berat badan si kecil menunjukkan kenaikan yang stabil.

Setelah itu, bayi baru dapat tidur selama empat atau lima jam sekaligus. Biasanya, fase ini akan berlanjut sampai sekitar tiga bulan ketika bayi mulai tidur selama delapan hingga sembilan jam di malam hari, dan beberapa kali tidur siang.

Siklus tidur orang dewasa memiliki transisi dari tidur ringan ke nyenyak dan kembali lagi dalam 90 menit.

Sementara siklus tidur bayi jauh lebih pendek yaitu 50-60 menit. Dengan kata lain, akan lebih banyak kesempatan bagi bayi Anda untuk menangis bahkan tanpa bangun.


Baca juga artikel terkait BAYI MENANGIS atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight