Menuju konten utama

Pelaku Teror Truk di Berlin Tewas Tertembak

Pihak kepolisian Italia telah mengidentifikasi pria yang diyakini sebagai pelaku serangan teror truk Berlin. Anis Amri kemudian dipastikan tewas dalam baku tembak.

Pelaku Teror Truk di Berlin Tewas Tertembak
Pemadam kebakaran berjaga di sebelah truk yang menabrak kerumunan pasar Natal tadi malam di Berlin, Jerman, Selasa (20/12). REUTERS/Hannibal Hanschke.

tirto.id - Menurut sumber keamanan setempat, seorang pria yang diyakini sebagai tersangka serangan truk ke bazar Natal di Berlin, dinyatakan tewas dalam baku tembak di Milan, Italia, Jumat (23/12/2016) ini.

Atas kejadian itu, kementerian dalam negeri Italia telah menggelar jumpa pers pada 10.45 waktu setempat atau 17.45 WIB.

Sebuah video pendek yang diposting laman majalah Italia Panorama memperlihatkan baku tembak terjadi sebelum subuh di mana polisi mengepung sebuah area di kegelapan. Area ini diyakini sebagai tempat persembunyian warga Tunisia berusia 24 tahun bernama Anis Amri.

"Orang ini cocok dengan deskripsi yang terlihat di Aalborg, Denmark Utara," cuit kepolisian Denmark seraya meminta penduduk mesti jauh-jauh dari area itu.

Amri juga tertangkap sebuah kamera polisi sedang berada di sebuah masjid di Berlin beberapa jam sebelum serangan truk itu.

Saat itu Amri belum menjadi tersangka, sampai Kamis pagi waktu setempat ketika polisi menggeledah masjid itu, namun tak menemukan Amri.

Pihak berwajib Jerman yakin Amri masih bersembunyi di Berlin karena dia terluka dan tak ingin membuat orang lain curiga.

Sebagaimana dilansir Antara, Jumat dini hari pasukan khusus menangkap dua orang tersangka perencana serangan ke sebuah pusat perbelanjaan di kota Oberhausen di negara bagian North Rhine-Westphalia.

Kedua orang itu dua bersaudara dari Kosovo berusia 28 dan 31 tahun. Keduanya ditangkap di Duisburg berdasarkan informasi dari sumber-sumber keamanan.

Juru bicara polisi menyebutkan tidak ada kaitan antara penangkapan di Duisburg dengan kasus Amri yang diklaim dilakukan ISIS.

Amri teridentifikasi oleh pihak keamanan Eropa sebagai ancaman potensial dan permintaan suakanya telah ditolak, namun pihak berwajib kesulitan mendeportasi dia karena dokumen-dokumen menyangkut identitasnya telah hilang.

Baca juga artikel terkait PASAR NATAL BERLIN atau tulisan lainnya dari Yuliana Ratnasari

tirto.id - Hukum
Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari