Menuju konten utama

Parlemen Mesir Sahkan Dukungan Militer Bantu Saudi Lawan Houthi

Pemerintah Mesir dapat memberikan bantuan militer ke Saudi dalam melawan Houthi. Hal ini dimungkinkan setelah parlemen Mesir menyetujui hal itu.

Parlemen Mesir Sahkan Dukungan Militer Bantu Saudi Lawan Houthi
Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi menuruni tangga pesawat saat tiba di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (10/10/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Parlemen Mesir resmi mengesahkan dukungan militer kepada Arab Saudi untuk memerangi kelompok bersenjata Houthi dari Yaman pada Senin (26/10/2026). Dengan pengesahan ini, Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sisi kini memiliki kewenangan penuh untuk mengirim bala bantuan ke Saudi.

Menukil ABC News, keputusan itu disahkan melalui pemungutan suara pada Senin. Voting dilakukan secara tertutup, namun lembaga legislatif Mesir itu menyebut hasil pemungutan suara dimenangkan anggota parlemen pro-pemerintah secara dominan.

Pemungutan suara ini sejatinya dijadwalkan berlangsung di parlemen Mesir pada pekan lalu. Namun, pelaksanaannya ditunda setelah rencana pengiriman bantuan ke Saudi memicu pro-kontra tentang potensi Kairo terseret ke dalam konflik Yaman yang telah berlangsung secara berkepanjangan.

Dengan hasil pemungutan suara itu, kini el-Sisi mendapat izin untuk memulai rencananya memberikan bantuan militer ke Saudi. Presiden Mesir itu sebelumnya telah meminta izin parlemen untuk memberikan bantuan kepada Saudi guna memerangi Houthi jika kerajaan itu memintanya.

“Mesir akan melakukan langkah apa pun untuk melindungi Arab Saudi,” tutur el-Sisi pada awal bulan ini, sambil menekankan bahwa perlindungan itu akan dilakukan “dalam konteks pertahanan”.

Akan tetapi, sejauh ini belum jelas apa bentuk bantuan yang akan diberikan Mesir kepada Saudi. Konfirmasi atas hal tersebut belum dinyatakan, namun sumber anonim ABC News menyebut bentuknya berupa pengerahan sistem pertahanan udara dan pesawat dalam membantu operasi pencegatan rudal dan drone.

Sumber anonim yang dijelaskan sebagai seorang pejabat Mesir itu juga menjelaskan bahwa bantuan militer ini tidak mencakup pengerahan pasukan darat ke Yaman. Dukungan hanya terbatas pada sokongan defensif.

Rencana pemberian bala bantuan ini sebelumnya menuai pertentangan dari partai oposisi di Mesir, sebagaimana diberitakan Reuters. Koalisi partai Gerakan Demokratik Sipil, misalnya, menolak keterlibatan militer Mesir dalam perang regional dan mendorong agar Kairo menjalankan peran dalam upaya mediasi.

Partai Demokrat Sosial Mesir juga sebelumnya menyatakan bahwa anggota parlemen mereka akan abstain dalam pemungutan suara. Kurangnya informasi tentang tujuan, durasi, dan biaya misi merupakan alasan ketidaksetujuan mereka terhadap rencana operasi tersebut.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Yaman yang dikuasai Houthi, Yahya Ali al-Rai, pekan lalu membuat pernyataan untuk mendesak parlemen Kairo menolak usul pemberian bantuan ke Saudi. Ia memperingatkan bahwa langkah itu berpotensi mengancam keamanan nasional dan stabilitas internal Mesir.

Mesir Beberapa Kali Turut Masuk ke Pusaran Konflik Yaman

Sebelum mencuatnya usulan tersebut, Mesir sejatinya pernah beberapa kali ikut terlibat dalam operasi militer untuk mengatasi konflik di Yaman sejak 1960-an. Kairo bahkan sempat melakukan intervensi militer ke Yaman selama satu dekade sejak 1962.

Akan tetapi, intervensi tersebut kini dikenang secara tidak populer di Mesir. Hal itu dikarenakan tingginya biaya yang mesti dihabiskan di tengah hasil yang tidak memuaskan. Bahkan, intervensi itu kini dianggap jadi salah satu faktor utama mengapa pasukan Mesir kalah dari Israel dalam Perang Enam Hari pada 1967.

Sejak saat itu, keterlibatan Mesir dalam operasi militer lintas batas di kawasan Teluk cenderung terbatas. Seperti pada 2015 lalu, Mesir hanya memberikan bantuan berupa kapal angkatan laut ke Laut Merah untuk mendukung operasi pasukan pimpinan Saudi pada fase awal pemberontakan Houthi di Yaman.

Sikap Kairo terhadap konflik di Teluk dalam beberapa dekade terakhir juga lebih condong pada upaya diplomasi, seperti ketika mereka kerap mengecam serangan yang dilakukan oleh Iran maupun pihak-pihak yang didukung Teheran dalam konflik di kawasan Teluk.

Hanya saja, dalam setidaknya satu dekade terakhir, Arab Saudi telah menjadi salah satu penyokong keuangan utama Mesir. Kerajaan itu memberikan bantuan dana serta investasi bernilai miliaran dolar ke Kairo dalam satu dekade terakhir.

Dukungan Saudi ke Mesir tersebut meningkat signifikan setelah Presiden Mohammed Morsi dari kalangan Ikhwanul Muslimin digulingkan pada 2013 dan membuka jalan bagi el-Sisi untuk menggantikannya.

Baca juga artikel terkait MESIR atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar