Pandemi Corona, Stoichkov Minta Liga Spanyol Tidak Dilanjutkan

Oleh: Fitra Firdaus - 6 April 2020
Dibaca Normal 1 menit
Hristo Stoickhov meminta Liga Spanyol dihentikan sesuai klasemen terakhir pada jornada 27 karena pandemi corona.
tirto.id - Mantan pemain Barcelona, Hristo Stoickhov, mengusulkan agar Liga Spanyol 2019/2020 tidak perlu dilanjutkan karena pandemi corona. Ide ini bertentangan dengan pendapat presiden RFEF, Luis Rubiales dan presiden LaLiga, Javier Tebas yang hingga kini masih berharap kompetisi berlanjut.

Liga Spanyol sementara ini terhenti di jornada 27. Barcelona sang juara bertahan mengoleksi 58 angka, unggul dua poin dari rival utama mereka, Real Madrid. Belum ada kepastian kapan kompetisi bergulir kembali mengingat Spanyol termasuk negara terdampak paling parah oleh COVID-19.

Berdasarkan statistik Center for Systems Science and Engineering (CSSE) Johns Hopkins University hingga Senin (6/4/2020) pukul 18.00 WIB waktu Indonesia, terdapat 131.646 kasus virus corona di Spanyol, dengan rincian 12.641 meninggal dan 40.437 orang dinyatakan pulih.

Menurut Stoichkov, dalam situasi Spanyol yang masih menjalani karantina nasional dan tidak ada jaminan kapan kompetisi bisa bergulir, langkah paling tepat adalah menghentikan liga.

"Jika kita melihat situasi, dengan pertandingan yang sudah dimainkan, akan lebih adil untuk menghentikan Liga Spanyol seperti (klasemen) saat ini. Bayak tim yang bisa bertahan (tidak degradasi) di papan bawah, masih banyak laga tersisa," kata Stoichkov kepada Tiempo de Juego.

RFEF dan LaLiga memiliki tiga opsi jika kompetisi memang benar-benar dihentikan. Yang pertama adalah menghapus klasemen yang ada, menganggap kompetisi tidak sah. Yang kedua, menggunakan klasemen hingga putaran pertama. Yang ketiga, memakai klasemen seperti saat kompetisi dihentikan, seperti usul Stoichkov.

Jika ide Hristo Stoichkov yang dipakai, maka Barcelona yang akan menjadi juara kompetisi. Namun, sang mantan pemain internasional Bulgaria tidak berhenti di sana. Ia ingin tidak ada degradasi musim ini, sembari memberi kesempatan dua tim teratas Segunda Division promosi ke Primera Division musim depan.

"Mereka (otoritas) bisa memutuskan liga seperti (klasemen) saat ini, tanpa degradasi, dan dua tim teratas Segunda bisa promosi. Musim depan ada 22 tim di Primera karena mereka (tim promosi) juga sudah bekerja keras untuk memenangi laga," tambahnya.

Dalam aturan Segunda Division, dua tim teratas otomatis promosi ke Primera Division. Sementara itu, tim peringkat ketiga dan keenam menjalani play-off dengan format sistem gugur untuk mendapatkan satu tiket terakhir.



Di sisi lain, ide Stoichkov ini akan mendapatkan banyak tentangan. Salah satunya adalah partner penyiaran LaLiga, Mediapro. Menurut pimpinan Mediapro, Jaume Roures, kompetisi lebih baik dilanjutkan mulai Juli, daripada ditutup sama sekali.

"Saya berharap sepak bola diputar kembali pada Juli dan saya katakan Juli karena, daripada apa pun, kesehatan semua orang adalah yang utama. Sepak bola akan kembali tanpa penonton, tetapi sebelum itu para pemain mesti menjalani semacam pramusim dulu, setelah sekian lama di rumah," kata Roures dikutip Cadena COPE.

Presiden RFEF, Luis Rubiales dalam wawancara khusus dengan FOX Sports Meksiko pada Jumat (3/4/2020), menyatakan prioritas UEFA adalah menyelesaikan kompetisi domestik asosiasi di bawah mereka.

"Jika ini maraton, lomba berlaku untuk 42 kilometer, dan kita berada pada tahap 30 kilometer; tidak adil untuk mengembalikan semua pelari ke garis start. Rencananya adalah melanjutkan kompetisi dari tempat kami meninggalkannya (jornada 27) dan kemudian menyelesaikannya," terang Rubiales.

Baca juga artikel terkait LIGA SPANYOL atau tulisan menarik lainnya Fitra Firdaus
(tirto.id - Olahraga)

Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight