Pajak Manufaktur Januari 2019 Anjlok hingga 16,2 persen

Oleh: Hendra Friana - 20 Februari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Kontribusi industri manufaktur terhadap penerimaan pajak pada Januari 2019 tercatat sebesar Rp20,50 triliun. Namun, turun hingga 16,2 persen dibanding periode sama pada 2018.
tirto.id -
Kontribusi industri pengelolahan atau manufaktur terhadap penerimaan pajak pada Januari 2019 tercatat sebesar Rp20,50 triliun.

Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh 8,8 persen, pertumbuhan pajak manufaktur Januari 2019 anjlok hingga 16,2 persen.
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Robert Papakhan mengatakan, pertumbuhan pajak sektor manufaktur yang menurun, sejalan dengan penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Januari 2019 yang turun.
Berdasarkan data APBN, penerimaan PPN dalam negeri mengalami penurunan sebesar 19,49 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat tumbuh 1,16 persen.
"Sepertinya itu [penurunan pajak manufakttur] karena PPN. PPN kan turun karena mereka restitusi (pengembalian) lebih besar. Kalau manufaktur itu kan yang ekspor banyak juga yang merestitusi. Sementara tahun lalu kan restitusi ya tidak besar" ujar Robert saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/2/2019).
Salah satu komoditas ekspor yang banyak melakukan restitusi, kata Robert, kelapa sawit dengan produk crude palm oil (CPO).

"Kan tadi dilihat ada industri sawit. Industri sawit kan banyak ekspor CPO. Ekspor itu kan PPN-nya nol persen, karena PPN itu kan terhutang apabila dikonsumsi di dalam negeri. Kalau di negeri kan nol," imbuhnya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, Januari 2019 pelayanan restitusi perpajakan tengah dipercepat. Hal itu, kata dia, penurunan PPN bukan disebabkan oleh melambatnya konsumsi dalam negeri.
"Semenjak bulan yang lalu restitusi dilakukan jauh lebih cepat terutama untuk pembayar pajak yang punya reputasi yang baik. Restitusi PPN mencapai Rp16,4 triliun atau tumbuh 40,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017 [Rp 11,6 triliun]," ucap dia.

Meski pajak manufaktur turun, lanjut Menkeu, pertumbuhan pajak Januari bisa ditopang oleh 3 sektor yakni, jasa keuangan, transportasi serta pertambangan.

Masing-masing sektor tersebut tercatat telah menyetor pajak sebesar Rp10,2 triliun, Rp4,69 triliun, dan Rp3,6 triliun.
Di samping itu, imbuh Sri, sektor perdagangan dan konstruksi tumbuh tipis yakni 7 persen dan 4 persen.

"Dari sektor perdagangan capaian Rp20,50 triliun atau 25,4 persen APBN tumbuh 7 persen dibandingkan tahun lalu. Konstruksi mencapai Rp7,24 triliun, atau 9 persen terhadap APBN," kata Sri.


Baca juga artikel terkait INDUSTRI MANUFAKTUR atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Zakki Amali
DarkLight