MSG Bisa Jadi Alternatif Pengganti Garam untuk Cegah Hipertensi

Oleh: Yulaika Ramadhani - 14 September 2018
Dibaca Normal 1 menit
"Sumber rasa umami atau penyedap rasa dapat menjadi salah satu cara untuk diet natrium," ujar Dr. Annis.
tirto.id - Penyedap rasa monosodium glutamat (MSG) dapat dipakai sebagai bahan alternatif pengganti garam yang selama ini dihindari para penderita hipertensi.

Terkait hal ini, Kepala Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Dr. Ir. Annis Catur Adi, M.Si. menyampaikan bahwa sumber rasa umami atau MSG memiliki kandungan natrium yang lebih rendah dibandingkan garam.

Natrium sendiri merupakan kandungan pangan yang bila dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan risiko hipertensi dan bahkan kematian terhadap konsumen yang memiliki penyakit kardiovaskuler.

“Salah satu pemicu hipertensi adalah natrium dan tinggi rendahnya dapat memicu tekanan darah dalam tubuh. Sumber rasa umami atau penyedap rasa dapat menjadi salah satu cara untuk diet natrium," ujar Dr. Annis dalam rilis persnya yang diterima Tirto.

Dr. Annis menambahkan bahwa layaknya penambah cita rasa lain seperti garam, MSG (sumber rasa umami) masuk dalam bahan tambahan pangan GRAS (generally recommended as safe) yang artinya aman bila dikonsumsi dengan cara yang benar.

“Dalam takaran yang sama, komposisi natrium dalam monosodium glutamat (MSG) itu lebih rendah, yaitu 12 persen, sementara garam sekitar 40 persen,” imbuhnya.


Dari segi rasa, Dr. Annis menuturkan bahwa satu pucuk sendok teh MSG (sumber rasa umami) yang mengandung 12 persen natrium memiliki rasa yang setara dengan satu sendok teh garam yang mengandung 40 persen natrium.

“Untuk menekan penggunaan natrium dengan tetap meningkatkan cita rasa, maka salah satunya adalah dengan penambahan sumber rasa umami yang diwujudkan dalam bentuk produk monosodium glutamat (MSG),” ujarnya mengenai penggunaan sumber rasa umami (MSG) sebagai salah satu alternatif garam.

“Jadi artinya dengan memberikan monosodium glutamat (MSG) dapat menekan penggunaan garam namun dapat meningkatkan cita rasa makanan yang dikonsumsi.”

Dari takaran penggunaan, lebih lanjut Dr. Annis mengatakan bahwa tubuh manusia memiliki mekanisme yang disebut self limiting sehingga kita bisa menakar sendiri penggunaan penyedap rasa dengan menyicipinya sesuai selera layaknya penggunaan garam, gula atau merica.

Micin telah lama dikenal sebagai penambah cita rasa untuk makanan. Dr Anis menyampaikan, kurangnya informasi yang memadai mengenai sumber rasa umami pada micin ini membuat masyarakat khawatir dan cenderung menyalahkan micin.

“Kebanyakan penjelasan (mengenai sumber rasa umami/MSG) bukan dari ahlinya dan cenderung didasarkan pada pendapat pribadi yang akhirnya membuat masyarakat galau,” ujar Dr. Annis.


Baca juga artikel terkait MSG atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Kesehatan)


Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani