Menuju konten utama

Mengenal Puskesmas Udara, Inovasi Dinkes Nduga untuk Layani Warga

Puskesmas udara adalah armada penerbangan yakni helikopter yang di dalamnya berisi obat-obatan, vaksin dan peralatan kesehatan serta tenaga kesehatan.

Mengenal Puskesmas Udara, Inovasi Dinkes Nduga untuk Layani Warga
Spanduk berisi tanda tangan tentang puskesmas udara di Nduga Papua

tirto.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nduga, Provinsi Papua melakukan inovasi pelayanan kesehatan melalui puskemas udara, yakni dengan menyewa helikopter untuk melakukan pelayanan kesehatan ke kampung-kampung di kabupaten tersebut.

Melansir laman Antara, Kepala Dinkes Nduga Innah Gwijangge mengatakan, yang dimaksud dengan puskesmas udara adalah armada penerbangan yakni helikopter yang di dalamnya berisi obat-obatan, vaksin dan peralatan kesehatan serta tenaga kesehatan.

"Jadi pelayanannya bisa terintegrasi, semua pelayanan kesehatan bisa dilakukan di kampung-kampung. Petugas yang diikutkan dalam helikopter lima orang yang terdiri atas bidan, perawat, tenaga analis, tenaga gizi dan tenaga kesehatan lingkungan," katanya.

​​​​​​​

"Belum ada dokter karena memang hingga saat ini belum ada dokter yang bertugas di Nduga," tambahnya.

Dalam sehari, menurutnya pelayanan puskesmas udara bisa dua kali terbang ke kampung-kampung untuk memberikan pelayanan kesehatan.

Ia menambahkan, pelayanan ini akan terus berlanjut, karena jika tidak maka pelayanan kesehatan di Nduga akan putus.

Dia menjelaskan, pendanaan untuk puskesmas udara ini dari Kementerian Kesehatan sebesar Rp400 juta. Dana itu sudah digunakan untuk pelayanan puskesmas udara ke tiga puskesmas dan lima distrik.

Menurut Innah Gwijangge, ada tiga faktor di Kabupaten Nduga yang membuat pelayanan kesehatan tidak maksimal. Pertama, masalah transportasi karena semua kampung rata-rata di gunung-gunung. Masalah kedua yaitu masalah geografis, dan ketiga masalah ketenagaan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai mengapresiasi inovasi puskesmas udara ini karena dapat menjangkau kampung-kampung yang aksesnya sulit.

"Ini merupakan sebuah proyek perubahan, inovasi dengan pengadaan yang namanya puskesmas udara," katanya.

"Kita tahu bersama bahwa Kabupaten Nduga itu kita tidak bisa jangkau dengan pelayanan darat apalagi perairan. Oleh karena itu, satu-satunya jangkauan pelayanan kesehatan melalui udara," ujarnya.

Menurut mantan Kepala Puskesmas Koya ini puskesmas udara ini artinya pelayanan berturut-turut, berlanjut, dilakukan lewat pelayanan terbang. Semua program pelayanan kesehatan yang seharusnya dilakukan di puskesmas tidak bisa dilakukan melalui jalur darat, warga juga tidak bisa datang untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Apalagi, kata dia, Kabupaten Nduga termasuk salah satu daerah konflik sehingga warga takut datang ke puskesmas, untuk itu jangkauan terbaik melalui pelayanan puskesmas udara akan menjangkau sampai di kampung-kampung.

"Pesan saya, wajib didukung oleh seluruh jajaran baik pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dalam hal ini Dinkes Papua dan juga oleh Kementerian Kesehatan sehingga kampung layanan kesehatannya bisa terlayani dengan baik," ujarnya.

Menurut mantan Direktur RSUD Abepura itu dengan layanan itu cakupan-cakupan pelayanan kesehatan bisa tertangani dengan baik, karena hingga kini cakupan pelayanan kesehatan di Kabupaten Nduga masih "merah" terus, maka adanya inovasi-inovasi yang dilakukan itu adalah salah satu proyek perubahan ini.

"Proyek perubahan ini kami dukung penuh dan kami sangat setuju 100 persen untuk menjangkau pelayanan kesehatan di kampung-kampung yang ada di Nduga," pungkas Aloysius Giyai.

Baca juga artikel terkait NDUGA atau tulisan lainnya dari Nur Hidayah Perwitasari

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH