Menuju konten utama

Mengapa Flamingo Suka Berdiri dengan Satu Kaki?

Kebiasaan flamingo berdiri dengan satu kaki berkaitan dengan kebutuhan untuk menghemat energi. Simak kemungkinan alasan lainnya, seperti menjaga suhu tubuh.

Mengapa Flamingo Suka Berdiri dengan Satu Kaki?
Ilustrasi Burung flamingo. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Burung flamingo sering berdiri dengan satu kaki saat sedang bersantai. Aktivitasnya yang unik ini diamati oleh para ilmuwan karena berkaitan dengan energi tubuh.

Flamingo merupakan burung berwarna merah muda atau putih dengan paruh tebal yang melengkung ke bawah. Spesies ini memiliki kaki ramping, leher panjang dan anggun, sayap besar, dan ekor pendek.

Sebagaimana yang digambarkan di laman Britannica, saat beristirahat, burung ini memosisikan leher panjangnya terpelintir atau melingkar di tubuh. Flamingo juga sering berdiri dengan satu kaki.

Aktivitas uniknya ini menjadi perhatian dalam dunia sains. Berbagai alasan di balik kebiasaan ini turut dibahas, seperti pengaturan suhu tubuh, penghematan energi, atau hanya untuk mengeringkan kaki.

Menghemat Energi Tubuh

Kebiasaan unik flamingo, yakni berdiri dengan satu kaki, disebut-sebut berkaitan dengan penghematan energi tubuh. Hal ini turut dibahas dalam penelitian Chang dan Ting (2017) yang dimuat dalam jurnal Biology Letters.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas otot mungkin lebih rendah pada posisi berdiri dengan satu kaki dibandingkan dengan posisi berdiri dengan dua kaki.

Hal ini terjadi karena adanya mekanisme penahan gravitasi pasif searah. Selain itu, juga karena titik penerapan gaya yang terlokalisasi dengan ketat di bawah sendi tarsometatarsophalangeal (TMP) selama berdiri dengan satu kaki dalam keadaan diam.

Ilustrasi Burung flamingo

Ilustrasi Burung flamingo. foto/istockphoto

Berdiri dengan satu kaki menjadi semacam mekanisme penopang berat badan pasif yang digerakkan oleh gravitasi pada sendi proksimal burung. Aktivitas ini juga biasanya hanya sekadar berdiri dalam waktu lama, bukan untuk bergerak sehingga berdiri dengan satu kaki bisa efisien secara energi.

Melansir laman Britannica, berdiri dengan satu kaki adalah refleks alami yang membantu flamingo menjaga keseimbangan dan mencegah mereka jatuh.

Lebih lanjut, ahli zoologi di Universitas Exeter, Paul Rose, mengatakan bahwa berdiri dengan satu kaki yang dilakukan flamingo adalah bentuk penghematan energi. Dikutip dari BBC Science Focus, flamingo lebih stabil dalam jangka waktu lama dengan satu kaki daripada dengan dua kaki.

Hal Itu karena ligamen dan tendon di kaki flamingo bisa terkunci pada posisinya. Inilah yang berperan dalam mengurangi upaya otot untuk tetap berada di satu tempat.

Termoregulasi, Cara Alami Menjaga Suhu Tubuh

Anggapan lain mengapa flamingo berdiri dengan satu kaki adalah untuk menghemat panas tubuh atau menjaga suhu tubuh. Pasalnya, burung ini menghabiskan banyak waktu di air sehingga perlu menjaga suhu tubuh.

Penjelasan psikolog eksperimental bernama Matthew J. Anderson mendukung anggapan ini. Menurutnya, dikutip dari Smithsonian Magazine, flamingo menarik salah satu kakinya mendekat ke tubuhnya untuk menghemat panas yang mungkin hilang di air dingin.

Namun, sebagaimana dijelaskan BBC Science Focus, anggapan ini tidak memiliki dasar yang kuat. Alasan untuk menjaga panas tubuh melalui berdiri dengan satu kaki pada flamingo tidak sepenuhnya benar.

Flamingo, seperti kebanyakan burung air, memiliki pembuluh darah yang sangat sedikit di kakinya. Mereka memiliki sistem panas arus berlawanan.

Artinya, mereka menghangatkan darah yang kembali dari kaki ke tubuh. Kemudian, mereka mendinginkan darah yang meninggalkan tubuh menuju kaki.

Dengan kata lain, mereka sudah memiliki mekanisme bawaan untuk menghemat panas. Maka, berdiri dengan satu kaki tidak ditujukan untuk menghemat panas, tapi menghemat energi.

Flamingo

Flamingo. FOTO/iStockphoto

Adapun yang dimaksud dengan termoregulasi sendi, mengutip laman Britannica, merupakan pemeliharaan kisaran suhu optimal oleh suatu organisme. Hewan berdarah dingin (poikiloterm) dan hewan berdarah hangat (homoioterm) memiliki mekanisme yang berbeda.

Hewan berdarah dingin menyerap atau melepaskan panas melalui lingkungan sekitar, lalu berpindah dari satu tempat ke tempat lain sesuai kebutuhan. Sedangkan, hewan berdarah hangat memiliki cara tambahan untuk menghangatkan dan mendinginkan tubuh mereka.

Lebih lanjut, dalam penelitian lain, para ilmuwan Selandia Baru menemukan bahwa suhu air tampaknya tidak berpengaruh pada kecenderungan flamingo untuk menjaga suhu tubuh dengan mengangkat satu kaki ketika di air.

Flamingo memiliki ciri primitif yang juga terlihat pada paus dan lumba-lumba. Mereka memiliki kemampuan untuk mematikan separuh otak saat tidur. Hal ini bisa mencegah hewan bawah air ini agar tidak tenggelam saat tidur.

Saat flamingo memasuki keadaan setengah sadar, refleks alami yang mungkin dilakukannya adalah mengangkat satu kaki ke arah tubuh seolah-olah sedang menurunkan tubuh secara perlahan ke tanah.

Postur mengangkat satu kaki sehingga berdiri dengan kaki lainnya kemungkinan merupakan respons otomatis terhadap rasa kantuk. Selain itu, kondisi setengah sadar juga bisa memungkinkan mereka untuk tetap waspada terhadap predator.

Mengurangi Kelelahan saat Berdiri Lama

Sebagian anggapan lain tentang flamingo yang berdiri dengan satu kaki ini adalah untuk mengurangi kelelahan saat berdiri terlalu lama. Hal ini telah dibahas dalam penelitian Chang dan Ting (2017).

Hipotesis kelelahan otot mengasumsikan bahwa berdiri dalam waktu lama membutuhkan tingkat kekuatan kontraksi aktif yang cukup tinggi yang akan membuat otot lelah. Ini memerlukan pergantian posisi berdiri dari satu kaki ke kaki lainnya.

Saat flamingo terjaga dan aktif, pusat tekanan banyak bergeser. Namun, dikutip dari Biomechanics in the Wild University of Notre Dame, ketika mereka beristirahat atau tertidur, pusat tekanan tersebut sangat stabil.

Ilustrasi Burung flamingo

Ilustrasi Burung flamingo. foto/istockphoto

Para peneliti pun menduga, flamingo mungkin memiliki cara untuk menjaga keseimbangan tanpa menggunakan kekuatan otot aktif, meskipun mereka perlu bekerja aktif untuk menjaga keseimbanagan saat beraktivitas.

Namun demikian, dikutip dari Discover Magazine, anggapan ini belum dibuktikan secara langsung oleh para peneliti. Belum ada penelitian yang meneliti seberapa banyak aktivitas otot yang dibutuhkan flamingo untuk menjaga keseimbangan dengan satu kaki.

Baca juga artikel terkait BURUNG LAUT atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - Edusains
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Yantina Debora