Krisis Kepercayaan Diri, Faktor Terbesar Kekalahan Liverpool

Oleh: Akhmad Muawal Hasan - 19 Mei 2016
Juergen Kloop, pelatih Liverpool, mengungkapkan ada tiga faktor kekalahan timnya saat menghadapi Sevilla dengan skor 3-1 di final Liga Europa di Stadion Jacob Park, Basel, Swiss, pada Kamis (19/5/2016) dini hari WIB. Salah satu yang terbesar adalah krisis kepercayaan diri. Sebaliknya, kebangkitan Sevilla usai tertinggal 1-0 di babak pertama dan mampu melesakkan tiga gol di babak kedua dinilai oleh sang pelatih, Unai Emery, sebagai hasil dari kepercayaan diri yang tinggi dari para pemain seakan sedang bertanding di kandang sendiri.
tirto.id - Sevilla sukses menumbangkan Liverpool dengan skor cukup telak 3-1 di final Liga Europa di Stadion Jacob Park, Basel, Swiss, pada Kamis (19/5/2016) dini hari WIB serta mampu mempertahankan trofi ketiganya berturut-turut sejak musim 2013-2014. Juergen Kloop, pelatih The Reds, mengungkapkan ada tiga faktor kekalahan timnya. Salah satu yang terbesar adalah krisis kepercayaan diri.

“Kami kehilangan kepercayaan diri pada gaya bermain sepenuhnya, kami kehilangan pola dan kami gugup saat sedang bertahan. Itu menunjukkan perkembangan kami tak sebaik yang seperti diharapkan. Saya tidak senang dengan awal pertandingan, namun kami mencetak gol bagus. Gol pertama (Sevilla) bukan masalah, tapi yang terjadi setelah itu adalah masalah,” ungkap Kloop sebagaimana dikutip situs resmi UEFA, Kamis (19/5/2016).

Mantan pelatih Borrussia Dortmund itu mengaku jika laga final tadi semalam diisi dengan frustasi dan kekecewaan. Namun ia akan belajar pengalaman atas kekalahan tersebut dan yakin timnya akan semakin kuat di musim depan.

Sebaliknya, kebangkitan Sevilla di babak kedua usai tertinggal 1-0 di babak pertama dinilai oleh sang pelatih, Unai Emery, sebagai hasil dari kepercayaan diri yang tinggi para pemainnya, seakan sedang bertanding di kandang sendiri. Sevilla pun berhasil membalikkan keadaan dengan tiga golnya serta didapuk sebagai klub dengan raihan trofi Liga Europa terbanyak, yaitu sebanyak lima kali.

“Kami merasa jauh lebih percaya diri setelah gol pertama. Pada paruh waktu kedua, kami mencoba untuk membenahi pikiran. Setelah itu tim melangkah maju kemudian permainan menjadi terbuka. Kami perlu menjadi diri sendiri. Kami harus melakukan sesuatu di babak kedua. Liverpool adalah tim besar yang beradaptasi dengan cepat. Kami perlu percaya pada diri sendiri,” ungkap Emery. (ANT)

Baca juga artikel terkait LIVERPOOL atau tulisan menarik lainnya Akhmad Muawal Hasan
(tirto.id - Olahraga)

Sumber: Antara
Penulis: Akhmad Muawal Hasan
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight