Kisah Konser Musik Paling Rusuh: dari Marilyn Manson dan Pearl Jam

Oleh: Alexander Haryanto - 10 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
Konser Marilyn Manson dan Pearl Jam pernah mengalami rusuh dan keributan, bahkan merenggut nyawa.
tirto.id - "Ketika orang-orang datang ke konser, mereka ingin mendengar lagu-lagu hit, seperti lagu-lagu di radio, dan mereka ingin mendengar bagaimana mereka terbiasa mendengarnya."

Pernyataan Avril Lavigne itu memang tepat untuk menggambarkan bagaimana seorang penggemar ingin datang ke konser musisi idola mereka. Bahkan tidak sedikit yang rela membayar mahal untuk menyaksikan sebuah pertunjukkan fenomenal.

Konser musik bisa juga dimaknai sebagai pertukaran energi antara sang musisi dengan pendengarnya secara langsung. Ada perasaan yang tidak biasa ketika menyaksikan atau mendengar musisi idola memainkan lagu-lagunya.

Di sisi lain, konser musik bisa jadi sebagai pertanggungjawaban apakah musisi tersebut mampu membawakan lagu "senyaman" versi rekamannya, minimal sesuai ekspektasinya. Puncak dari konser biasanya terjadi sebuah "karaoke massal" antara pengemar dan musisi.

Kendati demikian, tak sedikit konser musik sepanjang sejarah tidak berakhir dengan baik-baik saja. Bahkan, bisa berujung pada kerusuhan, yang mengakibatkan penghentian acara bahkan kematian. Acara yang tadinya berjalan dengan baik, tapi malah berujung pada amuk massa. seperti yang dialami Marilyn Manson.

Pertunjukan Marilyn Manson di Kansas City pada tahun 2003 berakhir dengan kerusuhan sehingga acara terpaksa dibatalkan secara mendadak karena masalah keamanan.

Sebanyak 12 ribu penggemar bergegas menuju pintu keluar, namun ada sekitar 2.000 sampai 3.000 orang rusuh di depan panggung. Polisi membentuk antrean panjang dan mengantarkan penonton menuju pintu keluar, demikian dikutip MTV.

Sekelompok orang mulai melempar batu, botol bir dan botol berisi urin. Petugas keamanan kemudian mulai menembakkan semprotan merica. Konser ini bahkan sempat dibatalkan sebanyak dua kali.

Selain Manson, yang tak kalah parah adalah konser Pearl Jam pada tahun 2000 di Festival Roskilde Denmark. Kala itu ada sekitar 50.000 pengemar yang menunggu Pearl Jam tampil.

Namun, konser berubah menjadi mencekam usai delapan pria muda berusia 17 sampai 26 tahun mati karena lemas. Satunya lagi meninggal setelah lima hari di rumah sakit dan puluhan orang dirawat, demikian laporan majalah Rolling Stone.

Karena sangat padat, ada penonton yang terjepit dan jatuh terinjak. Dalam keadaan yang sama, hujan telah mengubah tanah menjadi lumpur sehingga sulit untuk tetap berdiri.

"Itu sangat ketat bahkan sebelum musik dimulai orang-orang tersandung ke kiri dan ke kanan," kata penonton bernama Tomas Miller.

"Aku tidak bisa mengangkat tanganku. Sulit bernapas. Aku mengangkat kepalaku untuk merasakan udara bersih. Aku takut untuk hidupku," lanjut dia.


Baca juga artikel terkait KONSER MUSIK 2019 atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Musik)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH
DarkLight